Abaikan K3, Proyek RKB SDN Sodong 2 Senilai Rp 883 Juta Bahayakan Siswa, Mandor dan Pelaksana “Menghilang”

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | TANGERANG – Pengerjaan proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN Sodong 2, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam. Proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut diduga kuat mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sehingga berpotensi mengancam keselamatan ratusan siswa dan guru yang masih beraktivitas di lingkungan sekolah.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan ini dibiayai oleh APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026 dengan pagu anggaran mencapai Rp. 883.712.000,-. Bertindak selaku pelaksana adalah CV. Persada Raya dengan waktu pelaksanaan selama 75 hari kalender.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pantauan awak media di lapangan, terlihat jelas minimnya penerapan K3 pada proyek penambahan tiga ruang kelas di lantai atas tersebut. Berikut adalah beberapa temuan di lokasi:

* Pekerja tampak melakukan pemasangan bata hebel di lantai dua tanpa dilengkapi jaring pengaman (safety net) di area bawah proyek.

* Tidak ada batas aman berupa terpal penutup, jaring, atau safety line yang memadai untuk mencegah jatuhnya material ke area bermain siswa di bawahnya.

* Para pekerja yang berada di ketinggian terpantau tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap seperti helm keselamatan (safety helmet).

* Proses pengangkutan material ke lantai atas hanya menggunakan sistem katrol manual tepat di atas area halaman sekolah.

Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat SDN Sodong 2 memiliki total 370 siswa yang masih aktif belajar, bahkan sebagian siswa (kelas 3 dan 4) masuk pada siang hari. Menanggapi situasi yang membahayakan tersebut, Kepala Sekolah SDN Sodong 2, Hj. Subekti Pramahwati S.Pd., saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan adanya kekhawatiran dari pihak sekolah. Ia menuturkan bahwa anak-anak sering kali masih bermain bola di sekitar area pembangunan yang telah berlangsung selama satu minggu.

Terkait temuan minimnya penerapan K3 di lapangan, Hj. Subekti Pramahwati S.Pd. menegaskan akan segera mengambil langkah cepat. “Kami akan segera menyampaikan hal ini kepada pihak pemborong terkait safety dan keselamatan kerja agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Pihak sekolah juga sebelumnya telah meminta bantuan kontrol sosial untuk ikut mengawasi, lantaran material berupa batu bata, kayu, atau perkakas sangat rawan jatuh dan menimpa warga sekolah. Mengingat nilai proyek yang cukup besar, pihak pelaksana seharusnya sudah mengalokasikan anggaran dan perhatian khusus untuk peralatan keselamatan sesuai standar prosedur (SOP) pengerjaan proyek pemerintah.

Sayangnya, ketika awak media berada di lokasi untuk melakukan konfirmasi terkait minimnya pengawasan dan penerapan K3 ini, mandor proyek maupun pelaksana lapangan dari pihak CV. Persada Raya tidak menampakkan batang hidungnya. Seseorang bernama Aris yang disebut-sebut sebagai pihak pelaksana lapangan diketahui sedang tidak ada di lokasi untuk mengawasi jalannya pekerjaan yang berisiko tinggi tersebut.

Pihak sekolah maupun lembaga kontrol sosial setempat mendesak pihak kontraktor untuk segera membenahi sistem keselamatan kerjanya dengan memasang jaring pengaman dan rambu peringatan, guna memastikan kelancaran proyek tanpa harus menantang maut dan mengorbankan keselamatan para siswa dan guru SDN Sodong 2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masukan Fraksi Jadi Bahan Penyempurnaan Rancangan APBD Bali 2027
Gubernur Koster Dukung Edukasi Pencegahan Resistensi Antimikroba 
WABUP CUP FUTSAL 2026 RESMI DIBUKA, 180 TIM BEREBUT PRESTASI DAN HADIAH Rp50 JUTA
Jadi Garda Depan Inklusi Keuangan, BRI Jember Beri Pembinaan Berkala untuk Agen BRILink
Proyek Revitalisasi SD Sipakpahi Hutari Disorot, Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Periksa
BPBD Kota Probolinggo Gelar Pembinaan Relawan, Perkuat Kapasitas dan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Tiga Desa di Kecamatan Sukapura Gunakan Dana Afirmasi Bupati Probolinggo, Fokus Infrastruktur Rabat Beton, Pengaspalan dan Pavingisasi
Innalillahi, Pejuang Wahidiyah Lumajang KH. Moch. Tohir Wafat, Pengamal Berduka

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:01 WIB

Masukan Fraksi Jadi Bahan Penyempurnaan Rancangan APBD Bali 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Gubernur Koster Dukung Edukasi Pencegahan Resistensi Antimikroba 

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:18 WIB

WABUP CUP FUTSAL 2026 RESMI DIBUKA, 180 TIM BEREBUT PRESTASI DAN HADIAH Rp50 JUTA

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Jadi Garda Depan Inklusi Keuangan, BRI Jember Beri Pembinaan Berkala untuk Agen BRILink

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Proyek Revitalisasi SD Sipakpahi Hutari Disorot, Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Periksa

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemkab Bangli Sampaikan Jawaban Atas Tiga Raperda Strategis

Selasa, 27 Okt 2026 - 04:52 WIB