Photo Doc, Bapak Imam Budi Santoso yang Berulang Tahun ke-55 tahun (13/5/2026)
BREBES,GarudaXpose.com//– Waktu mengalir bagai sungai yang tenang, dan hari ini, Rabu 13 Mei 2026, alirannya mengantarkan sebuah perayaan syukur. Di pelataran Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Brebes, harum doa dan hangatnya penghormatan menyatu dalam satu nama: Imam Budi Santoso, S.ST., M.H. Sang mantan Plt. Direktur itu kini genap menapaki usia ke-55, usia yang matang dalam kebijaksanaan, sarat dalam pengabdian.
Pagi tadi, dinding-dinding rumah sakit yang biasanya bisu oleh deru kesibukan, seakan ikut berdesir. Direktur RSUD Brebes, drg. Adhi Supriadi, membuka rangkaian ucapan dengan tutur yang penuh makna. “Selamat ulang tahun yang ke-55 untuk Bapak Imam Budi Santoso. Jejak dedikasi yang Bapak tinggalkan adalah pelita bagi kami. Bimbingan dan keteladanan Bapak adalah warisan yang tak lekang waktu. Semoga Allah senantiasa menganugerahkan kesehatan, umur yang berkah, dan kebahagiaan yang mengalir tiada henti dalam setiap hela napas Bapak,” ucapnya dengan mata berbinar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gema doa itu tidak berhenti di ruang direksi. Ia mengalir ke lorong-lorong bangsal, ke meja-meja administrasi, ke sudut dapur gizi, ke taman tempat keluarga pasien menanti. Seluruh karyawan, karyawati, dan staf RSUD Brebes menyematkan harap yang sama. Sebab bagi mereka, Pak Imam bukan sekadar mantan pimpinan. Beliau adalah embun pagi yang menyejukkan: hadir tanpa banyak bicara, namun dampaknya terasa dalam kesejukan hati.
Di mata setiap insan rumah sakit, sosoknya terpatri sebagai manusia yang merangkul tanpa sekat. Ramah adalah bahasa hariannya, santun adalah napas perbuatannya. Beliau rendah hati, melangkah dengan bersahaja, menyapa lebih dahulu sebelum disapa, mendengarkan sebelum memberi arahan. Tidak ada dinding jabatan yang tinggi, yang ada hanyalah jembatan kepedulian yang kokoh. “Beliau itu pengayom. Kalau kami bingung, beliau meneduhkan. Kalau kami lelah, beliau menguatkan dengan senyum dan telinga yang mau mendengar,” kenang seorang perawat senior dengan suara bergetar.
Masa baktinya sebagai Plt. Direktur dulu memang tidak panjang dalam hitungan kalender, namun panjang dalam makna. Di tangannya, roda pelayanan rumah sakit tetap berputar dengan optimal, sementara di dadanya tumbuh sebuah budaya: budaya kekeluargaan. Beliau mengajarkan bahwa rumah sakit bukan sekadar gedung dan alat, melainkan rumah bagi hati-hati yang sedang berjuang. Bahwa melayani bukan sekadar tugas, melainkan ibadah yang harus dibalut welas asih.
Kini, di angka 55, usianya laksana padi yang kian merunduk. Semakin berisi oleh pengalaman, semakin menunduk oleh kerendahan hati. Setiap jejak langkahnya dulu telah menjadi jalan yang kini kami tempuh dengan penuh semangat. Keteguhan prinsipnya mengajarkan kami untuk berdiri tegak saat badai menerpa. Kelembutan sikapnya mengingatkan kami bahwa kekuatan sejati lahir dari kasih sayang.
Keluarga besar RSUD Brebes menitipkan doa yang terukir dari ketulusan: semoga langkah Bapak Imam Budi Santoso senantiasa dipayungi keberkahan. Semoga sisa usia menjadi ladang baru untuk terus menebar manfaat, menjadi lentera yang tak pernah padam bagi dunia kesehatan, khususnya di tanah Brebes tercinta. Semoga setiap pengorbanan dan kebaikan yang telah Bapak tanam, tumbuh menjadi pohon rindang yang buahnya dinikmati banyak generasi.
Dirgahayu Bapak Imam Budi Santoso.
Kiranya langit selalu cerah di atas jalan pengabdianmu. Teruslah menjadi telaga keteduhan, tempat kami menimba keteladanan. Sehat selalu, bahagia selalu, dan teruslah menginspirasi.
Pungkasnya, kami semua di RSUD Brebes bersaksi: namamu telah tertulis indah dalam lembar sejarah pelayanan, dan hatimu telah tertanam dalam di sanubari kami. Selamat ulang tahun.red**
(Gus)






