Miris! Warga Rajeg Tinggal di Rumah 3×3 Meter Berbilik Bambu, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miris! Warga Rajeg Tinggal di Rumah 3×3 Meter Berbilik Bambu, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

GARUDAXPOSE.COM|‎Kabupaten Tangerang – Potret memilukan kembali muncul dari pelosok Kampung Cipaniis, RT 013 RW 04, Desa Rancabango, Kecamatan Rajeg. Arif, seorang pekerja harian lepas, hidup bersama istrinya Nurmi dan dua anak mereka di sebuah ruangan sempit berukuran sekitar 3×3 meter, berdinding bilik bambu, tanpa kamar, tanpa sekat, dan hanya beralaskan lantai sederhana untuk tidur.

‎Di dalam ruangan yang menjadi tempat mereka beraktivitas sekaligus beristirahat, tampak satu kasur tipis terhampar di lantai. Seorang anak tertidur pulas di sudut ruangan, sementara Arif duduk bersila dengan wajah tenang namun menyimpan kepenatan hidup yang berat. Sebuah kipas angin menjadi salah satu benda paling mencolok mungkin satu-satunya penolong untuk mengusir panas dalam ruangan yang sempit itu.


Kondisi rumah sangat jauh dari kata layak huni. Ketika hujan turun, air dengan mudah masuk melalui celah atap dan bilik bambu yang lapuk. Dalam satu ruang kecil itulah seluruh aktivitas keluarga berlangsung tidur, makan, bahkan anak-anak bermain. Tidak ada kamar, semua menyatu dalam keterbatasan yang harus mereka terima setiap hari.

‎Arif mengaku, ia keluar rumah setiap pagi untuk bekerja serabutan. “Apa saja saya kerjakan yang penting bisa bawa pulang buat makan,” ungkapnya saat ditemui wartawan, Minggu (7/12/2025).

‎Namun pendapatan tidak selalu ada; ada hari-hari ketika ia pulang tanpa membawa hasil.

‎Saat ditanya terkait bantuan pemerintah, Arif menyebut pernah menerima bantuan beberapa tahun lalu.

‎“Dulu sekitar tahun 2022 pernah dapet, ngambilnya di bank BJB setahun tiga kali. Tapi untuk sekarang belum ada lagi,” ujarnya.

‎Pernyataan ini menunjukkan bahwa bantuan yang dulu sempat membantu kini berhenti, sementara keadaan keluarga Arif tidak kunjung membaik. Rumah yang hampir roboh, ruang tidur sempit, serta dua anak yang masih kecil seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah dan pihak terkait untuk segera turun tangan memberikan perhatian.


‎Miris! Warga Rajeg Tinggal di Rumah 3×3 Meter Berbilik Bambu, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah keluarga kecil ini bukan hanya catatan kemiskinan, tetapi sebuah cermin bahwa masih ada warga yang bertahan hidup dalam kondisi yang tidak selayaknya dialami oleh warga negara. Mereka tidak menuntut lebih, hanya mengharapkan tempat tinggal yang aman dan layak untuk anak-anak bertumbuh tanpa rasa takut ketika hujan datang atau ketika angin malam menusuk tubuh.

‎Semoga ada tangan yang mengetuk pintu kecil itu, tangan pemerintah, komunitas, maupun masyarakat yang ingin membantu. Karena di balik bilik rapuh itu tinggal sebuah keluarga yang terus berjuang agar esok lebih baik dari hari ini*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SEMMI Sukabumi Menggugat: Tolak Kebangkitan Dwi Fungsi, Efek Domino BBM, hingga “Matinya” Pengawasan DPRD
Ratusan Pedagang Tolak Penertiban Eks TPPS Cisoka, Mediasi Pemkab Tangerang Berlanjut
Perkuat Iman dan Pengabdian, Polresta Banyuwangi Gelar Khatmil Quran dalam Peringatan Tahun Baru Islam 1448
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Ipuk : Jadi Basis Data Kebijakan Pembangunan Daerah 10 Tahun ke Depan
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Lumajang Salurkan Bansos untuk Paguyuban Ojol
PROGRAM KARYA BAKTI SATKOWIL SEMESTER I TAHUN 2026 KODIM 0820/PROBOLINGGO
Perkuat Layanan Publik, Pemkab Terima Bantuan Mobil Pelayanan Adminduk
Takziah ke Mendiang Khusnan Abadi, Bupati Ipuk: Figur Politisi Pejuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:24 WIB

SEMMI Sukabumi Menggugat: Tolak Kebangkitan Dwi Fungsi, Efek Domino BBM, hingga “Matinya” Pengawasan DPRD

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:57 WIB

Ratusan Pedagang Tolak Penertiban Eks TPPS Cisoka, Mediasi Pemkab Tangerang Berlanjut

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:19 WIB

Perkuat Iman dan Pengabdian, Polresta Banyuwangi Gelar Khatmil Quran dalam Peringatan Tahun Baru Islam 1448

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:13 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Ipuk : Jadi Basis Data Kebijakan Pembangunan Daerah 10 Tahun ke Depan

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:01 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Lumajang Salurkan Bansos untuk Paguyuban Ojol

Berita Terbaru