Keterangan: Dari Jarak 19 Meter Yang Sama, Fais dan Supersub Belly Adam Pamerkan Eksekusi Kelas Liga – Tembok Dede-Ridwan Bikin Trisula Tegal Frustasi di Depan 700 Penonton
GRINTING, BREBES,GarudaXpose.com//- Jika sepak bola adalah soal keindahan, maka Minggu sore di Lapangan Hijau Desa Grinting adalah pameran eksekusi paling kejam. Tidak butuh open play. Tidak butuh drama penalti. Cukup dua kali bola mati, Joker FC Cirebon membunuh Bina Muda Tegal dengan skor telak 0-2 pada lanjutan penyisihan hari ke-8 Open Porsegi Cup 2026, Minggu (6/9/2026).
Laga kick-off 16.15 WIB yang dipimpin wasit utama Bung Ruswan dibantu asisten Mutiah, Jangkung, wasit cadangan H. Taufik dan di bawah pengawasan H. Sukadar ini berlangsung dalam cuaca cerah, angin kencang, suhu 30 derajat Celcius. 700-an penonton memadati pinggir lapangan, menyaksikan duel gengsi dua tim beda kota yang sama-sama haus lolos.
Adu taktik langsung panas sejak menit pertama. Pelatih Bina Muda Tegal, Handi, dan pelatih Joker FC Cirebon, Komar, sama-sama nekat. Pola 3 striker murni diturunkan. Bina Muda dengan trisula Adam, Iza, dan Oki. Joker FC membalas dengan Hanung, Andi, dan Sima. Hasilnya? Jual-beli serangan, adu sprint, dan duel body keras di lini tengah.
Di atas kertas, Bina Muda lebih agresif. Namun Joker FC lebih dewasa secara mental.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Buktinya, setiap tusukan Hanung yang lolos dari kontrol apik selalu mampu mengacak-acak pertahanan. Bina Muda beberapa kali hampir unggul, tapi penyelesaian akhir mereka selalu mentah.
Dan ketika sepak bola terbuka buntu, kelas berbicara lewat bola mati.
MENIT 24: FAIS MENGHUKUM!
Sebuah pelanggaran di jarak 19 meter, posisi ideal. Semua mata tertuju pada satu nama: Fais. Sang algojo spesialis bola mati Joker FC itu maju tanpa ragu. Satu ancang-ancang pendek, tendangan keras melambung, menikung di atas pagar betis, dan menghujam deras ke pojok atas gawang. Kiper Bina Muda, Sugeng, hanya bisa melompat, tangannya tak sampai. Bola masuk bersih. Gol berkelas Liga 2. 0-1. Di pinggir lapangan, pelatih Komar langsung mengacungkan dua jempol.
Gol itu memukul mental Bina Muda. Mereka mencoba bangkit, mencoba menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Tapi tembok Joker FC terlalu angkuh. Trio Dede, Satrio, dan Ridwan tampil seperti beton. Semua umpan silang dipatahkan, semua duel dimenangkan. Skor 0-1 bertahan hingga jeda.
BABAK KEDUA: OTak Komar Lebih Dingin
Memasuki babak kedua, pertarungan sesungguhnya adalah adu otak pelatih. Komar sadar, satu kesalahan kecil bisa berbalik jadi petaka. Ia berinstruksi: bermain aman, kurangi pelanggaran tidak penting, dan curi gol lagi dari skema mati.
Sebaliknya, Bina Muda Tegal tancap gas. Serangan bertubi-tubi dilancarkan. Tapi hari itu adalah harinya Gozeng. Kiper sekaligus kapten Joker FC itu tampil kesetanan. Dua penyelamatan beruntunnya menggagalkan peluang emas Adam dan Iza. Frustasi mulai terlihat di wajah pemain Bina Muda.
Di tengah tekanan, Joker FC justru mencuri momentum. Kapten tim mencoba menusuk lewat May Heru, meski masih gagal menembus barisan Bina Muda.
Lalu kartu AS dikeluarkan.
MENIT 36 & 39: SUPERSUB DARI NERAKA
Menit 36, Komar melakukan rotasi berani. Nomor punggung 73, Belly Adam, dimasukkan dari sisi kiri. Keputusan yang mengubah segalanya.
Baru tiga menit di lapangan, menit 39, Joker FC kembali mendapat tendangan bebas di spot hampir identik dengan gol pertama. Belly Adam yang meminta bola. Tanpa banyak bicara, ia mengeksekusi.
Dan sejarah terulang lebih kejam. Tendangannya lebih dingin, lebih terukur, kembali merobek jala Sugeng untuk kedua kalinya. Pagar betis Bina Muda jebol lagi. Sugeng mati kutu dua kali dengan cara yang sama. 0-2. Stadion Grinting bergemuruh, penonton geleng-geleng kepala melihat kualitas tendangan bebas yang tak biasa untuk level turnamen desa.
Nama Belly Adam langsung dicatat di buku resmi pengawas pertandingan H. Sukadar sebagai penentu kemenangan.
Hingga wasit Bung Ruswan meniup peluit panjang tanda fulltime 2×30 menit berakhir, skor 0-2 tak berubah. Bina Muda Tegal harus mengakui keunggulan kelas Joker FC Cirebon.
Ketua Panitia, Kisnondo, memberikan apresiasi tinggi. “Terima kasih kepada kedua tim yang bermain dengan fair play, sportif, dan penuh gengsi. Inilah esensi Porsegi Cup, menyajikan tontonan bermutu untuk warga Grinting,” katanya.
Koordinator Pertandingan, Eko Purwanto, langsung menatap laga selanjutnya. “Jangan lupa, hari ke-9, Senin 7 September 2026 besok, akan ada Derby Cirebon yang lebih panas: YOUNG GUNS CIREBON vs GREDKAR CIREBON. Kedua tim dipastikan menurunkan pemain aktif Liga 3 dan Liga 2 Jawa Barat. Ini akan lebih gila dari hari ini. Bravo Open Porsegi Grinting!”
Kemenangan ini bukan sekadar 3 poin. Ini adalah pesan. Joker FC Cirebon datang ke Porsegi Cup 2026 bukan untuk numpang lewat, tapi untuk mengangkat piala. Dengan dua spesialis bola mati mematikan seperti Fais dan Belly Adam, tim manapun yang melanggar di area 19 meter harus siap-siap gempuran tendangan bola mati.***
(4905)












