Peduli Lingkungan dan Mitigasi Bencana, Rumah Zakat Probolinggo Bersama Destana Mangunharjo Bersihkan TPU Sumber Arum

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong kesadaran pengurangan risiko bencana, Rumah Zakat Probolinggo melalui Desa Tangguh Bencana (Destana) Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menggelar aksi kerja bakti di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sumber Arum, Jumat (23/10/2026) sore.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026 tersebut diwujudkan melalui pembersihan sejumlah area pemakaman dan penataan lingkungan. Aksi ini menjadi bentuk partisipasi bersama dalam menjaga kebersihan fasilitas umum sekaligus membangun kebiasaan peduli terhadap kondisi lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap kebersihan dan kesiapsiagaan masyarakat. Sejumlah pejabat, aparat kewilayahan, fasilitator kebencanaan, serta relawan Destana tampak berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka yang hadir di antaranya Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Probolinggo Nurkholiq, Fasilitator Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Eko Yudha H.M., Lurah Mangunharjo Ikromi Wida Utama, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangunharjo, serta Ketua Destana Kelurahan Mangunharjo Rudi Purwanto bersama belasan anggotanya.

Dengan semangat kebersamaan, para peserta langsung bergerak membersihkan kawasan TPU Sumber Arum. Sejumlah pekerjaan dilakukan secara bergotong royong, mulai dari membersihkan saluran air, menyingkirkan rerumputan liar, hingga merapikan dahan pohon yang melintang di sekitar lokasi.

Peralatan sederhana seperti cangkul, sabit, dan gunting rumput dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan. Penggunaan peralatan tersebut membantu peserta membersihkan bagian-bagian lingkungan yang ditumbuhi rumput maupun area yang memerlukan penataan.

Pembersihan saluran air menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan tersebut. Saluran yang terjaga dari sampah dan hambatan dapat membantu kelancaran aliran air, sehingga pemeliharaannya menjadi bagian dari perhatian terhadap kondisi lingkungan, khususnya saat memasuki periode hujan.

Di sisi lain, rerumputan liar yang tumbuh di area pemakaman juga dipangkas agar kawasan terlihat lebih terawat. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berkunjung sekaligus menjaga kebersihan salah satu fasilitas umum di wilayah Kelurahan Mangunharjo.

Para peserta turut merapikan dahan-dahan pohon yang melintang dan berpotensi mengganggu akses di sekitar kawasan. Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan lingkungan agar area pemakaman tetap tertata dan dapat digunakan dengan lebih nyaman.

Ketua Destana Kelurahan Mangunharjo, Rudi Purwanto, mengatakan bahwa aksi bersih-bersih tersebut menjadi salah satu upaya mengajak masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pencegahan dan pengurangan risiko bencana. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata yang dapat dilakukan bersama.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko bencana. Kita bisa memulainya dari hal sederhana, seperti membersihkan saluran air, memangkas rumput liar, dan memastikan lingkungan sekitar tetap terawat,” ujar Rudi.

Ia menambahkan, keberadaan Destana di tingkat kelurahan diharapkan dapat mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami pentingnya kesiapsiagaan, tetapi juga berperan aktif dalam upaya pencegahan. Dengan demikian, kesadaran menghadapi potensi bencana dapat tumbuh melalui keterlibatan warga dalam kehidupan sehari-hari.

Rudi berharap semangat gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut dapat terus dipelihara. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus mendukung terbentuknya komunitas yang lebih tangguh terhadap berbagai potensi ancaman bencana.

Lurah Mangunharjo, Ikromi Wida Utama, menyampaikan bahwa kerja bakti tersebut menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, persoalan kebersihan dan pemeliharaan fasilitas umum akan lebih mudah ditangani apabila pemerintah dan masyarakat memiliki kepedulian serta tujuan yang sama.

“Kami mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam kegiatan ini. Lingkungan yang bersih dan terawat harus dijaga secara bersama-sama, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat untuk terus berpartisipasi, bukan hanya ketika ada kegiatan kerja bakti, tetapi juga dalam keseharian,” tutur Ikromi.

