Khofifah Turun ke Bromo, Dua Helikopter Disiapkan Hadapi Kebakaran yang Terus Meluas

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Asap masih terlihat membumbung dari lereng kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (7/8/2026). Di tengah medan terjal dan embusan angin yang cukup kuat, pemerintah memperkuat operasi pemadaman dengan menyiapkan tambahan armada udara untuk mengendalikan api yang terus meluas.

Data terbaru menunjukkan luas area terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 176 hektare. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan saat kebakaran pertama kali terdeteksi pada awal pekan lalu.

Kunjungan Khofifah diawali dengan menerima laporan situasi terkini dari Balai Besar TNBTS, BPBD, dan unsur TNI yang terlibat dalam operasi penanganan kebakaran. Setelah itu, ia bergerak menuju kawasan Pusung Jantur di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, salah satu lokasi yang menjadi fokus pemadaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi tersebut, gubernur menyaksikan langsung berbagai upaya yang dilakukan tim gabungan. Selain pemadaman secara manual oleh petugas di lapangan, teknologi drone water sprayer juga diterjunkan untuk menjangkau titik-titik api yang berada di area curam dan sulit diakses.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BNPB terus memperkuat strategi pemadaman dari udara. Satu unit helikopter water bombing telah dioperasikan pada Jumat untuk melakukan penyiraman di sejumlah titik kebakaran.

Namun, operasi udara belum bisa berjalan maksimal karena faktor cuaca. Angin yang cukup kencang memaksa penghentian penerbangan pada sore hari sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

Meski demikian, upaya pemadaman tidak berhenti. Petugas gabungan tetap bergerak melakukan pembasahan dan pemutusan jalur api menggunakan peralatan sederhana di area yang masih memungkinkan dijangkau.

Khofifah mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan BNPB untuk menambah kekuatan armada udara. Satu helikopter tambahan dijadwalkan tiba di Jawa Timur dan akan langsung diperbantukan dalam operasi pemadaman di kawasan Bromo.

Dengan tambahan tersebut, dua helikopter direncanakan terlibat dalam operasi water bombing dan pendinginan mulai Sabtu (8/8/2026), apabila kondisi cuaca memungkinkan.

Menurut Khofifah, efektivitas operasi udara kini lebih baik karena sumber air berada lebih dekat dengan titik kebakaran. Pengisian air dapat dilakukan melalui kawasan Ranu Pane sehingga waktu tempuh helikopter menjadi lebih singkat dan frekuensi penyiraman dapat ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan melalui kombinasi berbagai metode. Pemadaman manual, penggunaan drone, hingga water bombing dari udara dijalankan secara bersamaan sesuai kondisi medan.

Ia menilai proses pendinginan akan menjadi tahap yang tidak kalah penting setelah api berhasil dikendalikan. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah munculnya kembali titik api akibat vegetasi kering dan perubahan arah angin.

Hingga Jumat petang, sejumlah titik api masih terpantau di kawasan Pusung Jantur dan Bantengan. Tim gabungan tetap bersiaga di lapangan untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas.

Pemerintah berharap penguatan operasi pemadaman melalui dukungan teknologi dan tambahan armada udara dapat mempercepat pengendalian kebakaran serta menjaga kawasan konservasi Bromo dari dampak kerusakan yang lebih besar. (Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, Polres Probolinggo Perketat Pemantauan dan Siagakan Personel
Ramah Dikantong Segarkan Tubuh, Nikmati Pemandian Alami Desa Ngepung
Respon Cepat Tanggap Bencana, Polsek Tempursari Amankan Lokasi Rumah Roboh dan Jalan Longsor Diterjang Luapan Sungai Glidik
Jalan Umum Dusun Tanah Los Terancam Putus, Terkikis Derasnya Air! Warga Minta Bupati Banyuwangi dan Dinas Pengairan Segera Turun Tangan
HAK JAWAB: Sutaryo Kader Senior PDI-P Desa Buaran Tegaskan Isu Pungutan Listrik Rp500 Ribu dan Mundur dari PDI-P Tidak Benar/Hoak
Hari Kedua Pencarian, Sat Pol Air Bersama Team Gabungan Berhasil Temukan Korban Terseret Arus Di Pantai Keramas
Longsor Maut di Lumajang, Dua Warga Tamanayu Pronojiwo Tewas Tertimbun di Dusun Jonggrang
Innalillahi, Pejuang Wahidiyah Lumajang KH. Moch. Tohir Wafat, Pengamal Berduka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 03:30 WIB

Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, Polres Probolinggo Perketat Pemantauan dan Siagakan Personel

Kamis, 5 November 2026 - 10:01 WIB

Ramah Dikantong Segarkan Tubuh, Nikmati Pemandian Alami Desa Ngepung

Selasa, 3 November 2026 - 01:09 WIB

Respon Cepat Tanggap Bencana, Polsek Tempursari Amankan Lokasi Rumah Roboh dan Jalan Longsor Diterjang Luapan Sungai Glidik

Senin, 2 November 2026 - 12:37 WIB

Jalan Umum Dusun Tanah Los Terancam Putus, Terkikis Derasnya Air! Warga Minta Bupati Banyuwangi dan Dinas Pengairan Segera Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 12:15 WIB

HAK JAWAB: Sutaryo Kader Senior PDI-P Desa Buaran Tegaskan Isu Pungutan Listrik Rp500 Ribu dan Mundur dari PDI-P Tidak Benar/Hoak

Berita Terbaru