Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin Jadi Perhatian, Dugaan Galian C Ilegal Diadukan ke Polda Sumsel

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Palembang — Aksi damai yang digelar Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi (LSM GRANSI) bersama sejumlah aktivis Sumatera Selatan terkait dugaan aktivitas galian tanah (C) ilegal di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, mendapat respons langsung dari jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel).(6/02/2026).

Tidak hanya menyampaikan aspirasi di Mapolda Sumsel, perwakilan LSM GRANSI dan aktivis Sumsel juga disambut serta beraudiensi langsung dengan beberapa petinggi Polda Sumsel. Audiensi tersebut di antaranya diterima oleh Kasat Intelkam Polda Sumsel AKBP Adek, Kanit Tipidter 2 Ditreskrimsus Polda Sumsel Hendra, serta beberapa jajaran petinggi Polda Sumsel lainnya.

*Dipimpin Langsung Ketua LSM GRANSI*

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam audiensi tersebut, rombongan LSM GRANSI dipimpin langsung oleh Ketua LSM GRANSI, Supriyadi. Turut hadir Koordinator Aksi Supeno, Koordinator Lapangan Suryadi, serta Penasihat Hukum LSM GRANSI, M. Isa, S.H., M.H

Selain jajaran internal GRANSI, audiensi tersebut juga dihadiri oleh beberapa aktivis Sumatera Selatan, di antaranya Martin Chaniago dan Aris, serta aktivis lainnya yang turut menyuarakan aspirasi masyarakat.

*Aspirasi dan Laporan Disampaikan Langsung*

Dalam pertemuan itu, LSM GRANSI secara langsung menyampaikan laporan serta tuntutan terkait dugaan aktivitas galian C tanpa izin yang diduga beroperasi di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. GRANSI menilai aktivitas tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti banjir, longsor, serta gangguan kesehatan akibat debu yang beterbangan.

GRANSI mendesak agar Polda Sumsel membentuk tim khusus, melakukan pengecekan langsung ke lokasi galian, serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat apabila terbukti melanggar hukum.

*Respons dan Komitmen Polda Sumsel*

Menanggapi aspirasi tersebut, jajaran Polda Sumsel yang menerima audiensi menyampaikan bahwa setiap laporan masyarakat akan diproses dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Polda Sumsel juga menyatakan akan melakukan pendalaman informasi, verifikasi data, serta koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kejelasan status perizinan aktivitas galian tanah yang dilaporkan.

*GRANSI Apresiasi Sikap Terbuka Aparat*

Ketua LSM GRANSI Supriyadi mengapresiasi sikap terbuka jajaran Polda Sumsel yang telah menyambut dan menerima audiensi dari pihaknya bersama para aktivis.

Menurutnya, audiensi tersebut merupakan langkah awal yang positif dalam upaya penegakan hukum dan perlindungan lingkungan, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Banyuasin, Kecamatan Rambutan.

*Audiensi Terbuka Dan santay*

Seluruh rangkaian kegiatan, dialog Dan audiensi, berlangsung secara santai Dan hangat,LSM GRANSI menegaskan akan terus mengawal hasil audiensi serta siap memberikan data tambahan apabila dibutuhkan oleh aparat penegak hukum. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejumlah Warga Teluk Kecapi Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan Pemalsuan Tandatangan Penerima BLT Desa Teluk Kecapi
Pemkab dan DPRD Mandailing Natal Diminta Tinjau Ulang HGU PT Prakarsa Dharma Maduma
SIRA Dukung Aparat Kepolisian Untuk Menyelidiki Meninggalnya Karyawan di area Pertambangan PT Bukit Asam Agar Kasus Ini Terang Benderang
Syahrir Nasution: Kampung Tahu Binjai Jangan Sekadar Seremoni, UMKM Tercekik Kenaikan Harga
“Demokrasi Tanpa Rakyat: Pengingkaran Kedaulatan Rakyat dalam Tafsir Wongsonegoro (BPUPKI)”
Membangkitkan Batang Tarandam Ekonomi Kerakyatan
Ditreskrimsus Polda Sumsel Menetapkan Tiga Tersangka Dalam Kasus Dugaan Penipuan Haji Furoda 
Dirgahayu Partai Gerindra Ke-18 Tahun: Manifesto Menjadi Asta Cita, Dan Amanat Penderitaan Rakyat di Persimpangan

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:58 WIB

Sejumlah Warga Teluk Kecapi Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan Pemalsuan Tandatangan Penerima BLT Desa Teluk Kecapi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:45 WIB

Pemkab dan DPRD Mandailing Natal Diminta Tinjau Ulang HGU PT Prakarsa Dharma Maduma

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:52 WIB

SIRA Dukung Aparat Kepolisian Untuk Menyelidiki Meninggalnya Karyawan di area Pertambangan PT Bukit Asam Agar Kasus Ini Terang Benderang

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:48 WIB

Syahrir Nasution: Kampung Tahu Binjai Jangan Sekadar Seremoni, UMKM Tercekik Kenaikan Harga

Sabtu, 7 Februari 2026 - 03:35 WIB

“Demokrasi Tanpa Rakyat: Pengingkaran Kedaulatan Rakyat dalam Tafsir Wongsonegoro (BPUPKI)”

Berita Terbaru

Daerah

Minggu, 8 Feb 2026 - 15:31 WIB

Politik

Keterbatasan Anggaran, PAN Cari Solusi untuk Jawa Tengah

Minggu, 8 Feb 2026 - 15:04 WIB