Menggemparkan: Penelitian Manuskrip Kuno Ungkap 60% Pribumi Indonesia Berdarah Walisongo

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,JAWA TENGAH,GarudaXpose.com-Sebuah klaim mengejutkan yang berpotensi menulis ulang sebagian narasi sejarah dan sosiologi Indonesia datang dari Naqobah Ansab Auliya Tis’ah (NAAT). Organisasi yang fokus pada pelestarian silsilah ini mengumumkan hasil penelitiannya: 60 persen penduduk asli Indonesia memiliki garis keturunan yang terhubung langsung dengan Walisongo, sembilan ulama penyebar agama Islam yang legendaris di Nusantara. Kesimpulan revolusioner ini, menurut NAAT, diperoleh setelah melakukan penelitian ekstensif terhadap beragam manuskrip kuno dan catatan sejarah yang ditemukan di berbagai penjuru kepulauan.

Pengumuman yang mencuri perhatian ini disampaikan dalam forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) NAAT Jawa Tengah, sebuah acara penting yang diselenggarakan di lingkungan khusyuk Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon, Kecamatan Larangan, Brebes. Suasana khidmat namun antusias menyelimuti acara tersebut, yang dihadiri oleh ratusan individu yang meyakini diri mereka sebagai dzuriyah (keturunan) Walisongo, baik melalui jalur ayah maupun ibu. Bahkan, kehadiran perwakilan dari Keraton Surakarta menambah bobot dan legitimasi acara tersebut, menunjukkan jangkauan pengaruh Walisongo yang masih terasa hingga kini.

KH R Syarif Ilzamuddin Sholeh Al-Jilani Al-Hasani, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NAAT, menjelaskan secara gamblang peran fundamental Walisongo. “Walisongo adalah para pionir sejati yang membawa obor Islam ke Nusantara. Mereka tidak hanya menyebarkan ajaran, tetapi juga meletakkan fondasi peradaban,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan. Ia melanjutkan, setelah era keemasan Walisongo, misi dakwah yang agung itu tidak terhenti, melainkan dilanjutkan oleh anak cucu dan keturunan mereka. Generasi penerus ini, menurut Ilzamuddin, menyebar luas ke seluruh pelosok negeri, mengakar kuat, dan beranak pinak, membentuk jaring-jaring kekerabatan yang kini terungkap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari analisis mendalam terhadap manuskrip-manuskrip kuno yang berhasil dikumpulkan, Ilzamudin menyatakan bahwa data menunjukkan secara konsisten bahwa setidaknya 60 persen pribumi Nusantara saat ini adalah keturunan Walisongo. “Di NAAT, kami menyimpan data induk Walisongo hingga generasi ketujuh. Setelah kami teliti dan bandingkan, kami dapat menyimpulkan bahwa minimal 60 persen pribumi di Indonesia adalah kerurunan Walisongo, baik melalui jalur laki-laki maupun perempuan,” ungkap Ilzamuddin pada tanggal 16 Februari. Penekanan pada kedua jalur keturunan ini menjadi penting, mengingat seringkali fokus hanya pada garis laki-laki dalam pencatatan silsilah tradisional.

Lebih lanjut, Ilzamuddin Sholeh membeberkan bahwa ketersambungan garis keturunan ini bukan hanya temuan internal NAAT. Hasil penelitian mereka, katanya, juga diperkuat dan didukung oleh studi serupa yang dilakukan oleh Naqib Saadatul Asyraf dari Pakistan dan Maroko. “Para narasumber dari naqib Pakistan dan Maroko, dalam penelitian mereka terhadap manuskrip kuno yang berasal dari zaman yang sama dengan Walisongo, juga memaparkan silsilah yang selaras. Dari sana diketahui, Walisongo tersambung nasabnya ke Syekh Jumadil Kubro, dan dari beliau, berlanjut hingga ke Sayidina Hasan RA dan Sayidina Husain RA, cucu tercinta dari Nabi Muhammad SAW,” tegasnya. Hubungan silsilah yang mulia ini menambah dimensi spiritual dan historis yang mendalam pada temuan NAAT.

