I Made Mudarta Memimpin Pembukaan Jalan Baru Secara Swadaya Dan Gotong Royong Di Desa Sangketan Penebel

- Penulis

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Garudaxpose com | Bali – Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta, S.Sos mengatakan, bahwa pembukaan jalan baru sepanjang sekitar 1,5 kilometer di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali dilakukan secara gotong royong dan murni swadaya tanpa menggunakan dana pemerintah. Akses jalan yang menghubungkan Banjar Munduk Dawa dan Puring di Desa Sangketan telah dinanti warga dan terisolasi selama hampir 60 tahun.

“Pembukaan jalan ini bertujuan untuk mendekatkan akses warga ke sekolah, ke pura serta fasilitas kesehatan. Jalan baru ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendongkrak perekonomian lokal,” kata Made Mudarta, S.Sos.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Made Mudarta, S.Sos menjelaskan, pembangunan jalan ini tidak menggunakan anggaran pemerintah karena pertimbangan efisiensi fiskal negara, melainkan mengandalkan gotong royong masyarakat bersama Partai Demokrat. Pembukaan lahan menggunakan alat berat seperti buldoser ditargetkan tuntas dalam waktu sekitar satu bulan, tahap pelapisan jalan direncanakan menggunakan aspal setelah berdiskusi lebih lanjut dengan para tokoh masyarakat Desa Sangketan.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, S.Sos memimpin langsung pembukaan jalan baru secara swadaya dan gotong royong di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali pada Sabtu 12 September 2026. Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan dengan panjang dan lebar jalan sekitar 1,5 hingga 1,6 kilometer dengan lebar 5 meter waktu pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan.

“Jalan ini murni swadaya dan gotong royong tanpa menggunakan anggaran pemerintah,” kata Made Mudarta, S.Sos.

Lanjut Made Mudarta, S.Sos menjelaskan, warga di wilayah Desa Sangketan dikabarkan terisolasi dan menantikan akses jalan ini sekitar 60 tahun, untuk mempermudah akses warga menuju sekolah, posyandu, puskesmas, serta ke pura. Akses jalan yang dibuka ini menghubungkan antar banjar adat, memperlancar jalur logistik dan menekan biaya distribusi hasil tani seperti kelapa dan pisang.

Perbekel Desa Sangketan, I Nyoman Sugiarta yang biasa disapa Mang Gita menyampaikan apresiasi atas pembukaan jalan baru swadaya gotong royong bersama Partai Demokrat Provinsi Bali di Kecamatan Penebel, Tabanan pada Sabtu,l 12 September 2026. Kebutuhan prioritas infrastruktur khususnya jalan, adalah kebutuhan prioritas utama di Desa Sangketan karena kondisinya sangat mempengaruhi mobilitas warga.

I Nyoman Sugiarta menyampaikan terimakasih kepada warga pemilik lahan yang tulus merelakan tanahnya, serta kepada inisiator pembukaan jalan swadaya ini. “Masyarakat mengeluhkan ruas jalan kabupaten yang rusak berat di wilayahnya, seperti Tegal Bingin menuju Pura Tamba Waras dan Pucak Sari yang sudah sering diusulkan lewat Musrenbangcam dan aplikasi SIPD tetapi belum terealisasi sampai saat ini,” kata I Nyoman Sugiarta.

Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Penebel, I Made Suka Wijaya mengatakan, bahwa pembukaan jalan baru di Desa Sangketan merupakan kebutuhan penting karena warga sudah lama mengharapkan akses tersebut terwujud. Jalur tersebut sebenarnya sudah lama ingin dibuka, namun tidak pernah terwujud selama puluhan tahun hingga warga harus terisolasi.

“Pembangunan jalan baru ini sangat vital untuk mempermudah akses warga ke fasilitas pendidikan, kesehatan seperti Posyandu dan Puskesmas, serta menghubungkan antar banjar adat,” kata I Made Suka Wijaya.

Lanjut I Made Suka Wijaya menjelaskan, jalan yang dibuka ini memperlancar distribusi hasil pertanian warga seperti kelapa dan pisang sehingga dapat menekan biaya transportasi. Pembukaan jalan baru di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan telah dinantikan warga selama hampir 60 tahun.

“Jalan ini menghubungkan Banjar Munduk Dawa dan Banjar Dinas Puring dengan panjang sekitar 1,5 hingga 1,6 kilometer dan lebar 5 meter pengerjaan dilakukan secara swadaya bersama Partai Demokrat Provinsi Bali bersama warga Desa Sangketan Tabanan,” jelas I Made Suka Wijaya.

I Made Suka Wijaya menyatakan, manfaat utama jalan ini mempermudah akses anak – anak ke SD Negeri 6 Penatahan, jalur persembahyangan ke Pura Luhur Tamba Waras serta memperlancar distribusi hasil perkebunan dan pertanian warga seperti kelapa dan pisang.

Pembukaan jalan baru secara swadaya dan gotong royong di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali dibuka langsung Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta, S.Sos didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tabanan, I Wayan Adnyana., Sekretaris, IGP Alit Purnata., Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Ketut Semara Putra., Ketua PAC Demokrat Kecamatan Penebel, I Made Suka Wijaya., Perbekel Desa Sangketan, I Nyoman Sugiarta, serta kader Partai Demokrat.

Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta, S.Sos mengatakan, membuka jalan baru di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, karena warga telah menantikan akses penghubung selama 60 tahun. Menurutnya, persoalan lahan menjadi salah satu bagian krusial dalam pembangunan jalan, terutama ketika menyangkut tanah warisan.

