Bupati Kembang Pastikan Pelayanan Publik tak Terhambat
Garudaxpose.com l Jembrana – Bali Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara resmi menandatangani dokumen utang Rumah Sakit Umum (RSU) Negara yang kini mencapai angka akumulatif sebesar Rp 33 miliar lebih. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab kepemimpinan dalam menuntaskan persoalan finansial menahun yang menghambat optimalisasi fasilitas kesehatan rumah sakit plat merah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan laporan keuangan, total beban utang tersebut merupakan akumulasi dari periode pemerintahan sebelumnya. Sementara , hingga akhir tahun 2024, RSU Negara tercatat meninggalkan beban utang sebesar Rp 32 miliar lebih. Kondisi ini diperburuk dengan kinerja keuangan setahun terakhir yang mencatatkan kerugian operasional sekitar Rp 900 juta.
Bupati Kembang Hartawan memberikan perhatian khusus kepada jajaran Direksi RSU Negara. Ia menegaskan Direktur yang baru untuk memastikan tidak ada lagi kebocoran anggaran atau kerugian di masa mendatang. Caranya dengan melakukan evaluasi menyeluruh manajemen rumah sakit , serta mendorong efisiensi serta optimalisasi pendapatan serta melakukan empati fiskal .
“Ini adalah tantangan sekaligus ujian bagi Direktur. Saya minta pastikan rumah sakit tidak merugi lagi. Lakukan efisiensi kencang, maksimalkan pendapatan, dan optimalkan pelayanan. Sebagai pemimpin, ini adalah tanggung jawab yang harus diselesaikan,” tegasnya dihubungi jumat ( 13/2).
Bupati Kembang juga mengingatkan bahwa efisiensi bukan berarti pemotongan fasilitas bagi masyarakat. Sebaliknya, manajemen dituntut lebih kreatif dalam mengelola sumber daya yang ada agar tetap memberikan pelayanan prima di tengah beban finansial yang berat.
Sementara itu, Direktur RSU Negara, dr. I Gusti Agung Putu Arishanta yang baru dilantik sebulan lalu akan berupaya melakukan efesiensi dan meningkatkan pendapatan seperti arahan Bupati Kembang Hartawan.
“Kami akan laksanakan efisiensi anggaran, seperti memangkas biaya operasional yang tidak mendesak tanpa mengurangi kualitas penanganan pasien dan meningkatkan standar layanan untuk menarik kembali kepercayaan masyarakat, yang secara otomatis akan meningkatkan pendapatan,” ucapnya. ( Gustra )














