Opini : Menasionalisasi Jalan Pantai Barat: Ketika Banjir Membuka Borok Ketimpangan Infrastruktur

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com l Mandailing Natal —-
Banjir yang melanda wilayah Pantai Barat Mandailing Natal lebih dari sebulan lalu bukan hanya meninggalkan lumpur dan kerusakan rumah warga. Ia juga membuka satu persoalan lama yang selama ini dibiarkan: ketimpangan penanganan infrastruktur jalan, khususnya pada ruas Jembatan Merah–Simpang Gambir.
Ruas jalan berstatus provinsi itu hingga kini belum pulih secara layak. Padahal, jalur tersebut merupakan nadi utama mobilitas masyarakat dari sedikitnya tujuh kecamatan di Pantai Barat. Jalan ini menopang distribusi hasil pertanian, perikanan, perdagangan, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan. Ketika jalan itu rusak, roda kehidupan masyarakat ikut tersendat.
Persoalannya bukan semata kerusakan akibat banjir. Yang lebih mendasar adalah ketidakmampuan sistemik dalam menangani infrastruktur strategis di wilayah pinggiran. Status sebagai jalan provinsi membuat penanganannya kerap setengah hati—tambal sulam, reaktif, dan tanpa desain jangka panjang. Setiap bencana datang, kerusakan berulang, dan masyarakat kembali menanggung risiko.
Di sinilah tuntutan masyarakat Pantai Barat agar jalan Jembatan Merah–Simpang Gambir dinaikkan statusnya menjadi jalan nasional menemukan relevansinya. Ini bukan tuntutan berlebihan, melainkan bentuk rasionalitas publik. Jalan dengan fungsi lintas kawasan, menopang ekonomi regional, dan berada di wilayah rawan bencana semestinya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat yang memiliki kapasitas anggaran dan teknis lebih memadai.
Selama ini, wilayah seperti Pantai Barat Mandailing Natal kerap berada di pinggir peta prioritas pembangunan. Infrastruktur dibangun bukan berdasarkan urgensi kebutuhan, melainkan keterbatasan kewenangan administratif. Akibatnya, masyarakat di kawasan rawan bencana justru menerima kualitas jalan yang paling rapuh.
Bupati Mandailing Natal tidak seharusnya memandang aspirasi ini sekadar desakan emosional pascabanjir. Justru inilah momentum politik dan administratif untuk mengoreksi ketimpangan struktural. Mengusulkan status jalan nasional berarti memperjuangkan keadilan pembangunan, bukan melepaskan tanggung jawab daerah.
Pemerintah pusat pun perlu jujur melihat realitas di lapangan. Jika konektivitas Pantai Barat terus diabaikan, maka jargon pembangunan inklusif hanya akan berhenti sebagai slogan. Jalan yang rusak bukan sekadar soal aspal dan beton, tetapi menyangkut keselamatan warga, daya saing ekonomi, dan martabat negara di wilayah terluarnya.
Banjir telah datang dan pergi.
Namun, jika kerusakan jalan dibiarkan tanpa perubahan kebijakan, maka yang tersisa hanyalah pengulangan penderitaan. Menasionalisasi ruas Jembatan Merah–Simpang Gambir bukan pilihan politis, melainkan keharusan moral dan strategis.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Agraria Kapas I: Pemkab Madina Diduga Ulur Waktu Penyelesaian Konflik Lahan, Hak Rakyat Kembali Digantung
Tiga Ketua BPD Se-Kecamatan Semboro Resmi Ambil Sumpah dan Janji Jabatan
Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Pastikan Kesiapan Denpasar Sambut Pasar Rakyat TP PKK Bali 2026 Libatkan 125 UMKM
Optimalisasi Kesadaran Hukum Masyarakat, 14 Mahasiswa FH Unitas Palembang Mulai KKN di Kelurahan Enam-Belas Ulu Palembang
Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Menerima Studi Tiru TP PKK Kabupaten Magelang
Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Bangli Dan Imigrasi Denpasar Resmi Jalin Kerjasama Keimigrasian
Soroti Potensi Pelanggaran Disiplin, Publik Desak Bupati dan Dinas Pendidikan Madina Tindak Tegas Oknum PNS Rangkap Jabatan
Sat Pamobvit Polres Gianyar Tingkatkan Pengamanan Wisata Di Taman Safari

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:01 WIB

Skandal Agraria Kapas I: Pemkab Madina Diduga Ulur Waktu Penyelesaian Konflik Lahan, Hak Rakyat Kembali Digantung

Rabu, 4 November 2026 - 04:54 WIB

Tiga Ketua BPD Se-Kecamatan Semboro Resmi Ambil Sumpah dan Janji Jabatan

Rabu, 4 November 2026 - 00:47 WIB

Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Pastikan Kesiapan Denpasar Sambut Pasar Rakyat TP PKK Bali 2026 Libatkan 125 UMKM

Selasa, 3 November 2026 - 12:50 WIB

Optimalisasi Kesadaran Hukum Masyarakat, 14 Mahasiswa FH Unitas Palembang Mulai KKN di Kelurahan Enam-Belas Ulu Palembang

Selasa, 3 November 2026 - 11:19 WIB

Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Menerima Studi Tiru TP PKK Kabupaten Magelang

Berita Terbaru