Kabid Disdik Lebak Belum Berikan Tanggapan atas Konfirmasi Wartawan Terkait Guru Paruh Waktu yang Meninggal Dunia

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaexpose.com | Lebak – Meninggalnya Junaeti, seorang guru paruh waktu di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi perhatian publik dan memunculkan kembali pembahasan mengenai kesejahteraan guru paruh waktu. Sabtu (12/07/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhumah Junaeti telah mengabdi sebagai tenaga pendidik selama kurang lebih 17 tahun. Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit jantung.

Almarhumah meninggalkan suami yang bekerja sebagai pedagang cilok serta anak-anak yang masih berusia balita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah awak media telah berupaya mengonfirmasi Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Sahril, untuk meminta tanggapan terkait pemberitaan tersebut, termasuk langkah yang akan dilakukan dinas terhadap keluarga almarhumah. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi.

Sementara itu, perwakilan keluarga almarhumah menyampaikan bahwa hingga saat ini mereka baru menerima kunjungan takziah dari perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lebak.

“Yang datang hanya Pak Eva dari perwakilan Ketua PGRI Lebak untuk bertakziah,” ujar perwakilan keluarga.

Menurut keterangan keluarga, PGRI Kabupaten Lebak juga melakukan penggalangan dana secara sukarela yang kemudian diserahkan kepada keluarga dengan nominal sebesar Rp1.500.000.

Keluarga juga mengaku telah meminta agar aspirasi mereka disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak. Menurut keterangan keluarga, mereka menerima penjelasan bahwa almarhumah masih berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu sehingga, menurut penjelasan tersebut, belum terdapat hak kesejahteraan tertentu yang dapat diproses.

Pernyataan tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum mendapat tanggapan maupun penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak belum memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi tersebut maupun tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan awak media.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Khasiat Ajaib Si Biru Bunga Telang: Solusi Alami Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh
Polisi Kerahkan untuk Pengamanan Peringatan Maulid Nabi di SMA Negeri 1 Tempeh, Lalu Lintas Diatur
Dari Lahan Sekolah untuk Swasembada Pangan: SMPN 2 Jatibarang Panen Jagung dan Belajar Budidaya Melon Premium di Garuda Farm
Gubernur Koster Hadiri Puncak Dies Natalis ke-59 FEB dan Unud
KKN UPGRIS Bantu UMKM Desa Ngemplak Naik Kelas Lewat Branding Kreatif dan Digitalisasi Usaha
Pemkab Banyuwangi Terus Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Kolaborasi dengan Dunia Usaha
Sambangi SMPN 3 Kalipuro, Polwan Banyuwangi Beri Edukasi Kenakalan remaja
Sambut HUT ke-81 RI, SMAN 1 Tempeh Meriahkan SekarsarI dengan Penuh Kebersamaan Ajang Unjuk Kekompakan dan Silaturahmi Lintas Generasi Sekolah
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 03:19 WIB

Khasiat Ajaib Si Biru Bunga Telang: Solusi Alami Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh

Sabtu, 5 September 2026 - 04:51 WIB

Polisi Kerahkan untuk Pengamanan Peringatan Maulid Nabi di SMA Negeri 1 Tempeh, Lalu Lintas Diatur

Jumat, 4 September 2026 - 04:23 WIB

Dari Lahan Sekolah untuk Swasembada Pangan: SMPN 2 Jatibarang Panen Jagung dan Belajar Budidaya Melon Premium di Garuda Farm

Rabu, 2 September 2026 - 11:23 WIB

Gubernur Koster Hadiri Puncak Dies Natalis ke-59 FEB dan Unud

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

KKN UPGRIS Bantu UMKM Desa Ngemplak Naik Kelas Lewat Branding Kreatif dan Digitalisasi Usaha

Berita Terbaru