Warga Hidup dalam Kemiskinan Ekstrem, Pemerintahan Desa Onan Lama Pegagan Hilir Dipertanyakan

- Penulis

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Sidikalang,  — Pemerintahan Desa Onan Lama, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi tengah menjadi sorotan publik. Pertanyaan besar muncul setelah sebuah kabar viral di media sosial mengungkap kondisi salah satu warga yang hidup dalam keadaan sangat memprihatinkan, seolah luput dari perhatian pemerintah desa maupun pihak terkait.

Kabar tersebut datang dari warga Dusun Juma Kancil, Desa Onan Lama. Salah satu keluarga di dusun tersebut diketahui hidup dalam kondisi yang jauh dari kelayakan. Rumah berukuran sekitar 3×4 meter dengan tinggi hanya 170 cm itu berdinding anyaman bambu, berlantai tanah, dan pintu masuknya hanya berupa selimut bekas. Ketika hujan turun, air kerap masuk dan membuat lantai basah. Situasi ini menjadi pemandangan yang menyayat hati bagi siapa pun yang melihatnya.

Tersentuh oleh laporan warga, Jonni P. Berutu, seorang anggota TNI berpangkat Bintara, tergerak untuk turun langsung memberikan bantuan sembako. Ia didampingi oleh Riduan Maibang dari PPI (Pemuda Pakpak Indonesia), Rahmayanti Caniago dari Penggiat Literasi Pojok Kuta Padang Sidiangkat, serta awak media GarudaXpose, Jembri Padang, yang turut menyaksikan langsung kondisi mengenaskan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perbincangan dengan keluarga itu, sang ibu tak mampu menahan tangis.
“Beginilah keadaan kami, Pak. Sekian tahun kami tinggal di sini, tidak ada perhatian, tidak pernah dapat bantuan apa pun,” ucapnya sambil memeluk ketiga anaknya.

Pemandangan serupa juga ditemukan saat rombongan mengunjungi warga lanjut usia di lokasi lain di desa tersebut. Sang bapak mengaku kehabisan beras dan tak memiliki persediaan makanan lain.
“Kami tak punya apa-apa lagi, Pak. Tolonglah kami,” ungkapnya lirih.

Usai menyerahkan bantuan sembako, sang bapak berkali-kali mengucapkan terima kasih hingga membuat Jonni P. Berutu meneteskan air mata melihat kondisi yang dialami warga tersebut.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar bagi masyarakat: Apa yang terjadi dengan pemerintahan Desa Onan Lama? Mengapa warga yang jelas membutuhkan justru tidak tersentuh bantuan selama bertahun-tahun?

Masyarakat berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten segera turun langsung melihat kondisi warga kurang mampu dan menetapkan mereka sebagai prioritas dalam program bantuan sosial.

Harapan itu kini menggema: jangan biarkan warga hidup dalam penderitaan ketika negara seharusnya hadir untuk mereka.(Jembri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri, Kakanwil Kamenag Banten Silaturhami Ke Abuya Muhtadi
Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Konsep 4K
Heboh! Oknum Kepsek SMP di Tapteng Diduga Terlibat Pelecehan Seksual, Disdik Angkat Bicara
Info Giat Wagub Bali Terkait HUT Laskar Bali Shanti dan Giat IWO Tanam Mangrove
Moderasi Beragama Dan Ekoteologi Jadi Bekal PPPK, Kamenag Layani Masyarakat
Hadir di UKW PWI, Polres Probolinggo Dorong Wartawan Makin Kompeten dan Beretika
Peduli Lingkungan dan Mitigasi Bencana, Rumah Zakat Probolinggo Bersama Destana Mangunharjo Bersihkan TPU Sumber Arum
Suraji, Korban Keenam Karhutla Bromo, Dimakamkan di Kampung Halaman di Lumbang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Hari Santri, Kakanwil Kamenag Banten Silaturhami Ke Abuya Muhtadi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Konsep 4K

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:51 WIB

Heboh! Oknum Kepsek SMP di Tapteng Diduga Terlibat Pelecehan Seksual, Disdik Angkat Bicara

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Info Giat Wagub Bali Terkait HUT Laskar Bali Shanti dan Giat IWO Tanam Mangrove

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Moderasi Beragama Dan Ekoteologi Jadi Bekal PPPK, Kamenag Layani Masyarakat

Berita Terbaru