BREBES,GarudaXpose.com//– Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
Kabupaten Brebes (Bapperida) saat ini tengah intens menghimpun pelaporan
Indeks Inovasi Daerah yang dilaporkan kepada Kementrian Dalam Negeri
dalam ajang Innovative Government Award atau IGA tahun 2026. Bapperida
selaku koordinator terus mendorong sejumlah perangkat daerah untuk
melaporkan inovasinya yang telah dan sedang dilaksankan agar perolehan
prestasi tahun sebelumnya bisa dipertahankan. Tahun 2025 yang lalu,
Kabupaten Brebes berhasil meraih predikat Sangat Inovatif pada kegiatan
pelaporan Indeks Inovasi Daerah yang diadakan oleh Kemendagri.

“Tahun ini kami berupaya semaksimal mungkin untuk minimal
mempertahankan predikat sangat inovatif, syukur bisa mencapai predikat
Terinovatif dan mendapatkan Innovative Government Award atau IGA di
tahun 2026 ini,” ujar Kepala Bapperida Dra. Tety Yuliana, M.Pd usai
mendampingi Wakil Bupati pada acara presentasi Apresiasi Indeks Daya
Saing Daerah (IDSD) Rabu kemarin (5/6/2026) di ruang rapat Bupati KPT
Brebes.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait dengan pelaporan Indeks Inovasi Daerah yang tengah
dihimpun Bapperida, Tety Yuliana menjelaskan, sejumlah perangkat daerah di
Kabupaten Brebes terus mengembangkan inovasi sesuai tugas dan fungsi
masing-masing sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pelayanan
publik. Inovasi yang lahir tidak hanya memanfaatkan teknologi informasi,
tetapi juga menghadirkan berbagai terobosan pelayanan yang memudahkan
masyarakat memperoleh layanan pemerintah secara lebih cepat, transparan,
dan akuntabel.
Tety Yuliana menambahkan, di bidang pengelolaan pendapatan
daerah, Badan Pendapatan Daerah kabupaten Brebes mengembangkan
TAMAN BUNGA DESA (Penataan Bumi dan Bangunan Desa) dan JEJAKA
(Jelajah Pajak Daerah) sebagai upaya meningkatkan kualitas pendataan dan
pelayanan perpajakan daerah.
Sementara itu, Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Kabupaten Brebes menghadirkan SIPB (Sistem Informasi
Penanggulangan Bencana) untuk mendukung penyelenggaraan
penanggulangan bencana secara lebih cepat dan terintegrasi. Di sisi lain,
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Brebes mengembangkan
BANGSAKU (Layanan Bakesbangpol Dalam Saku) guna mendekatkan
pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Pada sektor infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes
menghadirkan SIJAGA BANJIR (Sistem Jejaring Jaga Banjir) sebagai inovasi
yang mendukung peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi
banjir. Selain itu, Webgis Data Kondisi Jalan dan Jembatan Kabupaten
Brebes dikembangkan untuk menyediakan informasi kondisi jalan dan
jembatan secara lebih mudah sehingga dapat mendukung perencanaan,
pemeliharaan, dan pengambilan keputusan pembangunan infrastruktur yang
lebih tepat sasaran.
Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia juga diwujudkan
oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes melalu
SIPASKOL (Sistem Informasi Pasar Kerja Online) yang memberikan
kemudahan akses informasi pasar kerja bagi masyarakat. Sementara itu,
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Brebes
mengembangkan PINTAS DESA (Pelayanan Integrasi Terpadu Administrasi
Desa) sebagai inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan
administrasi di tingkat desa sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi
lebih efektif dan efisien.
Lebih jauh Tety Yuliana menjelaskan, selain berbagai inovasi tata
kelola pemerintahan tersebut, penguatan pelayanan kesehatan di tingkat
puskesmas juga terus berkembang melalui berbagai inovasi yang lahir sesuai
kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah kerja.
