Pendakian Semeru Dibuka, Keselamatan dan Kelestarian Dikedepankan

- Penulis

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com |Lumajang – Pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Semeru menjadi momentum kebangkitan wisata alam yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan. Setelah sempat ditutup pasca erupsi pada 19 November 2025, aktivitas pendakian resmi dibuka kembali mulai Jumat (24/4/2026).

Kebijakan ini ditetapkan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) setelah melalui evaluasi menyeluruh serta koordinasi lintas sektor, guna memastikan kondisi kawasan aman bagi aktivitas wisata.

Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan bahwa pembukaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai 24 April 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sebagai bagian dari mitigasi risiko, pendaki saat ini hanya diperbolehkan mencapai kawasan Ranu Kumbolo. Pembatasan ini dilakukan untuk melindungi pengunjung sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan konservasi.

Pembukaan kembali ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi pecinta alam, tetapi juga membawa harapan bagi pemulihan ekonomi masyarakat sekitar. Aktivitas wisata diyakini mampu menggerakkan sektor transportasi, jasa pemandu, hingga UMKM lokal.

Namun demikian, pengelola menekankan bahwa kebangkitan wisata harus diiringi dengan peningkatan kesadaran dan kedisiplinan pendaki.
Dalam konteks tersebut, edukasi pendakian aman menjadi hal yang tidak terpisahkan dari pembukaan jalur. Pendaki diimbau untuk mempersiapkan diri secara matang sebelum melakukan perjalanan.

Secara umum, beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan antara lain memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat, melakukan pendaftaran resmi, serta memantau informasi cuaca dan status gunung.

Selain itu, penggunaan perlengkapan standar seperti jaket hangat, sepatu gunung, tenda, serta logistik yang cukup menjadi keharusan untuk menunjang keselamatan selama pendakian.

Di jalur pendakian, pendaki diingatkan untuk selalu mengikuti rute resmi, tidak berjalan sendiri, serta tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh menurun. Kedisiplinan ini menjadi kunci dalam mencegah terjadinya kecelakaan.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kelestarian lingkungan. Pendaki diwajibkan membawa turun kembali sampah, tidak merusak vegetasi, serta menghindari aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem.

Dalam situasi darurat, pendaki diharapkan segera berkoordinasi dengan petugas di pos terdekat dan tidak mengambil keputusan yang berisiko.

BBTNBTS juga memberikan kemudahan bagi pendaki yang sebelumnya telah memesan tiket sebelum penutupan, dengan menyediakan opsi penjadwalan ulang sebagai bentuk pelayanan yang responsif.

Pembukaan kembali Gunung Semeru menegaskan bahwa wisata alam tidak hanya soal menikmati keindahan, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan dan kelestarian.

Dari Lumajang, pesan ini menguat, pariwisata yang berkelanjutan hanya dapat terwujud jika setiap pengunjung tidak sekadar datang, tetapi juga siap, patuh, dan peduli terhadap alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hasil Musyawarah Lintas Sektor, Pembuang Sampah di Jalur Kawah Ijen Terancam Diproses Hukum
Bikin Nyaman Wisatawan, Polsek Pronojiwo Kawal Wisata Tumpak Sewu Lumajang Hingga Dasar Sungai
Ada WNA Menginap? Pemilik Penginapan Diminta Aktif Laporkan Keberadaannya
Puncak RRI Fest 2026 Angkat Kearifan Lokal dan Perkuat Kolaborasi
Info Buleleng, Gubernur Koster Pimpin Pembongkaran Bangunan Vila di Areal Hutan Desa Pejarakan
Daya Tarik Air Terjun Kapas Biru Pronojiwo Mulai Pikat Wisatawan Mancanegara
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke “TUMPAK SEWU” Tembus 600 hingga 700 Orang Per Hari, Dongkrak Pajak Daerah Tembus Rp240 Juta Per Bulan
Polisi dan TNI Pantau Wisatawan di Dasar Tumpak Sewu, Antisipasi Pungli

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:55 WIB

Hasil Musyawarah Lintas Sektor, Pembuang Sampah di Jalur Kawah Ijen Terancam Diproses Hukum

Minggu, 27 September 2026 - 05:39 WIB

Bikin Nyaman Wisatawan, Polsek Pronojiwo Kawal Wisata Tumpak Sewu Lumajang Hingga Dasar Sungai

Sabtu, 26 September 2026 - 08:09 WIB

Ada WNA Menginap? Pemilik Penginapan Diminta Aktif Laporkan Keberadaannya

Selasa, 15 September 2026 - 05:46 WIB

Puncak RRI Fest 2026 Angkat Kearifan Lokal dan Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 12 September 2026 - 06:38 WIB

Info Buleleng, Gubernur Koster Pimpin Pembongkaran Bangunan Vila di Areal Hutan Desa Pejarakan

Berita Terbaru