GPM Diserbu Warga, Pemkot Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Terkendali

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Ratusan warga memadati kawasan Kopi Siaga, Kota Probolinggo, Selasa (4/8/2026), untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi saat Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah menjaga stabilitas harga sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat.

Program yang dilaksanakan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) tersebut menyediakan berbagai komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau. Tidak butuh waktu lama, sejumlah barang yang paling banyak diminati masyarakat langsung habis terjual, terutama telur ayam.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, Aries Santoso, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mengendalikan gejolak harga pangan sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin yang digelar sedikitnya satu kali dalam sepekan. Bahkan pelaksanaannya dapat ditambah apabila terdapat permintaan dari masyarakat melalui pemerintah kecamatan maupun kelurahan.

“Gerakan Pangan Murah terus kami laksanakan secara berkala. Selain jadwal rutin, kami juga membuka peluang pelaksanaan di wilayah tertentu apabila ada usulan dari masyarakat. Semua itu dilakukan agar distribusi pangan murah bisa menjangkau lebih banyak warga,” ujar Aries.

Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan kali ini masyarakat belum dapat membeli beras SPHP karena penyalurannya dari Bulog masih menunggu selesainya proses audit. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi tingginya minat masyarakat untuk datang dan berbelanja.

Aries menilai tingginya jumlah pengunjung menunjukkan bahwa program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain harga yang lebih murah, kualitas komoditas yang dijual juga tetap terjaga sehingga menjadi pilihan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berbagai komoditas dijual dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan harga pasar, di antaranya telur ayam Rp21 ribu per kilogram, gula pasir Rp17 ribu per kilogram, Minyakita Rp15.500 per liter, minyak goreng Sunco kemasan dua liter Rp43.500, bawang merah Rp24 ribu per kilogram, bawang putih Rp12 ribu per setengah kilogram, hingga cabai, tomat, garam, tepung, bumbu instan, serta aneka produk olahan hasil binaan DKPPP.

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, pelaksanaan GPM juga menjadi bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga komoditas di Kota Probolinggo.

“Berbagai intervensi yang kami lakukan, mulai Gerakan Pangan Murah hingga operasi pasar, terbukti mampu menjaga kondisi inflasi tetap terkendali. Harga kebutuhan pokok relatif stabil sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani oleh kenaikan harga,” jelas Aries.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga di pasaran. Apabila terjadi lonjakan harga pada komoditas tertentu atau tekanan inflasi meningkat, frekuensi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah akan diperbanyak sebagai langkah cepat menstabilkan harga.

Menurut Aries, kehadiran pemerintah melalui program seperti ini menjadi bentuk perlindungan kepada masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih membutuhkan penguatan daya beli.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Karena itu, Gerakan Pangan Murah akan terus menjadi salah satu program prioritas yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Aries juga memastikan stok berbagai komoditas strategis di Kota Probolinggo masih dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan karena pemerintah akan terus menggelar Gerakan Pangan Murah secara rutin maupun insidental apabila diperlukan.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke 81, RSUD Kota Tangerang Gelar Baksos Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Seorang Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Sekuriti Serta Pegawai FIF Tangcity Tangerang
Tekan Angka Kemiskinan, Pemkot Probolinggo Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Optimalkan Program Berbasis Data
Cegah Meluasnya Kebakaran di TNBTS, BPBD Kabupaten Probolinggo Lakukan Patroli Intensif
331 Warga Desa Pondokdalem Semboro Terima Sertifikat Tanah PTSL Tahap Pertama
Krisis Air Bersih Landa Pandeglang, Warga Desa Simpang Tiga dan Sekitarnya Menjerit Kekeringan
Pemdes Pondokdalem Semboro Salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ke 20 Penerima Manfaat
Info Bali Soal Monev PKK Bali, Desa Adat dan Juara Kompetisi

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Sambut HUT RI ke 81, RSUD Kota Tangerang Gelar Baksos Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Seorang Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Sekuriti Serta Pegawai FIF Tangcity Tangerang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Tekan Angka Kemiskinan, Pemkot Probolinggo Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Optimalkan Program Berbasis Data

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:58 WIB

GPM Diserbu Warga, Pemkot Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Terkendali

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Cegah Meluasnya Kebakaran di TNBTS, BPBD Kabupaten Probolinggo Lakukan Patroli Intensif

Berita Terbaru