Yadnya Karo 1948 Caka Desa Sapikerep Ditutup Dengan Acara Sakral Nyadran

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

Garudaxpose.com | Probolinggo – Suku Tengger yang kaya dengan ragam adat istiadat dan budaya kearifan lokal yang kental dengan kebhinekaan dengan toleransi tinggi bisa merayakan kegiatan adat berdampingan.

Salah satu adat budaya yang terus terjaga sampai sekarang adalah Yadnya Karo, yang merupakan perayaan besar umat Hindu Tengger, dengan terkandung nilai-nilai filosofis yaitu selamatan kedua, yang berarti perayaan tersebut dilaksanakan setiap bulan kedua dalam kalender Tengger  yaitu Karo. Kamis (06/08/2026)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rangkaian Yadnya Karo ada acara puncak Yadnya yaitu Yadran,  berziarah secara bersama sama ke  makam leluhur.

Seperti halnya saat ini masyarakat desa sapikerep kecamatan Sukapura, kabupaten Probolinggo melaksanakan puncak perayaan Yadran, dengan mengunjungi tiga titik lokasi sakral, antara lain, ndanyang, punden, dan pemakaman umum desa sapikerep.

Sebelum acara nyadran dilaksanakan ada upacara khusus yang dipandu oleh Romo dukun adat suku Tengger setelah ritual selesai masyarakat berjalan bersama sama menuju tempat tiga titik sakral yang dihormati oleh suku Tengger desa sapikerep.

” Pejabat kepala desa sapikerep Agus Cahyo Raharjo, sangat antusias dalam mendukung proses rangkaian acara Yadnya Karo di desa sapikerep, bahkan turut turun langsung bersama masyarakat jalan kaki, menuju tempat ritual yadran, saya secara pribadi atau atas nama pemerintah desa sapikerep khususnya, dan pemerintah kabupaten Probolinggo sangat menghormati budaya kearifan lokal suku Tengger yang sudah terjaga turun temurun, saya sampaikan terimakasih kepada jajaran panitia, TNI, Polri , serta pemangku adat Romo dukun, tokoh masyarakat sehingga rangkaian perayaan Yadnya Karo, ataupun Yadran bisa berjalan lancar aman dan kondusif, mari pada generasi penerus untuk tetap menjaga budaya adat istiadat yang sudah ada agar tetap lestari,” jelasnya.

Upacara ini tidak hanya di ikuti oleh warga Tengger yang beragama Hindu saja , tetapi masyarakat dari berbagai kepercayaan lainnya , inilah yang menjadikan hari raya karo sebagai simbul kuat toleransi dan kebersamaan yang sudah mengakar di tengah masyarakat Tengger.

Sedangkan doa pada arwah para leluhur saat acara yadran di pandu langsung oleh Romo dukun adat desa sapikerep yaitu Romo dukun Ngatik dan Romo dukun Misnoyo.

” Yadran merupakan puncak dari perayaan Karo,  yang pada intinya berdoa secara bersama sama di makam para leluhur yang merupakan penghormatan suci pada leluhur karena tanpa leluhur yang ada lebih dulu kita tidak pernah lahir kedunia ini,” pungkas Romo dukun Misnoyo.

Setelah yadran selesai di desa sapikerep diteruskan dengan pelaksanaan tari ujung ujungan yang berlangsung di kantor desa sapikerep sekalian dengan penyematan doa dengan acara penutup upacara mulihe ping Pitu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Perkuat Operasi Penanganan Kebakaran Bromo, BNPB Siapkan Dukungan Water Bombing dari Udara
Krisis Air Bersih Landa Pandeglang, Warga Desa Simpang Tiga dan Sekitarnya Menjerit Kekeringan
Akses ke Bromo Lumpuh Sementara Usai Kobaran Api Menyambar ke Blok Bantengan TNBTS
Rutan Kraksaan Geledah Kamar Hunian dan Tes Urine Warga Binaan
Skandal Pengondisian Proyek U-Ditch Legok: DPP LSM ARBER Resmi Layangkan Surat Audiensi Soal Oknum Wartawan “Penyokong”!
Manfaatkan Kunci di Atas Pintu, Residivis Diduga Bobol Rumah Warga di Banyuwangi
Main “Kucing-kucingan” Proyek Rp 119 Juta di Desa Palasari, LSM ARBER Desak Inspektorat Usut Oknum “Main”.
Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:20 WIB

Yadnya Karo 1948 Caka Desa Sapikerep Ditutup Dengan Acara Sakral Nyadran

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Pemerintah Perkuat Operasi Penanganan Kebakaran Bromo, BNPB Siapkan Dukungan Water Bombing dari Udara

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Krisis Air Bersih Landa Pandeglang, Warga Desa Simpang Tiga dan Sekitarnya Menjerit Kekeringan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 02:44 WIB

Akses ke Bromo Lumpuh Sementara Usai Kobaran Api Menyambar ke Blok Bantengan TNBTS

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Rutan Kraksaan Geledah Kamar Hunian dan Tes Urine Warga Binaan

Berita Terbaru

Uncategorized

Wakapolres Jember bersholawat menyambut HUT RI ke 81

Kamis, 6 Agu 2026 - 05:23 WIB