GarudaXpose.com | Lumajang — Destinasi wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencatatkan peningkatan pesat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Kenaikan jumlah turis asing tersebut berdampar signifikan pada penerimaan pajak daerah yang kini menembus angka Rp240 juta per bulan.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan bahwa pembenahan tata kelola dan manajemen pariwisata menjadi kunci utama lonjakan pendapatan tersebut.
Pada awal masa jabatannya, penerimaan pajak dari sektor pariwisata Tumpak Sewu hanya berada di kisaran Rp1 juta per bulan.
”Ketika saya sebulan menjadi bupati, saya cek masih Rp1 juta sebulan dari pajak wisata Tumpak Sewu saja. Kemudian kita perbaiki tata kelolanya, kita perbaiki manajemennya, dan kemarin sudah Rp240 juta sebulan,” ujar Indah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kawasan wisata di wilayah Pronojiwo ini mencatat tren kunjungan harian yang solid:Wisatawan Mancanegara (Weekday): Mencapai 600 hingga 700 orang per hari, dengan sekitar 50 persen di antaranya mendominasi dari pasar Tiongkok (China).
Wisatawan Domestik (Weekend): Melonjak hingga lebih dari 1.000 pengunjung per hari pada akhir pekan.
Pertumbuhan aktivitas pariwisata ini memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui efek pengganda (multiplier effect), mencakup jasa transportasi lokal (ojek), perparkiran, pemandu wisata, hingga pelaku UMKM produk oleh-oleh.
Kinerja sektor pariwisata turut menopang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang yang tercatat berada di level 5,89 persen pada triwulan I.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mendorong akselerasi digitalisasi keuangan daerah. Melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia dan Bank Jatim, pemkab menerapkan elektronifikasi transaksi retribusi daerah serta memperluas penggunaan QRIS bagi para pelaku UMKM.
Pembenahan infrastruktur pendukung di pusat kota, seperti revitalisasi Alun-Alun Lumajang dan penataan trotoar pejalan kaki, turut disiapkan guna memperkuat daya saing ekonomi berbasis ruang publik.













