Garudaxpose.com | Probolinggo – Jenazah Suraji (44), korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jumat (23/10/2026). Suraji menjadi korban jiwa keenam dalam tragedi kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut.
Prosesi pemakaman berlangsung setelah jenazah almarhum diberangkatkan dari RSUD dr. Soetomo, Surabaya, menuju rumah duka di Dusun Krajan RT 7 RW 2, Desa Lumbang. Keluarga dan warga setempat menyambut kepulangan jenazah dengan suasana penuh duka sebelum mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir.
Sejumlah warga sebelumnya telah menyiapkan liang lahat di TPU Desa Lumbang. Persiapan tersebut dilakukan untuk menyambut pemakaman Suraji sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang meninggal dunia setelah berjuang melawan luka bakar serius.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suraji mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Soetomo, Surabaya, pada Jumat (23/10/2026), setelah menjalani perawatan intensif selama delapan hari. Ia merupakan salah satu korban selamat dalam peristiwa karhutla yang melanda kawasan Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10/2026).
Dalam kesehariannya, Suraji bekerja sebagai karyawan hotel sekaligus menjadi relawan pemadam karhutla. Namun, saat peristiwa kebakaran tersebut terjadi, ia mengalami luka bakar serius yang mencapai 49 persen dari luas permukaan tubuhnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi Suraji juga diperberat oleh infeksi berat dan infeksi pada paru-paru. Selama dirawat, ia sempat menjalani operasi pada Jumat (16/10/2026) dan membutuhkan alat bantu pernapasan berupa ventilator.
Meski telah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis, nyawa Suraji akhirnya tidak tertolong. Kepergiannya menambah daftar korban meninggal dunia akibat kebakaran di kawasan TNBTS tersebut, setelah lima korban lainnya lebih dahulu meninggal dunia.
Dimakamkannya Suraji di kampung halamannya menandai berakhirnya perjalanan panjang perawatan yang dijalaninya sejak menjadi korban kebakaran. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga serta masyarakat yang mengenalnya sebagai pekerja hotel sekaligus relawan pemadam karhutla.
Dengan meninggalnya Suraji, total korban jiwa akibat karhutla Bromo bertambah menjadi enam orang. Tragedi ini menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Kabupaten Probolinggo.
(Septyan)














