Garudaxpose.com, Bandung – Anggaran yang terserap belum cukup untuk menyatakan sebuah program berhasil. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memiliki target yang jelas, menghasilkan kinerja terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Amrullah, saat menutup kegiatan Optimasi Anggaran Tahun 2026 dan Rancangan Kinerja Anggaran Tahun 2027 di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2026).
Dalam arahannya, Amrullah menekankan pentingnya menyelaraskan perencanaan dan penganggaran dengan dua aspek utama, yakni output atau keluaran program dan outcome atau hasil yang dirasakan dari pelaksanaan program.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kedua aspek tersebut harus dirumuskan sejak tahap perencanaan agar setiap alokasi anggaran memiliki tujuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan hasilnya.
Ada dua prinsip yang harus menjadi perhatian dalam proses perencanaan dan penganggaran, yaitu output dan outcome. Sejak awal, tujuan program harus jelas, targetnya harus terukur, dan yang paling penting, pelaksanaannya harus memberikan dampak bagi masyarakat,” tegas Amrullah.
Ia menjelaskan, hasil evaluasi anggaran 2026 dan pembahasan rancangan kinerja anggaran 2027 harus menjadi pijakan bagi setiap satuan kerja untuk memperbaiki kualitas perencanaan.
“Evaluasi tidak cukup hanya melihat realisasi anggaran, tetapi juga perlu mengukur kesesuaian antara program yang dijalankan, target yang ditetapkan, dan manfaat yang hendak dihasilkan,” ujar Amrullah.
Karena itu, Amrullah meminta hasil pembahasan selama kegiatan tidak berhenti sebagai catatan evaluasi. Setiap satuan kerja perlu menindaklanjutinya melalui langkah kerja konkret, penetapan prioritas, serta indikator keberhasilan yang dapat dipantau dan dievaluasi.
Penekanan tersebut menjadi penting dalam penyusunan anggaran 2027. Perencanaan yang matang sejak awal diharapkan dapat membantu satuan kerja mengantisipasi kendala pelaksanaan, menggunakan sumber daya secara lebih efektif, dan memastikan program berjalan sesuai sasaran.
Dengan berakhirnya kegiatan optimasi anggaran ini, kata Amrullah, pekerjaan berikutnya adalah menerjemahkan hasil pembahasan ke dalam rencana kerja yang lebih terukur dan berorientasi pada hasil.
“Bagi Kemenag Banten, kualitas anggaran pada akhirnya bukan hanya soal ketepatan administrasi atau besarnya serapan, melainkan sejauh mana program yang dibiayai mampu meningkatkan kinerja organisasi dan menghadirkan pelayanan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.















