Keterangan Foto: Satu Wasit Tengah dan Dua Asisten Wasit Asal Brebes Sukses Lewati Seleksi Ketat di Kinasih Resort Depok, Siap Pimpin EPA Liga 1, Liga 2, Liga 3 dan Liga 4 Nasional Musim 2026/2027
BREBES,GarudaXpose.com//- Sejarah baru ditorehkan sepak bola Kabupaten Brebes. Bukan dari lesakan gol striker atau penyelamatan gemilang kiper, melainkan dari ketegasan peluit dan kibasan bendera di pinggir lapangan. Korps baju hitam Brebes resmi menembus pusat.
Tiga putra terbaik PSSI Kabupaten Brebes dinyatakan LOLOS Penyegaran Wasit dan Asisten Wasit Tingkat Nasional PSSI Pusat Tahun 2026. Pengumuman itu menjadi kado manis bagi sepak bola Brebes di akhir Juli ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyegaran yang menjadi syarat mutlak dan harga mati untuk bisa mendapat penugasan memimpin kompetisi resmi nasional musim 2026/2027 ini dipusatkan di Kinasih Resort, Kota Depok, Jawa Barat. Untuk kategori Wasit Tengah dilaksanakan pada 24-27 Juli 2026, sedangkan untuk kategori Asisten Wasit berlangsung maraton pada 28-31 Juli 2026.
Tiga nama yang sukses mengharumkan nama Brebes di level nasional adalah Bachtiar Eric Winaldy sebagai Wasit Tengah, serta Agung dan Saepudin Husni sebagai Asisten Wasit. Kombinasi pas antara jam terbang senior dan energi junior yang meledak-ledak.
Lolosnya mereka jelas bukan hadiah, bukan pula jalur undangan. Penyegaran Nasional PSSI dikenal di kalangan wasit sebagai “Seleksi Neraka”.
Bayangkan, ratusan wasit terbaik dari 38 Asprov dan ratusan Askab/Askot se-Indonesia dikumpulkan dalam satu tempat. Mereka tidak disambut karpet merah, tapi langsung digembleng dengan ujian yang menguras fisik dan mental.
Mulai dari FIFA Fitness Test dengan standar lari sprint 6×40 meter dan interval test 75×25 yang brutal, tes teori mendalam tentang 17 Laws of The Game terbaru, bedah kasus implementasi VAR yang kini jadi standar di Liga Nasional, hingga uji mental, psikologi, dan integritas.
Banyak yang tumbang karena cedera, gagal di tes kecepatan, atau gugur di tes video test VAR. Hanya wasit yang benar-benar prima secara fisik, cerdas secara aturan, dan kuat secara mental yang dinyatakan lolos. Dan tiga wasit Brebes ada di dalamnya. Mereka berdiri tegak di antara yang terbaik.
Kabar ini sekaligus mematahkan stigma lama. Bahwa wasit berkualitas hanya lahir dari kota-kota besar dengan fasilitas mewah. Brebes membuktikan, dengan latihan yang senyap di lapangan-lapangan sederhana, dengan disiplin yang keras, kualitas bisa menembus batas.
Untuk musim 2026/2027, ketiganya telah mengantongi lisensi untuk bertugas di level tertinggi pembinaan usia muda dan liga nasional, yakni EPA Liga 1, EPA Liga 2, Liga 3 Nasional, dan Liga 4 Nasional.
Artinya, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita akan melihat Bachtiar Eric Winaldy memimpin laga panas EPA Liga 1 antara Persija vs Persib di lapangan latihan, atau melihat Agung dan Saepudin Husni mengangkat bendera di laga krusial Liga 3 Nasional yang disiarkan live televisi nasional.
KETUA PSSI BREBES BANGGA, TITIP PESAN KERAS: JAGA INTEGRITAS!
Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Brebes, Heri Fitriansyah, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Saat dihubungi Lensa Brebes, Selasa (28/7/2026), suaranya bergetar menahan haru.
“Terus terang saya bangga, terharu. Ini jawaban. Selama ini orang hanya tahu Brebes itu bawang merah dan telur asin. Hari ini kita buktikan Brebes juga punya wasit level nasional yang diakui PSSI Pusat. Selamat untuk Bachtiar Eric Winaldy, Agung, dan Saepudin Husni. Kalian telah mengangkat marwah Brebes,” tegas Heri.
Namun di balik kebanggaan itu, Heri menyelipkan pesan tajam, keras, dan menggetarkan. Ia menegaskan, lolos penyegaran bukanlah garis finis untuk berpesta, melainkan garis start sesungguhnya untuk mengemban amanah yang jauh lebih berat.
“Saya ingatkan, lolos ini bukan untuk gagah-gagahan di medsos. Ini amanah berat. Di lapangan, wasit adalah hakim, adalah Tuhan kecil yang keputusannya menentukan nasib tim, menentukan keringat pemain, dan emosi puluhan ribu suporter. Saya minta kalian bertiga jaga integritas. Jangan pernah tergoda suap, jangan pernah takut memimpin dengan jujur dan berani, meski diteror satu stadion. Bawa nama baik Brebes, jangan nodai dengan keputusan miring,” tandasnya.
Lebih jauh, Heri berkomitmen menjadikan momen bersejarah ini sebagai pemicu ledakan wasit Brebes. Ia tidak mau euforia ini berhenti di angka tiga.
PSSI Brebes menargetkan tahun depan akan mengirimkan minimal 10 wasit muda potensial untuk mengikuti kursus dan penyegaran lisensi C1 dan C2 Nasional. Pembinaan wasit akan digeber lebih sistematis, dengan menggandeng wasit-wasit nasional yang sudah lebih dulu lolos.
“Kita tidak boleh puas dengan tiga. Potensi Brebes sangat besar. Ke depan kita harus punya wasit yang pimpin Liga 1 di GBK, bahkan wasit FIFA dari Brebes. Itu mimpi kita dan itu sangat mungkin. Hari ini tiga, besok harus tiga puluh,” pungkas Heri dengan nada optimis.
Kini, tugas ada di pundak Bachtiar, Agung, dan Saepudin. Peluit emas sudah di tangan. Lapangan nasional sudah menanti. Saatnya mereka buktikan bahwa dari ujung utara Jawa Tengah, dari kota bawang, lahir pengadil-pengadil yang jujur, tegas, dan berintegritas untuk sepak bola Indonesia***
(4905)












