Tak Cuma Wadah Pembinaan Napi, Lahan SAE Lapas Banyuwangi Kini Jadi Tempat Penyuluhan Pertanian

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | BANYUWANGI – Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menunjukkan fungsi strategisnya yang semakin luas. Tidak hanya menjadi wadah pembinaan bagi para warga binaan, lahan yang terletak di Kelurahan Pakis ini dipilih oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi sebagai pusat penyuluhan bagi kelompok tani dari berbagai wilayah di Banyuwangi, Selasa (9/6).

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan penyuluhan tersebut dipandu langsung oleh para petugas penyuluh dari Dispertan Banyuwangi. Dipilihnya SAE Paswangi sebagai lokasi penyuluhan bukan tanpa alasan. Pihak dinas menilai kawasan ini sangat representatif dan ideal untuk memberikan gambaran nyata atau pilot project mengenai tata kelola pertanian yang produktif dan terintegrasi kepada para petani.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan dari Dispertan Banyuwangi yang telah menunjuk SAE Paswangi sebagai tempat edukasi lintas sektor.

 

“Kami sangat berterima kasih atas penunjukan SAE Paswangi ini. Kerja sama ini memberikan dampak ganda yang sangat positif. Tidak hanya bagi kelompok tani luar, tetapi ilmu yang disampaikan oleh para penyuluh dispertan otomatis juga terserap oleh para warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi di sini,” ujar Solichin.

 

Solichin menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam lingkaran penyuluhan ini sangat sejalan dengan visi utama pendirian SAE Paswangi. Dengan menyerap ilmu pertanian modern secara langsung dari ahlinya, para warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan yang jauh lebih matang dan siap diaplikasikan setelah bebas nanti.

 

“Ini sangat sesuai dengan tujuan awal SAE Paswangi, yaitu sebagai wadah pembinaan untuk mendongkrak skill atau keterampilan kemandirian warga binaan, baik di sektor pertanian maupun perikanan. Kami ingin saat mereka kembali ke masyarakat, mereka tidak hanya membawa kesadaran baru, tetapi juga keahlian nyata yang produktif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Koster Tegaskan Pembangunan Bali Harus Harmonis Bersama Alam
BGN Rekomendasikan Susu Hewani Masuk Menu MBG, Dorong Gizi Sekaligus Kesejahteraan Peternak Lokal
Akses Jalan Setapak di TPU Putuk Tertutup Pohon Kamboja, BPBD Kota Probolinggo Turun Tangan
30 TAHUN AL HASANIYAH: KETIKA HAUL DI KEDAWON MEMBUKA TABIR TRAH MAJAPAHIT
Presiden Prabowo Resmikan Program PLTS Sejumlah Wilayah di Bali
TOLAK GERAKAN INKONSTITUSIONAL, PANUTAN DARI PANTURA: FORUM WARGA BREBES DEKLARASI KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO
Panutan dari Pantura: Forum Warga Brebes Deklarasi Pasang Badan Kawal Pemerintahan Prabowo dari Gerakan Inkonstitusional
BREBES NYATAKAN SIKAP: KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO HASIL KONSTITUSI, LAWAN TOTAL AKSI ANARKIS

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 02:29 WIB

Gubernur Koster Tegaskan Pembangunan Bali Harus Harmonis Bersama Alam

Rabu, 9 September 2026 - 00:28 WIB

BGN Rekomendasikan Susu Hewani Masuk Menu MBG, Dorong Gizi Sekaligus Kesejahteraan Peternak Lokal

Selasa, 8 September 2026 - 06:16 WIB

Akses Jalan Setapak di TPU Putuk Tertutup Pohon Kamboja, BPBD Kota Probolinggo Turun Tangan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:07 WIB

30 TAHUN AL HASANIYAH: KETIKA HAUL DI KEDAWON MEMBUKA TABIR TRAH MAJAPAHIT

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Program PLTS Sejumlah Wilayah di Bali

Berita Terbaru

Bali

Friendship Hockey Festival Bali 2026 Resmi Ditutup

Senin, 14 Sep 2026 - 06:18 WIB