BREBES,GarudaXpose.com //-Sebuah momen krusial konsolidasi politik dan spiritual Partai Solidaritas Indonesia (PSI) se-Kabupaten Brebes baru saja terselenggara dengan sukses. Dalam suasana silaturahmi yang hangat, diwarnai dengan kegiatan buka puasa bersama, DPD dan DPC PSI se-Brebes berkumpul di Saung Teras Banyu Seafood, Bangsri, Bulakamba.Sabtu,7 Maret 2026 Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah injeksi semangat dan strategi yang dirancang khusus untuk mematangkan persiapan partai menghadapi tantangan elektoral krusial pada tahun 2029.
Kehadiran sosok-sosok penting turut memantik gelora semangat para kader. Rieke Astuti, Ketua DPW PSI Departemen Perempuan dan Wanita PSI Jawa Tengah, bersama perwakilan DPW PSI Departemen Bapilu Jawa Tengah,Warsun memberikan suntikan motivasi yang signifikan. Di pucuk pimpinan lokal, Ketua DPD PSI Kabupaten Brebes, Bung Darwanto, yang dikenal luas sebagai Bos Wawan, memimpin jalannya acara, didampingi oleh seluruh pengurus DPC dari berbagai penjuru Kabupaten Brebes. Ini menandai keseriusan struktur partai dalam menyelaraskan visi dan misi hingga tingkat akar rumput.
Dalam orasi yang penuh determinasi, perwakilan DPW PSI Jawa Tengah menyampaikan pesan strategis yang menggema. Beliau secara eksplisit menginstruksikan seluruh kader PSI Brebes untuk tidak hanya memelihara, tetapi juga mengobarkan semangat perjuangan dan keberanian dengan mengibarkan bendera PSI di setiap rumah. Ini adalah simbolisasi kehadiran partai yang nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar entitas politik pasif. Inti dari arahan tersebut adalah seruan tegas untuk membangun dan menjaga soliditas yang tak tergoyahkan di antara seluruh elemen DPC PSI se-Kabupaten Brebes, sebuah prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan politik yang ambisius.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyambut dan memperkuat arahan dari tingkat provinsi, Ketua DPD PSI Kabupaten Brebes, Darwanto (Bos Wawan), dengan lugas menjabarkan cetak biru penguatan struktur organisasi. “Formasi inti ketua, sekretaris, dan bendahara harus kokoh, dan akan lebih sempurna lagi jika dalam perjalanan ini dapat ditambah tiga, yang akan menjadi ujung tombak taktis kita dalam pertarungan 2029,” tandas Bos Wawan, menegaskan bahwa kaderisasi dan penguatan tim adalah prioritas utama. Beliau menekankan perlunya melengkapi struktur kepengurusan di tingkat DPD dan DPC jauh sebelum tahun 2029 tiba, demi menghindari beban yang terlalu berat saat momen politik puncak. “Lebih baik kita menuntaskan fondasi administrasi di tingkat DPD sekarang. Verifikasi kepengurusan mensyaratkan adanya ketua, sekretaris, dan bendahara. Sementara untuk DPC, kita menargetkan minimal delapan personil, di luar tiga posisi inti tersebut, ditambah Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK), dan dua bidang spesifik lainnya,” jelasnya, merinci standar yang harus dipenuhi untuk memastikan legalitas dan efektivitas struktur.
Sesi tanya jawab yang interaktif menjadi indikator kuat akan komitmen para kader DPC PSI. Bung Darwanto (Bos Wawan) kembali mengukuhkan prinsip dasar PSI: keberpihakan pada masyarakat tanpa pandang bulu. “PSI siap mengulurkan tangan membantu siapa pun yang membutuhkan, regardless of their political affiliation. Ini adalah panggilan nurani kita, sebuah kewajiban moral,” tegasnya. Semangat yang melandasi pergerakan “Gajah Brebes” ini patut diacungi jempol. Meskipun saat ini PSI Brebes belum berhasil menempatkan wakilnya di kursi legislatif, kepemimpinan Ketua DPD PSI telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam inisiasi program dan aksi nyata bagi kesejahteraan masyarakat, membuktikan bahwa kerja keras dan pengabdian tidak selalu harus menunggu legitimasi kekuasaan formal. PSI Brebes, melalui gerak nyata Bos Wawan, telah menancapkan pondasi perjuangan yang kokoh.(red)
(Agus)