“Demokrat sangat terketuk hatinya untuk ikut membantu semeton tiang sareng – sareng di sini, di Desa Sangketan, agar badan jalannya juga terbentuk. Sudah 60 tahun warga berharap ada jalan penghubung dan sekarang baru terwujud, bagi kami bukan nilai yang dibutuhkan untuk membangun sarana jalan tapi semangat,” kata I Made Mudarta, S.Sos.

I Made Mudarta, S.Sos menjelaskan pembukaan jalan di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan dilakukan untuk mempermudah akses warga secara niskala menuju Pura Luhur Tambawaras dan kawasan Puncak Sari. Pura Luhur Tambawaras dipercaya secara niskala sebagai pusat pengobatan spiritual. Jalur tersebut juga terhubung ke kawasan Puncak Sari yang diyakini secara niskala sebagai pusat air dan sumber sarin kehidupan serta mata pencaharian warga.

“Membuka jalan baru ini bertujuan untuk memperlancar pemedek atau umat Hindu yang hendak melakukan persembahyangan dan nangkil ke pura suci tersebut tanpa harus memutar jauh,” jelas I Made Mudarta, S.Sos.

I Made Mudarta, S.Sos mengatakan, pada zaman dahulu sebelum menjadi Banjar Sangketan, daerah ini masih merupakan hutan belantara dan semak belukar, dan pada zaman Kerajaan Tabanan disini sudah ada penduduk tetapi banjar ini diberi nama Sangkedan yang artinya tempat beristirahat. Pada zaman itu Banjar Sangkedan dipimpin oleh seorang kelian banjar yang bernama Nang Mudri, pada waktu Raja Tabanan melakukan perjalanan berburu di hutan, Raja Tabanan selalu beristirahat di Banjar Sangkedan.

“Pada suatu hari terdengar Raja Tabanan sedang sakit keras, menurut para cendikiawan dan para pengabih raja, bahwa Raja Tabanan bisa sembuh apabila nanti ada asap yang mengepul di tengah hutan belantara dan semak belukar karena disanalah nanti akan ditemukan obat untuk raja. Maka diperintahlah untuk mencari tempat yang dimaksud tersebut, dan pada suatu hari terjadi dan terlihatlah hal tersebut dan memang benar lokasinya berada di sebelah utara dari Banjar Sangkedan dan di tempat tersebut ditemukan obat untuk raja diberi nama Pura Luhur Tambawaras.

“Jaman dahulu setiap Raja Tabanan melakukan perjalanan ke Pura Luhur Tambawaras mencari obat, rombongan selalu beristirahat di Banjar Sangkedan, pada jaman penjajahan Banjar Sangkedan dirubah namanya menjadi Banjar Sangketan,” pungkas I Made Mudarta, S.Sos. @ (suriasih)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puncak RRI Fest 2026 Angkat Kearifan Lokal dan Perkuat Kolaborasi
Kuasa Hukum Korban GRL, Antonius Bria, SH., MH., CLA., CMD : Pihak Keluarga Minta Ungkap Tuntas Pelaku Yang Mengikat Korban GRL
HAORNAS KE-43 PEMKAB PADANG LAWAS GELAR SENAM BERSAMA, HADIAH LUCKY DRAW DAN APRESIASI ATLET BERPRESTASI
Polres jember AKBP alaiddin S.H.,S.I.K,M.H bersama ketua Bhayangkari cabang Jember Ny Rani alaiddin bakti sosial dan bakti kesehatan rangka HKGB yang ke 74
H.eko Dinoyo panti peringati maulud nabi SAW,sholawat nariyah bersama Republik sholawat dihadiri ratusan jamaah
Dihadiri Dir Intelkam Polda Sumsel, Fun Game Mini Soccer Cipayung Plus Berlangsung Meriah
Kerapan Sapi Tradisional Perebutan Juara 1, 2 & 3 di Dusun Kebunan Tanggul Wetan, 125 Peserta Sapi Tarung, Penonton Berdatangan dari Luar Tanggul
Penyegaran Organisasi, Sejumlah Pejabat Polresta Banyuwangi Berganti Posisi

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:46 WIB

Puncak RRI Fest 2026 Angkat Kearifan Lokal dan Perkuat Kolaborasi

Selasa, 15 September 2026 - 05:07 WIB

I Made Mudarta Memimpin Pembukaan Jalan Baru Secara Swadaya Dan Gotong Royong Di Desa Sangketan Penebel

Selasa, 15 September 2026 - 04:10 WIB

Kuasa Hukum Korban GRL, Antonius Bria, SH., MH., CLA., CMD : Pihak Keluarga Minta Ungkap Tuntas Pelaku Yang Mengikat Korban GRL

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

HAORNAS KE-43 PEMKAB PADANG LAWAS GELAR SENAM BERSAMA, HADIAH LUCKY DRAW DAN APRESIASI ATLET BERPRESTASI

Senin, 14 September 2026 - 08:51 WIB

Polres jember AKBP alaiddin S.H.,S.I.K,M.H bersama ketua Bhayangkari cabang Jember Ny Rani alaiddin bakti sosial dan bakti kesehatan rangka HKGB yang ke 74

Berita Terbaru

Uncategorized

Puncak RRI Fest 2026 Angkat Kearifan Lokal dan Perkuat Kolaborasi

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:46 WIB