Keterangan: Kemenangan Elegan 7-1 Atas Ghalter FC Cirebon Antarkan Persela ke 16 Besar Sebagai Pemuncak – Gol-Gol Spektakuler Jadi Bukti Kelas Pelatih dan Manajer Berlisensi Lapangan Desa
GRINTING, BREBES,GarudaXpose.com//– Lapangan Hijau Desa Grinting menjadi saksi lahirnya sebuah pertunjukan sepak bola berkelas pada Senin sore, 14 September 2026. Persela FC Lemah Abang Tanjung menutup babak penyisihan Open Turnamen Porsegi Grinting Cup 2026 dengan sebuah karya seni: kemenangan telak 7-1 atas Ghalter FC Cirebon. Bukan sekadar menang, Persela menang dengan cara yang berkelas, tajam, dan penuh gol-gol cantik.
Laga pamungkas hari ke-16 babak penyisihan dengan sistem gugur ini digelar dalam kondisi ideal. Cuaca cerah, temperatur 30 derajat Celcius, kick-off pukul 16.10 WIB dengan durasi 2×30 menit. Sekitar 900 penonton memadati setiap sisi lapangan. Laga dipimpin dengan tegas oleh perangkat pertandingan: wasit utama Bhaktiar, asisten wasit Darsono, Rendi, dan Ruswan, serta pengawas pertandingan Bung Aziz Muslih.
Sejak menit pertama, arah pertandingan sudah jelas. Persela FC bermain bukan hanya untuk menang, tapi untuk menunjukkan siapa penguasa sesungguhnya di Grinting.
Babak Pertama: Kuliah Taktik 4-3-3 Sang Arsitek Bujal
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di atas kertas, duel ini adalah adu otak. Pelatih Kepala Persela FC, Bujal yang akrab disapa Bang Jeck, menurunkan pakem modern 4-3-3 dengan tiga striker murni. Di bawah mistar, Rio dipercaya sebagai penjaga gawang terakhir, sementara ban kapten melingkar di lengan Jhon Darto yang menjadi jenderal lapangan tengah.
Di kubu seberang, Pelatih Kepala Ghalter FC, Ahmad, memilih pendekatan pragmatis 4-4-2 dengan hanya dua striker, Satria dan Rambo, serta penjaga gawang A.Ab. Mereka menerapkan taktik parkir bis total.
Namun kalkulasi Ahmad runtuh oleh kecerdasan Bujal. Instruksi Manajer Bung Ade yang diterjemahkan sempurna oleh Bujal di lapangan membuat Persela menguasai 70 persen penguasaan bola, memaksa Ghalter hanya kebagian 30 persen.
Gol pembuka lahir sebagai gol paling berkelas sore itu. Menit ke-5, gelandang nomor punggung 8, Mus Biandi, menerima umpan terobosan dan dengan satu sentuhan elegan melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau A.Ab. Jaring putih Ghalter bergetar.
Tekanan tak berhenti. Menit ke-13, striker Deka menunjukkan insting predatornya. Sebuah gol spektakuler dari luar kotak penalti, bola melesat keras ke pojok kanan gawang. Publik Grinting bersorak.
Tiga menit berselang, menit ke-16, giliran striker Alan yang mencatatkan namanya. Kerjasama segitiga di depan kotak penalti diakhiri dengan sontekan dingin Alan. Skor 3-0 menutup babak pertama. Sebuah keunggulan yang sangat layak untuk tim yang bermain dengan visi.
Babak Kedua: Festival Gol dan Lahirnya Supersub Andri Messi
Jika babak pertama adalah tentang kontrol, babak kedua adalah tentang eksekusi dan kedalaman skuad.
Pelatih Bujal tidak mengendurkan gas. Justru sebaliknya, Persela FC langsung membombardir pertahanan Ghalter yang sudah rapuh.
Menit ke-34, Dika menambah pundi-pundi gol menjadi 4-0 lewat sundulan terukur memanfaatkan sepak pojok. Menit ke-37, striker Ega ikut berpesta dengan gol kelima melalui aksi individual melewati dua bek Ghalter.
Drama sesungguhnya terjadi pada menit ke-45. Pelatih Bujal memasukkan pemain pengganti Andri Messi. Sebuah keputusan jenius. Belum genap 60 detik menginjak rumput Grinting, Andri Messi yang belum banyak menyentuh bola langsung mendapat peluang emas di depan gawang dan tanpa ampun mengeksekusinya menjadi gol keenam. Gol supersub yang paling spektakuler sore itu.
Ghalter FC akhirnya mendapatkan gol kehormatan pada menit ke-56. Gelandang tengah nomor punggung 17, Rohidin, melepaskan tembakan keberuntungan dari lini kedua yang sedikit berbelok arah dan mengecoh Rio. Skor menjadi 6-1. Gol bonus, gol hadiah yang tak mengubah cerita besar.
Namun Persela belum selesai. Sebagai penutup simfoni, Mus Biandi kembali muncul pada menit ke-59, satu menit jelang peluit panjang. Gol keduanya, gol ketujuh bagi Persela, dicetak dengan sepakan voli first-time yang sangat cantik dan menjadi gol penutup paling berkelas di turnamen ini.
Skor akhir 7-1. Persela FC Trengginas, Ghalter FC tak berdaya dan harus pulang dengan pil pahit kekalahan terbesar di penyisihan tahun ini.
Visi Manajer Berkelas: Target Juara di Panggung Terakhir
Kemenangan ini bukan kebetulan. Ditemui di bench pemain seusai pertandingan, Manajer Persela FC, Bung Ade, berbicara dengan nada tenang namun penuh keyakinan.
Ia menegaskan bahwa partisipasi di Open Porsegi Grinting 2026 ini adalah panggung terakhir bagi timnya di level turnamen desa, sehingga tidak ada kata lain selain juara.
“Kami ikut dalam bagian di Grinting pada Open Turnamen Porsegi Grinting ini karena ini yang terakhir kami ikut turnamen. Jadi target saya jelas, Juara di Open Porsegi Grinting 2026. Saya dan Pelatih Bujal sudah sepakat, kami bangun tim ini bukan untuk sekadar meramaikan, tapi untuk memberikan tontonan sepak bola yang berkelas dan berprestasi,” ujar Bung Ade.
Pernyataan tersebut diamini oleh Ketua Panitia Kisnodo dan Koordinator Open Eko Purwanto yang mengapresiasi sportivitas kedua tim dan antusiasme penonton yang luar biasa hingga hari terakhir penyisihan.
Kini, dengan status sebagai lolos ke babak 16 besar sebagai tim puncak penyisihan, Persela FC Lemah Abang Tanjung mengirimkan pesan keras kepada 15 kontestan lainnya. Mereka datang dengan pelatih tajam, manajer berkelas, dan koleksi gol-gol cantik yang sulit dihentikan.
Sesuai jadwal panitia, babak 16 besar pertama akan dilaksanakan pada hari Rabu, 16 September 2026. Hari Selasa, 15 September 2026, seluruh kompetisi diliburkan satu hari untuk persiapan lapangan dan pembenahan situasi di seluruh area pertandingan.
Bravo Porsegi Open 2026, panggung telah disiapkan untuk sang calon juara, pungkasnya.***
(4905)












