Pemerintah Perkuat Operasi Penanganan Kebakaran Bromo, BNPB Siapkan Dukungan Water Bombing dari Udara

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Malang – Upaya penanganan kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memasuki tahap penguatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan akan menambah kekuatan operasi dengan mengerahkan dua helikopter water bombing untuk membantu tim gabungan yang saat ini masih berjibaku memadamkan api dari jalur darat.

Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menunjukkan kondisi medan di kawasan Gunung Bromo menjadi kendala utama proses pemadaman. Banyak titik api berada di lereng dan kawasan berbukit yang sulit dijangkau personel maupun kendaraan pemadam.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan operasi udara menjadi langkah penting agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif dan menjangkau lokasi-lokasi yang tidak bisa dicapai oleh petugas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk sementara kami mendukung operasi dengan dua unit helikopter,” ujar Suharyanto saat memberikan keterangan di Kota Malang, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Seiring bertiupnya angin, api kemudian merambat hingga kawasan Watu Gede yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo.

Selama beberapa hari terakhir, tim gabungan terus melakukan penyekatan dan pemadaman menggunakan peralatan manual. Namun karakteristik vegetasi yang kering serta akses menuju lokasi kebakaran membuat proses penanganan membutuhkan waktu lebih lama.

BNPB menargetkan armada water bombing dapat mulai diterbangkan secepat mungkin. Apabila seluruh persiapan berjalan lancar, operasi udara dapat dimulai pada Rabu sore. Jika belum memungkinkan, pengerahan dipastikan berlangsung paling lambat Kamis (6/8/2026).

Jenis helikopter yang akan digunakan masih menunggu penyesuaian armada. BNPB mempertimbangkan penggunaan helikopter tipe Mi maupun Sikorsky sesuai kesiapan operasional yang tersedia.

Suharyanto menjelaskan, saat ini armada udara BNPB tidak hanya difokuskan untuk Jawa Timur. Sejumlah helikopter juga masih diterjunkan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi lain, yakni Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Karena itu, BNPB akan terus memantau perkembangan kebakaran di Gunung Bromo untuk menentukan apakah dua helikopter sudah mencukupi atau diperlukan tambahan armada guna mempercepat pengendalian api.

Menurut Suharyanto, pengalaman operasi pada kebakaran Gunung Bromo tahun 2023 menunjukkan penggunaan dua helikopter *water bombing* mampu memberikan hasil yang cukup efektif dalam menekan penyebaran api di kawasan pegunungan.

Selain mengoptimalkan operasi pemadaman, BNPB juga membuka opsi penanganan melalui operasi modifikasi cuaca. Koordinasi telah dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau peluang pembentukan hujan buatan.

Meski demikian, hingga Rabu siang kondisi atmosfer dinilai belum memenuhi syarat. Pertumbuhan awan hujan di sekitar kawasan Bromo masih minim sehingga operasi modifikasi cuaca belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG. Namun sampai siang ini belum ada pertumbuhan awan hujan yang memadai, sehingga operasi modifikasi cuaca belum bisa diselenggarakan dalam beberapa hari ke depan,” kata Suharyanto.

Pemerintah berharap kombinasi operasi darat dan dukungan pemadaman dari udara mampu mempercepat pengendalian kebakaran sehingga kawasan konservasi TNBTS dapat segera diamankan dari ancaman meluasnya kobaran api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, Polres Probolinggo Perketat Pemantauan dan Siagakan Personel
Ramah Dikantong Segarkan Tubuh, Nikmati Pemandian Alami Desa Ngepung
Respon Cepat Tanggap Bencana, Polsek Tempursari Amankan Lokasi Rumah Roboh dan Jalan Longsor Diterjang Luapan Sungai Glidik
Jalan Umum Dusun Tanah Los Terancam Putus, Terkikis Derasnya Air! Warga Minta Bupati Banyuwangi dan Dinas Pengairan Segera Turun Tangan
HAK JAWAB: Sutaryo Kader Senior PDI-P Desa Buaran Tegaskan Isu Pungutan Listrik Rp500 Ribu dan Mundur dari PDI-P Tidak Benar/Hoak
Hari Kedua Pencarian, Sat Pol Air Bersama Team Gabungan Berhasil Temukan Korban Terseret Arus Di Pantai Keramas
Longsor Maut di Lumajang, Dua Warga Tamanayu Pronojiwo Tewas Tertimbun di Dusun Jonggrang
Innalillahi, Pejuang Wahidiyah Lumajang KH. Moch. Tohir Wafat, Pengamal Berduka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 03:30 WIB

Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, Polres Probolinggo Perketat Pemantauan dan Siagakan Personel

Kamis, 5 November 2026 - 10:01 WIB

Ramah Dikantong Segarkan Tubuh, Nikmati Pemandian Alami Desa Ngepung

Selasa, 3 November 2026 - 01:09 WIB

Respon Cepat Tanggap Bencana, Polsek Tempursari Amankan Lokasi Rumah Roboh dan Jalan Longsor Diterjang Luapan Sungai Glidik

Senin, 2 November 2026 - 12:37 WIB

Jalan Umum Dusun Tanah Los Terancam Putus, Terkikis Derasnya Air! Warga Minta Bupati Banyuwangi dan Dinas Pengairan Segera Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 12:15 WIB

HAK JAWAB: Sutaryo Kader Senior PDI-P Desa Buaran Tegaskan Isu Pungutan Listrik Rp500 Ribu dan Mundur dari PDI-P Tidak Benar/Hoak

Berita Terbaru