Usut Tuntas Dugaan KKN Kegiatan Rehabilitasi Sosial di Dinas Sosial Kabupaten Muba, Massa GLSS Minta Kejati Sumsel

- Penulis

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Garudaxpose.com – Massa Gabungan LSM Independent Sumatera Selatan (GLSS) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan hari ini, Jumat, 28 November 2025, pukul 10.00 WIB. Aksi ini mendesak Kejati Sumsel segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi dan Kolusi, KKN) dalam sejumlah kegiatan di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tahun Anggaran (TA) 2025.

Koordinator Aksi Simon, didamapingi M. Harris, Martin Ghantago. dalam orasinya mengungkapkan bahwa dugaan korupsi tersebut terkait dengan kegiatan Rehabilitasi Sosial Dinsos Muba TA 2025 yang menelan anggaran miliaran rupiah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan investigasi tim kami, terdapat indikasi kerugian negara yang besar. Kami menduga ada penyalahgunaan wewenang dan mark-up yang sangat tinggi dalam pelaksanaan kegiatan ini,” tegas Simon.

Libatkan Eks Kepala Dinas dan CV Misterius,”GLSS menyebutkan bahwa kegiatan bermasalah tersebut dilaksanakan oleh CV. Amoeba Food. Yang mencurigakan, hasil investigasi tim GLSS menunjukkan bahwa dokumen kepemilikan CV tersebut diduga mengarah pada mantan Kepala Dinas Sosial Muba yang saat ini masih menjabat sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba,”jelasnya.

Adapun Empat (4) Kegiatan Rehabilitasi Sosial yang Dilaporkan sbb ;

1.Permakanan Lansia (makan siang) untuk 10 orang Rp 400.000.000 Diduga tidak sesuai KAK, Mark Up Volume & Harga

2.Sembako Lansia untuk 260 orang Rp 200.150.000 Diduga tidak sesuai KAK, Mark Up Volume & Harga

3.Permakanan Panti 215 orang Rp 247.968.000 Diduga tidak sesuai KAK, Mark Up Volume & Harga

4.Sembako Disabilitas Rp 125.548.000 Diduga tidak sesuai KAK, Mark Up Volume & Harga.

GLSS menegaskan bahwa,” keempat kegiatan di atas diduga kuat tidak sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK), Mekanisme Pelaksanaan, dan RKS/RAB yang telah ditetapkan. Hal ini memunculkan potensi kerugian keuangan negara akibat manipulasi dan mark-up volume serta harga yang sangat tinggi. Beberapa kegiatan bahkan diindikasikan fiktif atau tidak dilaksanakan secara penuh,”tambahnya.

Adapun Tuntutan Utama GLSS kepada Kejati Sumsel adalah sebagai berikut ;

1.Mendesak Kajati Sumsel segera memanggil Kepala Dinas Sosial Muba beserta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan tersebut untuk dimintai keterangan dan menaikkan status perkara ke tahap Penyelidikan (“LID”) dan Penyidikan (“DIK”).

2.Mendesak Kajati Sumsel segera menetapkan Tersangka (TSK) terhadap Kepala Dinas Sosial Muba karena kegiatan tersebut dinilai tidak transparan, sebagian terindikasi fiktif, dan terindikasi mark-up yang sangat tinggi.

Kegiatan Swakelola Rawan KKN Turut Dilaporkan

Selain dugaan KKN pada kegiatan Rehabilitasi Sosial, GLSS juga melaporkan dua (2) kegiatan lain yang dilaksanakan secara swakelola (tanpa lelang) yang dinilai rawan tindak KKN, yaitu:

1.Pengelolaan Data Fakir Miskin Cakupan Daerah Kabupaten/Kota (Volume 2.300 KK, 34.887 Jiwa) dengan anggaran fantastis sebesar Rp 21.510.622.000 (lebih dari Rp 21,5 Miliar).

2.Pengelolaan Data Fakir Miskin Cakupan Daerah Kabupaten/Kota (Volume 1.000 KK) dengan anggaran Rp 305.684.000.

“GLSS berharap Kejati Sumsel dapat serius menanggapi laporan ini demi menyelamatkan keuangan negara dan memastikan dana bantuan sosial benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,”pungkasnya.

Massa aksi GLSS di terima oleh Kajati Sumsel yang di Wakili oleh Burnia Jaksa Fungsional Kejati Sumsel yang mengatakan kami mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan GLSS yang telah melakukan aksi secara damai.

“Terkait aksi dan tuntutan dari kawan-kawan GLSS akan kami laporkan dan sampaikan dengan pimpinan,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Respons Cepat Aduan 110, Polres Jember Amankan 21 Motor Balap Liar di Akses Bandara Notohadinegoro
Sarasehan Pencegahan Narkoba Di Guwang, TNI-Polri Dan Pecalang Bersinergi Jaga Keamanan
Dandim 1616/Gianyar Hadiri Pelantikan 26 Perbekel Serentak, Bupati Tekankan Tanggung Jawab dan Pelayanan Publik
Minggu Kasih di Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Kapolres Gianyar Ajak Masyarakat Perangi Narkoba Dan Jauhi Judi Online
Masuk Hari ke-24 Pemutihan Pajak, Samsat Bangil Pasuruan Diserbu Wajib Pajak
Sat Pamobvit Polres Gianyar Intensifkan Patroli Wisata, Jaga Keamanan Dan Kenyamanan Wisatawan
Kurang dari 24 Jam, Polres Jember Tangkap Dua Terduga Perampok Toko Emas  
Info Denpasar Seputar Putra-Putri Remaja, Kunker Dekranas dan Raker Posyandu Nasional

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Respons Cepat Aduan 110, Polres Jember Amankan 21 Motor Balap Liar di Akses Bandara Notohadinegoro

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Sarasehan Pencegahan Narkoba Di Guwang, TNI-Polri Dan Pecalang Bersinergi Jaga Keamanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Dandim 1616/Gianyar Hadiri Pelantikan 26 Perbekel Serentak, Bupati Tekankan Tanggung Jawab dan Pelayanan Publik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:08 WIB

Minggu Kasih di Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Kapolres Gianyar Ajak Masyarakat Perangi Narkoba Dan Jauhi Judi Online

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Masuk Hari ke-24 Pemutihan Pajak, Samsat Bangil Pasuruan Diserbu Wajib Pajak

Berita Terbaru