LUMAJANG, GARUDAXPOSE.COM | Keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama dalam pengelolaan wisata Air Terjun Tumpak Sewu, Kabupaten Lumajang. Mengantisipasi potensi banjir dan perubahan kondisi aliran sungai, pengelola memperkuat sistem pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV), komunikasi antarpersonel, serta menyiagakan tim evakuasi setiap hari.
Kabid Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi, menjelaskan bahwa pemantauan dan koordinasi petugas menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi bahaya sekaligus mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi perubahan kondisi di kawasan wisata.
“Keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama dalam pengelolaan wisata Tumpak Sewu. Petugas terus memperkuat kesiapsiagaan melalui pemantauan CCTV, komunikasi dengan petugas di lapangan, serta menyiagakan tim evakuasi setiap hari untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan kondisi,” ujar Galih, Kamis (5/11/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui sistem tersebut, informasi mengenai tanda-tanda potensi banjir dapat diteruskan kepada petugas di lapangan. Komunikasi antarpersonel menjadi unsur penting agar langkah pengamanan dapat segera dilakukan ketika kondisi kawasan membutuhkan perhatian khusus.
Kesiapsiagaan juga didukung dengan keberadaan tim evakuasi yang bertugas setiap hari. Tim ini disiapkan untuk membantu penanganan apabila terjadi kondisi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan wisatawan.
Selain kesiapan personel dan pemantauan, pengelola juga melakukan pengerjaan jalur evakuasi dengan ukuran yang lebih lebar. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mempermudah pergerakan pengunjung dan petugas apabila diperlukan langkah pengamanan maupun evakuasi.
“Selain kesiapan petugas, pengelola juga melakukan pengerjaan jalur evakuasi yang lebih lebar agar pergerakan wisatawan maupun petugas bisa lebih mudah ketika diperlukan langkah pengamanan,” jelasnya.
Di tengah upaya penguatan keselamatan, Tumpak Sewu tetap menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik minat wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Namun, aktivitas kunjungan perlu diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan dan pembatasan akses yang ditetapkan pengelola.
Galih mengingatkan wisatawan agar selalu memperhatikan informasi dan arahan petugas selama berada di kawasan wisata.
“Wisatawan kami harapkan selalu mengikuti informasi dari pengelola dan arahan petugas. Jangan memaksakan diri melewati jalur yang dibatasi, karena kondisi alam bisa berubah sewaktu-waktu,” tambahnya.
Karakter wisata alam yang dipengaruhi cuaca dan kondisi aliran sungai membutuhkan kewaspadaan dari seluruh pihak. Karena itu, pemantauan, kesiapan tim evakuasi, infrastruktur keselamatan, dan kedisiplinan pengunjung harus berjalan beriringan.
Penguatan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pariwisata Tumpak Sewu. Keindahan alamnya tetap dapat dinikmati wisatawan dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas.















