Photo/KETUA DPD PSI KABUPATEN BREBES
DARWANTO ( Mas Wawan) Sabtu 14,2/2026
BREBES,GarudaXpose.com-Dari hamparan tanah Pantura yang kaya akan sejarah dan semangat juang, sebuah pergerakan signifikan tengah disiapkan. Di tengah dentum semangat Kirab Budaya Kota Tegal yang akan segera bergaung megah, DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Brebes menegaskan posisinya. Mereka tak hanya siap menjadi bagian dari kemeriahan, melainkan juga pembawa pesan yang lebih dalam: bahwa budaya dan kemanusiaan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, denyut nadi sebuah bangsa. Kirab kali ini, bagi mereka, bukan sekadar perayaan visual, melainkan sebuah deklarasi filosofi yang hidup.
Empati yang Mendahului Langkah Budaya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, sebelum ribuan langkah mereka berarak dalam balutan tradisi, semangat kemanusiaan telah lebih dulu menyala terang, memancarkan kehangatan di tengah derita. Siang yang baru berlalu menjadi saksi nyata komitmen tersebut. Wakil Ketua Umum DPP PSI, Bro Aan (Andi Budiman), dengan penuh kepedulian didampingi oleh rombongan yang solid—termasuk Ketua Bidang Tanggap Bencana DPP PSI, Bang Jefri G, serta para perwakilan dari DPW Jawa Tengah dan DPD Kabupaten Tegal—turun langsung menyambangi para korban bencana tanah bergerak. Mereka mengunjungi dua titik terdampak parah: Desa Padasari di Kecamatan Jatinegara, dan Desa Kajen di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.
Bukan sekadar kunjungan simbolis, bantuan konkret berupa matras untuk alas tidur, obat-obatan esensial, paket makanan bergizi, perlengkapan sekolah untuk anak-anak yang terganggu pendidikannya, hingga distribusi air bersih yang sangat dibutuhkan, diserahkan langsung kepada warga yang sedang berjuang memulihkan diri. Aksi nyata ini adalah penegasan mendalam dari filosofi yang dipegang teguh oleh PSI Brebes, seperti yang mereka sampaikan: “Kirab bukan hanya tentang perayaan budaya, tetapi juga tentang kepekaan sosial. Budaya tanpa kemanusiaan adalah hampa. Dan kemanusiaan tanpa kebersamaan adalah lemah.” Sebuah pesan kuat yang merangkum inti dari keterlibatan mereka.
Menjaga Akar, Merajut Harapan Generasi
Bagi PSI Brebes, kirab bukan sekadar parade. Ia adalah jembatan kokoh yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan, yang menautkan akar tradisi dengan tunas-tunas harapan. Di tengah laju dunia yang terus bergerak cepat dan seringkali menggerus identitas, budaya adalah kompas yang tak tergantikan. Ia menjadi penunjuk arah, menjaga generasi muda agar tak kehilangan rumah, tak tercerabut dari jati diri bangsanya. Ini adalah upaya kolektif untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur tetap terpatri, diwariskan, dan relevan sepanjang zaman.
Mas Wawan, sebagai perwakilan DPD PSI Brebes, dengan nada penuh keyakinan dan gairah, menegaskan kembali pentingnya momentum ini. “Kirab budaya ini adalah peristiwa yang menyala, sebuah obor yang takkan padam. Ia mengingatkan kita semua bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tak pernah berhenti merawat warisannya. Lebih dari itu, generasi muda harus diberi panggung, harus didorong, untuk mencintai budayanya sendiri, agar estafet peradaban terus berlanjut,” ujarnya, memancarkan optimisme.
Inspirasi dari Jokowi dan Gelora Partisipasi
Gelombang antusiasme tak terbendung dari seluruh penjuru kecamatan di Kabupaten Brebes. Laporan dari para Ketua DPC menunjukkan adanya gelora semangat yang luar biasa dalam menyambut momentum bersejarah ini. Lebih dari sekadar ajang unjuk kebolehan, ini adalah manifestasi dari rasa memiliki terhadap budaya dan persatuan.
Kehadiran sosok Presiden ke-7 Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, menjadi cahaya tersendiri dalam kirab tersebut. Bagi keluarga besar PSI Brebes, beliau bukan sekadar pemimpin negara, melainkan figur inspiratif yang multidimensional: seorang idola, guru politik yang mengajarkan kesederhanaan, sekaligus tokoh bangsa yang mampu menghadirkan politik dengan kerja nyata dan tanpa banyak retorika. Kehadirannya seolah memberikan legitimasi dan semangat ekstra bagi setiap peserta.
Demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kekhidmatan acara yang sakral ini, partisipasi fisik memang harus dibatasi. Sebanyak 3.000 orang akan menjadi representasi kuat dari PSI Brebes, terdiri dari jajaran pengurus DPD, DPC, DPRt, kader militan, hingga para simpatisan yang setia. Untuk mengangkut rombongan besar ini menuju Tegal, persiapan logistik telah dilakukan secara matang: lima puluh tiga bus besar, tujuh unit elf, serta lima mobil pribadi disiagakan. Seluruh peserta akan berkumpul terlebih dahulu di Lapangan Luwes Klampok, Wanasari, sebelum melanjutkan perjalanan dengan pengawalan ketat dari Satlantas Polres Brebes, memastikan kelancaran dan keselamatan.
Photo/Mas Wawan ketua DPD PSI kabupaten Brebes Bersama KSB DPW PSI JATENG (Sabtu, 14/2/2026)
Menyemai Semangat Kebersamaan di Sepanjang Jalur Pantura
Perjalanan dari Brebes menuju Tegal, dalam konteks ini, bukan sekadar lintasan kilometer geografis yang dilalui kendaraan. Ia adalah metafora dari sebuah pergerakan yang lebih besar, sebuah ikrar kebersamaan yang disemai di sepanjang jalur Pantura. Setiap roda yang berputar, setiap langkah yang diayunkan, membawa serta harapan dan komitmen untuk merajut silaturahmi yang kokoh. Ini adalah simbol persatuan yang terjalin erat – dari kepedulian yang mendalam terhadap sesama, membuktikan bahwa politik sejatinya adalah tentang melayani; menuju perayaan kebudayaan yang luhur, mengukuhkan identitas bangsa yang kaya; dan dari aksi nyata di lapangan, membuktikan bahwa narasi besar Indonesia adalah tentang gotong royong.
Kirab ini menjadi penanda bahwa semangat persatuan dan kepedulian tak pernah pudar, justru kian menyala di tengah dinamika zaman. Dengan langkah mantap, PSI Brebes menunjukkan bahwa sebuah gerakan politik bisa beriringan dengan kepekaan sosial dan kecintaan pada akar budaya bangsa.
Inilah”Kirab yang Menyala dari Pantura”sebuah langkah besar yang berangkat dari empati tulus, yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara, dan pada akhirnya, bermuara pada persatuan Indonesia yang tak tergoyahkan, sebuah harmoni yang terus dirajut demi masa depan yang lebih baik (Red/II)
(Agus)














