Garudaxpose.com | Probolinggo – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Badrut Tamam, Jalan Kelengkeng, Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, berlangsung penuh khidmat, Sabtu (5/9/2026) malam.
Agenda keagamaan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 Tahun 2026.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin hadir langsung dalam kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Dokter Aminuddin mengajak masyarakat tidak sekadar menjadikan Maulid Nabi sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat keteladanan terhadap kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.
Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengajak warga memperbanyak selawat sebagai salah satu bentuk ungkapan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Selain menjadi bentuk penghormatan kepada Nabi, selawat diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat untuk memperoleh keberkahan serta kemudahan dalam menjalani berbagai urusan kehidupan.
“Dengan memperbanyak selawat, mudah-mudahan kehidupan kita mendapatkan keberkahan dan segala urusan diberikan kelancaran. Yang paling penting, kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dokter Aminuddin.
Dari momentum keagamaan tersebut, pembahasan kemudian berkembang pada persoalan pembangunan daerah. Wali Kota menyampaikan sejumlah program yang tengah diarahkan Pemerintah Kota Probolinggo untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan pemenuhan makanan bergizi, pengembangan infrastruktur internet, peningkatan penerangan jalan, hingga pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah wilayah.
Menurut Dokter Aminuddin, pembangunan kota harus memberikan manfaat secara luas dan tidak berhenti di kawasan pusat pemerintahan maupun pusat aktivitas ekonomi.
Wilayah pinggiran juga menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya menciptakan pemerataan agar masyarakat di seluruh wilayah Kota Probolinggo memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh manfaat pembangunan.
“Komitmen pemerintah adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memajukan wilayah pinggiran agar setara dengan pusat kota. Kita ingin seluruh masyarakat merasakan manfaat pembangunan,” tegasnya.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pembangunan tidak hanya dipandang dari sisi fisik, tetapi turut diarahkan pada peningkatan kualitas masyarakat sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Kota Probolinggo juga mendorong berbagai bentuk kerja sama yang dapat memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
Salah satu sektor yang disoroti adalah komoditas bawang. Pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa bantuan alat pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas masyarakat di sektor pertanian.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk semakin mandiri sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal.
“Saya mengajak seluruh warga untuk terus mandiri dan religius, serta bersama-sama mendukung transformasi Probolinggo menjadi kota yang modern dan makmur,” seru Dokter Aminuddin.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Badrut Tamam, Ryadlus Sholihin Firdaus, menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Mencintai Rasulullah dengan Meneladani Akhlaknya.”
Tema tersebut dinilai relevan untuk mengingatkan kembali pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ryadlus berharap kegiatan keagamaan tersebut dapat memperkuat hubungan antara masyarakat, ulama dan pemerintah dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
“Saya berharap melalui sinergi antara pemerintah dan nilai-nilai spiritual, kesejahteraan warga dapat segera terwujud secara nyata,” harapnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana religius dan penuh kebersamaan. Peringatan Maulid Nabi menjadi ruang refleksi untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan semangat persatuan di tengah masyarakat.
Sementara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam melanjutkan pembangunan daerah.
Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga pun menjadi salah satu modal penting dalam mewujudkan berbagai agenda pembangunan Kota Probolinggo.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib, Kabag Kesra Samsul Arif, Ketua PGRI Agus Lithanta, Lurah Wonoasih Hasim Irawanto, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Melalui kegiatan tersebut, semangat religius dan pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan beriringan. Nilai keteladanan Rasulullah SAW menjadi landasan moral, sementara semangat kemerdekaan dan Hari Jadi Kota Probolinggo menjadi dorongan untuk terus membangun daerah secara bersama-sama.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo













