Jelang Hari Besar Keagamaan, Pemkot dan TPID Kota Denpasar Gelar High Level Meeting

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com (Denpasar-Bali)
Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar melaksanakan High Level Meeting (HLM) di Ruang Rapat Praja Madya Kantor Wali Kota Denpasar pada Selasa (10/3) siang. Pelaksanaan High Level Meeting TPID ini dipimpin langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Adapun kegiatan kali ini digelar menjelang menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di bulan Maret 2026, yakni Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.

Hadir pula Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan, Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar, Made Juli Ariana, Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil Bali, Eko Yudi Miranto, pimpinan OPD Pemkot Denpasar serta unsur terkait lain yang tergabung dalam TPID Kota Denpasar.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa HLM TPID ini bertujuan mensinergikan program bersama dan dibarengi juga dengan kerja keras seluruh unsur terkait bagaimana upaya mengendalikan inflasi di Kota Denpasar terutama jelang HBKN di bulan Maret 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami juga menyambut baik arahan dari pihak BI, BPS dan Bulog sehingga dapat disinergikan sesegera mungkin dalam pelaksanaan program pengendalian Inflasi di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya juga menekankan dalam forum HLM ini agar peserta dapat menyampaikan apa yang selama ini jadi hambatan sehingga dapat diurai satu demi satu oleh mitra kerja Pemkot Denpasar sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan lintas sektor.

“Terutama yang menjadi perhatian yakni jenis komoditi penyebab inflasi di Kota Denpasar serta kelancaran pasokan dan kelancaran distribusi. Juga menyikapi tantangan dari pergerakan ekonomi global yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap rantai distribusi dan sebagainya,” ujar Eddy Mulya

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan menyebut pelaksanaan HLM TPID Kota Denpasar ini adalah cerminan perhatian penuh Pemkot Denpasar terhadap pengendalian Inflasi. Pihaknya mengapresiasi semangat dan koordinasi TPID Kota Denpasar dan Pemkot Denapsar melalui OPD terkait dalam melaksanakan berbagai program pengendalian Inflasi terutama jelang HBKN di bulan Maret 2026 ini.

“Kami melihat Kota Denpasar memiliki peran strategis dalam pengendalian inflasi di Provinsi Bali. Bagaimana pengendalian Inflasi juga berkaitan dengan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. HLM TPID Kota Denpasar semoga dapat menjadi forum yang nantinya dapat memperkuat sinergi lintas instansi antara OPD, Perumda dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga,” ucapnya.

Sementara Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi dalam pemaparannya menyampaikan High Level Meeting TPID dilaksanakan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) di bulan Maret ini.

Dikatakannya, upaya Pemkot Denpasar dan TPID dalam pengendalian inflasi di Kota Denpasar diantaranya melalui pemantauan harga dan stok untuk memastikan ketersediaan kebutuhan, melaksanakan rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, pencanangan gerakan menanam, sidak pasar dan distributor untuk antisipasi terjadinya penahanan barang serta koordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan.

Selain itu Agus Jayadi juga menjelaskan tentang berbagai rencana yang akan dilaksanakan sebagai upaya pengendalian inflasi jelang HBKN Tahun 2026. Diantaranya Operasi Pasar oleh Perumda Pasar di Pasar Badung dan Pasar Kereneng di bulan Maret ini sebanyak 10 kali dan 2 kali di Plaza Pasar Badung, Pasar Murah Disperindag sebanyak 4 kali, pemantauan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok) setiap harinya di Pasar Badung, Pasar Nyanggelan dan Pasar Kereneng oleh Disperindag, Bazar Pangan oleh DPKP Denpasar sebanyak 1 kali, dan pemantauan pasar tradisional oleh DPKP jelang HBKN sebanyak 1 kali.

“Untuk kelancaran distribusi dilaksanakan kerjasama Perumda Pasar Sewakadarma dengan Perumda Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan, gerakan menanam oleh Dinas Pertanian, serta untuk jalannya komunikasi mengikuti Rakornas Kemendagri dan HLM TPID ini. Selain juga berbagai program kegiatan pengendalian Infasi Daerah lintas OPD lainnya,” jelasnya.(don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Program Jaminan Sosial Gubernur Koster Bagi Rohaniawan
Wamen ATR/Waka BPN: RTR dan RDTR Jadi Kompas Pembangunan di Bali
Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah
Gubernur Koster Aktif Dorong Pembangunan Bali Berkelanjutan Berbasis Budaya
Bali Komit Wujudkan Masyarakat Sejahtera dan Berdaya Saing
Gubernur Koster Sebut PLTS Jadi Andalan Menuju Net Zero Emission 2045
Gubernur Koster Tinjau Progress Pembangunan SR Terintegrasi 3 Provinsi Bali 
Info Bali Terkait Penutupan PKB 2026 dan Peluncuran Tema PKB 2027

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:49 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Program Jaminan Sosial Gubernur Koster Bagi Rohaniawan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

Wamen ATR/Waka BPN: RTR dan RDTR Jadi Kompas Pembangunan di Bali

Senin, 20 Juli 2026 - 05:34 WIB

Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:29 WIB

Gubernur Koster Aktif Dorong Pembangunan Bali Berkelanjutan Berbasis Budaya

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:25 WIB

Bali Komit Wujudkan Masyarakat Sejahtera dan Berdaya Saing

Berita Terbaru