BREBES,GarudaXpose.com//– Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Tahun 2026 yang
diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan
Inovasi Daerah Kabupaten Brebes (Bapperida) beberapa waktu yang lalu,
menjadi momentum untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Brebes.
Melalui kegiatan tersebut, Bapperida
mendorong agar inovasi yang telah dikembangkan oleh perangkat daerah
terus berkelanjutan, terdokumentasi dengan baik, serta memberikan
manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan
kesejahteraan masyarakat.
Ditemui di ruang kerjanya (6/8/2026)
Kepala Bapperida Dra. Tety
Yuliana, M.Pd mengatakan, salah satu bidang yang menunjukkan
perkembangan inovasi cukup pesat adalah sektor kesehatan dan
perlindungan masyarakat. Berbagai inovasi terus dikembangkan oleh
rumah sakit, puskesmas, hingga perangkat daerah yang membidangi
perlindungan perempuan dan anak sebagai upaya meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan, mempercepat penanganan berbagai permasalahan
kesehatan, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan yang
semakin mudah, cepat, dan berkualitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tety Yuliana menambahkan, Rumah Sakit Umum Daerah Brebes
terus menghadirkan berbagai terobosan pelayanan melalui KLANTING
KABUR (Kelas Interaktif Stunting Karo Gizi Buruk), SI PINTER NOVA
(Sistem Informasi Pengelolaan Terintegrasi Inovasi), Home Visit BERES
(Bersama Eliminasi Resiko Stunting dengan Home Visit), NGOBAT SEHAT
(Ngobrol Bareng Sahabat Seputar Kesehatan), SIAGA-MAT (Sistem
Identifikasi Awal Kegawatan Maternal), serta JUPRI SALIN (Baju Privasi
Ibu Bersalin).
Berbagai inovasi tersebut dikembangkan untuk memperkuat
pelayanan kesehatan, meningkatkan keselamatan pasien, memberikan
edukasi kepada masyarakat, serta mendukung percepatan penanganan
stunting dan kesehatan ibu.
Tety Yuliana juga menjelaskan, komitmen yang sama ditunjukkan
oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana atau DP3KB. Melalui inovasi LAPAK
PENAK (Layanan Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak), DP3KB
berusaha memperkuat akses masyarakat terhadap layanan pengaduan,
pendampingan, dan perlindungan bagi perempuan dan anak sehingga
penanganan kasus dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terpadu.
Di tingkat pelayanan kesehatan dasar, inovasi juga terus
berkembang di berbagai puskesmas. Puskesmas Bulakamba
menghadirkan UTI CANTIK KE RS (USG Bumil/Bufas Risiko Tinggi Cegah
AKI, AKB dan Komplikasi ke Rumah Sakit) dan POSYANDU GEMES
(Gerakan Menurunkan Stunting) untuk meningkatkan kualitas pelayanan
ibu hamil serta mendukung percepatan penurunan stunting. Puskesmas
Buaran mengembangkan WAKAJI (Wadah Kepedulian Jiwa),
WAKARU (Wadah Kepedulian Paru), dan NASIBULINA (Nakes Siaga Ibu
Bersalin Aman) sebagai bentuk penguatan pelayanan kesehatan jiwa,
kesehatan paru, dan keselamatan ibu bersalin.
Sementara itu, Puskesmas Klikiran terus memperkuat pelayanan
melalui ES KOPROL SEGAR (Edukasi dan Senam Prolanis Sehat dan
Bugar), KLIK TeBe (Klikiran Kawal Eradikasi TBC), KLIK BISA (Klikiran Bisa
Bersama), dan PELITA JIWA (Pelayanan Terintegrasi Kesehatan Jiwa).
Adapun Puskesmas Ketanggungan Kabupaten Brebes menghadirkan
TERKASIH (Terapi Relaksasi untuk Ibu Hamil), BOPONG BUMIL (Gerakan
untuk Merujuk Ibu Hamil Resiko Tinggi dari Tingkat Desa ke Fasilitas
Kesehatan Yang Lebih Tinggi), GERAKAN SWARA SANTRI (Gerakan Sehat
Jiwa Raga Santri), serta Kelas Ibu Hamil EXcellent (KBE) untuk
memperkuat pendampingan ibu hamil dan menekan risiko komplikasi
kehamilan.
Lebih jauh Tety Yuliana menjelaskan, berbagai inovasi pelayanan
kesehatan juga dikembangkan oleh Puskesmas Kersana Kabupaten
Brebes melalui KERAMAS (Kegiatan Berantas Sarang Nyamuk Bersama
Masyarakat) dan GEJUG GETOS (Gerakan Jujug, Gerakan Temukan, Obati
Sampai Sembuh Pasien TBC). Puskesmas Kluwut Kabupaten Brebes
menghadirkan MAKIN MESRA (Menurunkan Angka Kematian Ibu dengan
Pendekatan Keluarga), sedangkan Puskesmas Larangan Kabupaten
Brebes mengembangkan PAPI BELI INTAN (Pantau Anak Periksa Ibu Beri
dan Bekali Informasi Kesehatan) untuk meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan keluarga.
Selanjutnya, Puskesmas Paguyangan Kabupaten
Brebes menghadirkan WALIHATI (Warga Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi)
dan Gerakan Swara Santri (Gerakan Sehat JIwa Raga Santri), sementara
Puskesmas Tonjong Kabupaten Brebes mengembangkan PLAKAT
(Penyelamat Masyarakat) sebagai bagian dari upaya memperkuat
pelayanan kesehatan di wilayahnya.
Terpisah Kepala Bidang Riset dan Inovasi Nurul Hidayat, SH.,MT
menyampaikan, inovasi di sektor kesehatan harus terus dikembangkan
karena berhubungan langsung dengan pelayanan dasar yang dirasakan
masyarakat.
“Setiap inovasi yang dikembangkan perangkat daerah harus
mampu memberikan manfaat nyata. Inovasi tidak hanya menjadi
terobosan dalam tata kelola pelayanan, tetapi juga harus menghadirkan
solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, kami terus mendorong agar inovasi yang telah berjalan dapat
dipertahankan, dikembangkan, dan direplikasi sesuai kebutuhan masing-
masing perangkat daerah,” ujar Nurul Hidayat.
Menurut Yayat panggilan akrabnya Nurul Hidayat, keberagaman
inovasi yang lahir dari rumah sakit, puskesmas, dan perangkat daerah
menunjukkan semakin kuatnya budaya inovasi di Kabupaten Brebes.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, inovasi tersebut
diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,
memperkuat perlindungan masyarakat, serta memberikan dampak positif
bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.***
(4905)