Ia juga menekankan bahwa partisipasi warga menjadi modal penting dalam menjaga kondisi lingkungan di wilayah kelurahan. Melalui kegiatan bersama, masyarakat dapat membangun kebiasaan saling peduli, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kondisi fasilitas umum dan saluran air di sekitar tempat tinggal.

Ikromi berharap kegiatan dalam rangka Bulan PRB tersebut dapat menjadi pemantik bagi warga untuk semakin aktif menjaga lingkungan. Menurutnya, kebersihan dan keteraturan kawasan perlu menjadi perhatian berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Probolinggo, Nurkholiq, menjelaskan bahwa pengurangan risiko bencana membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk masyarakat di tingkat kelurahan. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui penanganan saat bencana, tetapi juga dengan meningkatkan kepedulian dan melakukan langkah pencegahan sesuai kondisi lingkungan.

“Momentum Bulan Pengurangan Risiko Bencana ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini. Masyarakat dapat mengambil peran melalui kegiatan sederhana, termasuk menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan, serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi bahaya di sekitarnya,” ungkap Nurkholiq.

Menurutnya, kolaborasi antara BPBD, pemerintah kelurahan, relawan, dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana. Melalui kerja sama tersebut, edukasi kebencanaan diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan mendorong terbentuknya perilaku yang lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan.

Kegiatan bersih-bersih di TPU Sumber Arum ini juga menjadi ruang kolaborasi antara Rumah Zakat Probolinggo, Destana Kelurahan Mangunharjo, pemerintah setempat, serta unsur TNI-Polri. Kehadiran berbagai pihak tersebut memperlihatkan keterlibatan lintas unsur dalam kegiatan sosial yang berorientasi pada kepentingan bersama.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta berharap peringatan Bulan PRB Tahun 2026 tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan turut mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan kesiapsiagaan. Upaya merawat lingkungan diharapkan terus dilakukan secara rutin melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama.

Aksi di TPU Sumber Arum pun menjadi pengingat bahwa membangun lingkungan yang lebih tangguh dapat dimulai dari langkah sederhana di sekitar masyarakat. Dengan menjaga kebersihan, merawat fasilitas umum, dan meningkatkan kesadaran terhadap potensi bahaya, upaya pengurangan risiko bencana dapat menjadi bagian dari tanggung jawab bersama di Kelurahan Mangunharjo.

(Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Moderasi Beragama Dan Ekoteologi Jadi Bekal PPPK, Kamenag Layani Masyarakat
Hadir di UKW PWI, Polres Probolinggo Dorong Wartawan Makin Kompeten dan Beretika
Suraji, Korban Keenam Karhutla Bromo, Dimakamkan di Kampung Halaman di Lumbang
Warga Desa Tegalsono Jalan 2 KM Cari Air Bersih, DWP BPBD Probolinggo Salurkan Bantuan 11.000 Liter
Peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station Hibah Proyek Bali E-Mobility
BREAKING NEWS: Tragis! Hendak Mengajar, Guru SMPN 2 Pergadungan Tewas Terlindas Truk Fuso di Pantai Kuta
Hasil Musyawarah Lintas Sektor, Pembuang Sampah di Jalur Kawah Ijen Terancam Diproses Hukum
Puncak Hari Santri Nasional 2026 di Kab Tangerang Berlangsung Meriah

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Moderasi Beragama Dan Ekoteologi Jadi Bekal PPPK, Kamenag Layani Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Hadir di UKW PWI, Polres Probolinggo Dorong Wartawan Makin Kompeten dan Beretika

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Suraji, Korban Keenam Karhutla Bromo, Dimakamkan di Kampung Halaman di Lumbang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Warga Desa Tegalsono Jalan 2 KM Cari Air Bersih, DWP BPBD Probolinggo Salurkan Bantuan 11.000 Liter

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:39 WIB

Peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station Hibah Proyek Bali E-Mobility

Berita Terbaru