Garudaxpose.com | Banyuwangi – Kondisi jalan umum menuju Dusun Tanah Los, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, kini memprihatinkan. Badan jalan yang berada di sisi aliran sungai mengalami pengikisan akibat derasnya aliran air. Kondisi tersebut membuat sebagian badan jalan terus terkikis hingga tersisa kurang lebih satu meter saja.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat setempat. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses umum yang digunakan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Apabila pengikisan terus terjadi tanpa penanganan, bukan tidak mungkin badan jalan akan semakin menyempit bahkan berpotensi putus dan mengisolasi akses menuju Dusun Tanah Los.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat aliran air sungai yang cukup deras berada tepat di sisi badan jalan. Sejumlah bagian tepi jalan tampak mengalami kerusakan dan pengikisan. Kondisi tanah di sekitar lokasi juga terlihat rawan, terlebih ketika debit air meningkat akibat hujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan tersebut, Kepala Desa Tamansari, Kepala Dusun Tanah Los, anggota BPD Tamansari, Ketua RT Dusun Tanah Los, bersama warga masyarakat serta Koordinator Kecamatan Baristan, Slamet Hariyanto, turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Peninjauan bersama tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi kebutuhan penting masyarakat. Mereka melihat secara langsung kondisi badan jalan yang semakin terkikis oleh aliran air.
JALAN TERSISA SEKITAR SATU METER, KESELAMATAN WARGA DIPERTARUHKAN
Kondisi jalan yang kini diperkirakan hanya menyisakan sekitar satu meter menjadi persoalan yang tidak boleh dianggap sepele.
Jalan dengan lebar tersisa tersebut tentu berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor maupun warga yang melintas setiap hari. Terlebih, posisi jalan berdekatan langsung dengan aliran sungai yang sewaktu-waktu dapat mengalami peningkatan debit air.
Jika tidak segera dilakukan penanganan teknis, pengikisan dapat semakin meluas dan mengancam keberadaan badan jalan.
Masyarakat tidak ingin menunggu sampai terjadi jalan ambrol, kecelakaan, atau akses warga benar-benar terputus baru kemudian dilakukan tindakan.
DESAK DINAS PENGAIRAN DAN BUPATI BANYUWANGI SEGERA BERTINDAK
Melalui pemberitaan ini, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Bupati Banyuwangi dan dinas yang membidangi pengairan serta infrastruktur sumber daya air, segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut.
Warga meminta agar dilakukan peninjauan teknis secara langsung oleh instansi terkait untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Beberapa langkah yang diharapkan masyarakat antara lain:
1. Segera melakukan pemeriksaan teknis terhadap badan jalan yang terkikis aliran sungai.
2. Melakukan penguatan tebing sungai atau pembangunan pelindung tebing sesuai hasil kajian teknis.
3. Melakukan pemasangan bronjong atau konstruksi penahan tanah apabila dinilai sesuai dengan kondisi lapangan.
4. Melakukan pengamanan sementara terhadap bagian jalan yang rawan ambrol.
5. Menyusun langkah penanganan permanen agar akses jalan masyarakat tidak terus terancam.
Penanganan tidak cukup hanya dilakukan dengan perbaikan sementara. Diperlukan solusi teknis yang tepat agar kerusakan tidak terus berulang dan masyarakat dapat menggunakan akses jalan dengan aman.
JANGAN MENUNGGU SAMPAI JALAN PUTUS
Persoalan ini bukan sekadar kerusakan infrastruktur biasa. Jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat Dusun Tanah Los. Ketika akses umum terancam putus, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga dapat menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat.
Karena itu, perhatian dan respons cepat pemerintah sangat dibutuhkan.
Masyarakat berharap Bupati Banyuwangi tidak menunggu sampai kondisi semakin parah. Begitu pula dinas terkait agar segera turun ke lapangan, melihat langsung kondisi sebenarnya, dan mengambil langkah penanganan sebelum kerusakan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Jalan umum adalah kebutuhan masyarakat, bukan fasilitas yang bisa dibiarkan menunggu hingga rusak total. Keselamatan warga harus menjadi prioritas.
Kini masyarakat Dusun Tanah Los menantikan langkah nyata pemerintah daerah. Jangan sampai jalan yang hari ini masih bisa dilalui, esok hari justru benar-benar terputus akibat pengikisan yang tidak segera ditangani.
(Selamet Hariadi)