Ilzamuddin kembali menegaskan bahwa Walisongo bukan sekadar penyebar agama, melainkan “pionir bangsa” yang “menciptakan peradaban” dan “mengislamkan Nusantara.” Dakwah mereka adalah warisan tak ternilai yang kini diamanahkan kepada keturunan-keturunan mereka. Menatap masa depan, ia menyerukan persatuan di antara seluruh keturunan Walisongo untuk bersama-sama mewujudkan visi “Indonesia Emas.” Untuk mempersatukan kerabat Walisongo yang tersebar di berbagai wilayah, Ilzamuddin mengusulkan penggunaan slogan “satu darah,” atau dalam bahasa Madura yang kental dengan nilai kekeluargaan, ‘setong dereh’. “Dengan menciptakan isu satu darah ini, kita akan bersatu atas dasar kesamaan keluarga,” tandasnya.

Di sisi lain, KH Nuridin Syamsudin, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NAAT Jawa Tengah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon, menggarisbawahi tujuan mulia di balik pendirian NAAT. “NAAT didirikan untuk menjaga kehormatan nasab, membangun ukhuwah dzuriyah (persaudaraan antar keturunan), serta berkontribusi nyata dalam menjaga harmoni umat dan bangsa,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa lembaga ini juga bertekad untuk menghidupkan kembali semangat dakwah Walisongo yang senantiasa mengedepankan hikmah, kebijaksanaan, dan keteladanan dalam setiap langkahnya.

“Di tengah derasnya arus perubahan zaman, penguatan nasab bukan lagi sekadar simbol status, melainkan fondasi moral yang kokoh untuk melestarikan marwah sejarah dan menuntun arah masa depan bangsa,” pungkas KH Nuridin. “Sejarah ulama Nusantara tidak boleh redup; ia harus terus menyala terang, menjadi lentera dan cahaya penuntun bagi generasi penerus serta seluruh rakyat Indonesia.” Demikianlah, NAAT berharap temuan ini tidak hanya menjadi data statistik, tetapi juga katalisator untuk kebangkitan identitas dan persatuan.(Red/II)(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsolidasi Akbar aliansi masyarakat Jember selatan bersatu (JSB)
Raker ke- X Forwat Tancap Gas, Usung Program Kerja dan Kaderisasi Organisasi
Baznas Kabupaten Probolinggo Konsisten Salurkan Santunan Rutin bagi Fakir Sebatangkara
Drama Penutupan JDYEO Billiard & Cafe: Janji Manis di WhatsApp, Fakta Pahit di Lapangan
SPPG Lumajang Bertambah, Akses Makan Bergizi Gratis Kian Merata
Pencemaran Lingkungan Diduga Terstruktur, PT CHUN CHERNG INDONESIA Terancan Pidana Berat
Diduga Asal Jadi, Proyek Hotmix UPT di Desa Kaliasin Disorot Warga
Kadin Brebes Gelar Halal Bihalal dan Rapinkab 2026: Bupati Paramitha Dorong Investasi Terbuka, Ketua Kadin Soroti Kelangkaan Elpiji

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 07:16 WIB

Konsolidasi Akbar aliansi masyarakat Jember selatan bersatu (JSB)

Minggu, 26 April 2026 - 06:21 WIB

Raker ke- X Forwat Tancap Gas, Usung Program Kerja dan Kaderisasi Organisasi

Minggu, 26 April 2026 - 05:40 WIB

Baznas Kabupaten Probolinggo Konsisten Salurkan Santunan Rutin bagi Fakir Sebatangkara

Minggu, 26 April 2026 - 04:44 WIB

Drama Penutupan JDYEO Billiard & Cafe: Janji Manis di WhatsApp, Fakta Pahit di Lapangan

Minggu, 26 April 2026 - 04:30 WIB

SPPG Lumajang Bertambah, Akses Makan Bergizi Gratis Kian Merata

Berita Terbaru