Garudacpose.com |Banyuwangi – Gelombang desakan terhadap Kepala Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, kian menguat. Pada Kamis (23), ratusan warga bersama sejumlah tokoh menggelar forum terbuka yang berlangsung di Aula Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi.
Forum tersebut dihadiri lengkap unsur Forpimka Blimbingsari, yakni Camat, Kapolsek, Danramil, serta perwakilan Lanal Blimbingsari. Turut hadir aktivis Banyuwangi M. Yunus Wahyudi atau yang dikenal sebagai “Harimau Blambangan”, tokoh masyarakat, serta tokoh agama Desa Sukojati, Gus Miftah.
Suasana forum berlangsung tegang namun tetap terkendali. Warga secara lantang menyampaikan tuntutan agar kepala desa segera mengundurkan diri, menyusul dugaan tindakan asusila yang dinilai telah mencoreng marwah dan kepercayaan masyarakat Desa Sukojati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penyampaiannya, M. Yunus Wahyudi menegaskan bahwa jabatan publik tidak bisa dipisahkan dari integritas moral.
“Ketika kepercayaan masyarakat runtuh, maka yang dipertaruhkan bukan hanya jabatan, tapi kehormatan desa. Mundur adalah bentuk tanggung jawab moral,” tegasnya di hadapan peserta forum.
Perwakilan warga juga mendesak agar proses penanganan dugaan kasus tersebut tidak ditutup-tutupi dan segera mendapatkan kejelasan hukum. Mereka menilai, ketegasan sikap dari pihak terkait sangat dibutuhkan untuk meredam keresahan masyarakat.
Sementara itu, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir mengimbau agar penyelesaian persoalan tetap mengedepankan musyawarah, namun tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan transparansi.
Pihak Forpimka Blimbingsari dalam forum tersebut menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan setiap persoalan diselesaikan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Hingga forum berakhir, belum ada pernyataan resmi dari kepala desa terkait tuntutan yang disampaikan warga. Namun tekanan publik terus menguat, dan masyarakat kini menunggu langkah tegas serta sikap terbuka dari yang bersangkutan.
Situasi di Kecamatan Blimbingsari saat ini terpantau aman dengan pengawalan aparat, meski dinamika di tengah masyarakat masih terus bergulir.














