Kepala Sekolah SMK Negeri Pasirian: Bengkel AUTOPAS sebagai Teaching Factory (TEFA) Teknik Kendaraan Ringan

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang – Bengkel AUTOPAS SMK Negeri Pasirian merupakan salah satu bentuk implementasi Teaching Factory (TEFA) pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Bengkel ini menjadi sarana pembelajaran berbasis dunia kerja yang mengintegrasikan proses pembelajaran di sekolah dengan kegiatan pelayanan jasa otomotif kepada masyarakat.

Kepala Sekolah SMK Negeri Pasirian Dermawan Triwahyono, S.T., M.M menjelaskan bahwa melalui Bengkel AUTOPAS, peserta didik mendapatkan pengalaman nyata dalam melaksanakan pekerjaan otomotif sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta tuntutan dunia kerja.

“Kegiatan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada keterampilan praktik, kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, komunikasi dengan pelanggan, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan kendaraan,” jelas KS SMKN Pasirian Dermawan Triwahyono, S.T., M.M, pada awak media, Rabo (19/8/2026), di ruang kerjanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dermawan menerangkan, bengkel AUTOPAS tersebut melayani berbagai kebutuhan perawatan dan perbaikan kendaraan, antara lain servis kendaraan, pemeriksaan dan perawatan kaki-kaki kendaraan, spooring dan balancing, pemeriksaan sistem pengereman, pemeriksaan mesin, penggantian oli dan komponen, serta berbagai layanan perawatan dan perbaikan kendaraan lainnya sesuai dengan fasilitas dan kompetensi yang tersedia.

“Dalam pelaksanaannya, peserta didik dilibatkan secara langsung dalam proses kerja dengan pendampingan guru/instruktur. Peserta didik belajar mulai dari menerima kendaraan dan memahami keluhan pelanggan, melakukan pemeriksaan awal, menentukan kebutuhan pekerjaan, melaksanakan proses servis atau perbaikan, melakukan pemeriksaan akhir, hingga memastikan kendaraan siap diserahkan kembali kepada pelanggan,” terang Dermawan.

Keberadaan Bengkel AUTOPAS sebagai TEFA juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal budaya kerja industri secara nyata. Peserta didik dibiasakan bekerja secara profesional, menjaga kebersihan dan keselamatan area kerja, menggunakan peralatan sesuai prosedur, bekerja berdasarkan pembagian tugas, serta memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.

“Dengan konsep tersebut, bengkel AUTOPAS tidak hanya berfungsi sebagai tempat praktik siswa, tetapi juga sebagai unit produksi dan layanan jasa otomotif sekolah yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi media pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi lulusan Teknik Kendaraan Ringan. Pelaksanaan TEFA ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis, sikap kerja, pengalaman nyata, serta kesiapan untuk memasuki dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,”tungkas Kepala Sekolah SMKN Pasirian.

Melalui pengembangan Bengkel AUTOPAS secara berkelanjutan, SMK Negeri Pasirian berkomitmen untuk memperkuat keterkaitan dan kesepadanan antara proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA), sehingga pembelajaran Teknik Kendaraan Ringan semakin relevan, produktif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Silaturahmi Kapolda Sumsel Bersama Pimpinan Kampus, UNITAS Palembang Tegaskan Komitmen Kolaborasi
Ketum FORJI Lumajang Ucapkan Selamat kepada Bahrusyofan Hasanudin, S.H. atas Lulus Yudisium STIH Jenderal Sudirman Lumajang
Retreat Kepala Sekolah Gagal, LSM Lira Kota Malang Minta Transparansi Anggaran 300 Juta
Bangun Kepedulian di Kalangan Pelajar, Polsek Tongas Sosialisasikan Pencegahan Bullying
Kapolres Lumajang: Cerdas Tanpa Narkoba, Bijak Bermedia Sosial dan AI-Edukasi Ratusan Pelajar SMKN 1
SD NEGERI 3 DASRI TEGALSARI GELAR SHOLAT DHUHA SETIAP JUMAT, TANAMKAN NILAI RELIGIUS SEJAK DINI
Trofeo Cup Perseba Bakungan Jadi Ajang Evaluasi Pembinaan Pemain Akademi Diponegoro United
Buruh Momong yang Lawan Candu Gadget: Kolaborasi SMAN 1 Tempeh Lumajang dan SMAN 1 Tapen Bondowoso Jadi Model Pendidikan Sehat

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Silaturahmi Kapolda Sumsel Bersama Pimpinan Kampus, UNITAS Palembang Tegaskan Komitmen Kolaborasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:08 WIB

Ketum FORJI Lumajang Ucapkan Selamat kepada Bahrusyofan Hasanudin, S.H. atas Lulus Yudisium STIH Jenderal Sudirman Lumajang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Retreat Kepala Sekolah Gagal, LSM Lira Kota Malang Minta Transparansi Anggaran 300 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Bangun Kepedulian di Kalangan Pelajar, Polsek Tongas Sosialisasikan Pencegahan Bullying

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:48 WIB

Kapolres Lumajang: Cerdas Tanpa Narkoba, Bijak Bermedia Sosial dan AI-Edukasi Ratusan Pelajar SMKN 1

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemkab Bangli Sampaikan Jawaban Atas Tiga Raperda Strategis

Selasa, 27 Okt 2026 - 04:52 WIB