Garudaxpose.com | Bali – Skala besar Karya Agung Maligia Bukhur Saren Kauh Puri Gede dan Griya Gede Kemenuh Keramas yang melibatkan sekitar 600 kepala keluarga serta dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat dan tokoh adat menjadi momentum penting memperkuat kebersamaan dan keharmonisan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Danramil 1616-04/Blahbatuh, Kapten. Inf. I Wayan Artawan bersama Babinsa Keramas, Serka. Nyoman Lancar turut hadir mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan pada Rabu 4 Nopember 2026, bertempat di Peyadnyan Karya Agung Maligia Bukhur Saren Kauh Puri Gede dan Griya Gede Kemenuh Keramas, Jalan Segara Wilis, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan keagamaan yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Hindu tersebut dihadiri Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun yang mewakili Bupati Gianyar., Sekda Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, S.IP., M.Si., Danramil 1616-04/Blahbatuh, Kapten. Inf. I Wayan Artawan yang mewakili Dandim 1616/Gianyar., Kapolsek Blahbatuh, Kompol. Luh Putu Sri Sumartini, S.H., M.H., perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar., Camat Blahbatuh, I Wayan Eka Putra, S.STP., MAP., Perbekel Desa Keramas dan Medahan., para Bendesa Adat., Pelingsir Puri Keramas, Anak Agung Bagus Wijaya, serta Ketua Panitia Karya Agung Maligia Bukhur, I Gusti Agung Bagus Artha Wijaya.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi Pemlaspasan Sanggar Tawang dan persembahyangan, yang dipimpin serta dipuput Ida Pedanda Griya Babakan dan Ida Griya Buda Wanasari Baleran. Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan penuh kekhidmatan, mencerminkan kuatnya nilai spiritual, tradisi serta kebersamaan masyarakat dalam menjalankan yadnya.
Karya Agung Maligia Bukhur Saren Kauh Puri Gede lan Griya Gede Kemenuh Keramas merupakan bagian dari rangkaian upacara Atma Wedana, yakni prosesi penyucian roh melalui tahapan nyekah atau mamukur setelah pelaksanaan upacara pelebon atau ngaben.
Upacara ini memiliki makna spiritual yang sangat penting bagi umat Hindu, yaitu memohon penyucian atma agar mencapai tingkatan suci sebagai Dewa Pitara atau Hyang serta memperoleh tempat yang lebih baik di alam baka atau mencapai Siwaloka.
Rangkaian Karya Agung tersebut telah berlangsung sejak 14 Oktober 2026 dan dijadwalkan mencapai puncak karya pada 9 Nopember 2026, dengan melibatkan sekitar 600 kepala keluarga atau pengarep. Besarnya skala upacara ini membutuhkan koordinasi dan kerjasama seluruh unsur terkait, baik dalam mendukung kelancaran kegiatan adat maupun menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian upacara berlangsung. @ (suriasih)