Puskesmas
Sidamulya Kabupaten Brebes menghadirkan GERAHAM GIGI (Gerakan
Orangtua Paham Kesehatan Gigi), Si Mas Mul SHOW (Informasi Puskesmas
Sidamulya SHOW), dan GAS To School (Gerakan Ayo Sehat To School).
Puskesmas Bojongsari Kabupaten Brebes mengembangkan GEMBILITI
(Gerakan Pemantauan Ibu Hamil Risiko Tinggi) dan PEPES URANG
(Pendampingan Penyuluhan Untuk Balita Gizi Kurang).

Selanjutnya
Puskesmas Jagalempeni Kabupaten Brebes menghadirkan POS RECEH
(Posyandu Remaja Sehat Ceria), LAYARSIPENI (Layanan Sistem Intergasi
Layanan Primer Puskesmas Jagalempeni), dan ANJELIN (Antar Jemput Ibu
Bersalin), Puskesmas Jatirokeh Kabupaten Brebes mengembangkan SKRING
PETIR (Sistem Skrining Penyakit Tidak Menular), Puskesmas Kalimati
Kabupaten Brebes menghadirkan BUSAKARIN (Buku Saku Reproduksi Calon
Pengantin), dan Puskesmas Kaligangsa Kabupaten Brebes mengembangkan
MAMI GIZI (Masak Cemilan Bergizi) sebagai bagian dari penguatan
pelayanan kesehatan masyarakat.
Berbagai inovasi lainnya juga terus dikembangkan oleh Puskesmas
Kecipir Kabupaten Brebes melalui MLC PENGAMAN HANDAL HIV AIDS (Multi
Level Counseling Program Peningkatan Pengetahuan Masyarakat untuk
Pencegahan dan Pengendalian HIV AIDS), JARI MANIS DIKASI GULA MERAH
(Jauhkan Asap Rokok dari Rumah dan Instansi dengan Melalui Edukasi
Tegur Langsung Mengarahkan), PUSKESMAS “SORGA” (Puskesmas Sayang
Dengan Orang Gangguan Jiwa), LAVISIFIT (Layanan Pemeriksaan Virus
Fokus Inklusi Tuna Rungu Tuna Wicara Buta Huruf), dan ASI SAMPLE DI
PUSKESMAS KECIPIR (Ayo Donasi Sampah Botol Plastike di Puskesmas
Kecipir). Selain itu, Puskesmas Brebes Kabupaten Brebes menghadirkan
GERCEPSLAH PAH (Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Pilah Sampah),
Puskesmas Kutamendala Kabupaten Brebes mengembangkan TOPI IBU ESTI
SALAH SEMAT (Pantau dan Dampingi Ibu Hamil & Ibu Hamil Resti Sampai
Lahir dan Selamat), Puskesmas Cikeusal Kidul menghadirkan JAMU KUAT
(Jamban Murah Keluarga Sehat) dan JARAN GOYANG (Jangan Biarkan
Orang Yang Kita Sayang Gizinya Kurang), Puskesmas Bandungsari
mengembangkan POKEMON (Posyandu Kesehatan Mental), Puskesmas
Siwuluh memiliki SICETING (AKSI Cegah Stunting), sedangkan Puskesmas
Bantarkawung menghadirkan JATIMALI (Jaga Ibu Hamil Risiko Tinggi
Masyarakat Peduli). Seluruh inovasi tersebut memperlihatkan bahwa budaya
inovasi terus tumbuh hingga unit pelayanan terdepan yang bersentuhan
langsung dengan masyarakat.
Keberagaman inovasi yang dikembangkan berbagai perangkat daerah
menunjukkan bahwa budaya inovasi di Kabupaten Brebes terus tumbuh
secara positif. Melalui penguatan kapasitas, pendampingan, dan komitmen
seluruh perangkat daerah, inovasi diharapkan semakin mampu menjawab
kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola
pemerintahan yang inovatif, efektif, dan berdaya saing,” pungkasnya.***
(4905)












