Jembatan Merah, Jalan Rusak, Masyarakat Pantai Barat Rasa Dianaktirikan

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: H. Syahrir Nasution
Tokoh Masyarakat Mandailing Natal, Putra Asli Batang Natal
Garudaxpose.com l Medan ( Sumut)—
Lebih dari sebulan pascabanjir dan longsor yang melanda kawasan Jembatan Merah Simpang Gambir, Batang Natal, kondisi jalan lintas provinsi itu masih memprihatinkan. Tidak ada tanda penanganan serius. Yang tersisa hanyalah jalan rusak, kecemasan pengguna, dan rasa terabaikan di tengah masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal.
Padahal, jalan ini bukan sekadar bentangan aspal. Ia adalah urat nadi bagi sedikitnya tujuh kecamatan di Pantai Barat yang setiap hari bergantung pada akses ini untuk menuju ibu kota kabupaten. Di atas jalan ini, roda ekonomi bergerak, anak-anak pergi sekolah, dan warga mengakses layanan kesehatan. Ketika jalan ini lumpuh, kehidupan masyarakat ikut tersendat.
Sebagai masyarakat Pantai Barat, kami merasa perlu mengingatkan: kami adalah bagian utuh dari Mandailing Natal. Sejak daerah ini mekar dari Tapanuli Selatan sekitar 26 tahun lalu, wilayah Pantai Barat dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, jika pembangunan dijadikan cermin, pantulan yang kami lihat hari ini justru timpang.
Pertanyaannya sederhana: mengapa wilayah yang berkontribusi besar justru kerap tertinggal dalam prioritas pembangunan?
Persoalan Jembatan Merah Simpang Gambir sesungguhnya bukan sekadar soal rusaknya jalan, tetapi soal kejelasan kewenangan dan keberpihakan kebijakan. Jika ruas ini memang berstatus jalan provinsi, maka pemerintah kabupaten semestinya aktif dan tegas mengusulkan penanganan kepada pemerintah provinsi. Negara tidak boleh kalah oleh prosedur, apalagi oleh pembiaran.
Saya percaya, kritik ini bukanlah bentuk perlawanan, melainkan panggilan tanggung jawab. Pemerintah daerah ada untuk memastikan tidak ada satu wilayah pun yang merasa dianaktirikan.
Apalagi Pantai Barat, yang sejak awal ikut membesarkan Mandailing Natal.
Jangan biarkan Jembatan Merah menjadi simbol kerusakan yang lebih besar: rusaknya rasa keadilan, kepercayaan, dan harapan masyarakat terhadap pemerintahnya sendiri. Jalan bisa diperbaiki. Tetapi jika kepercayaan publik runtuh, ongkosnya jauh lebih mahal.
(AB.BB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TK Islam Tarbawi An Nahl Outbound di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang
Yayasan Sekolah Karya Ibu Secara Sah Berubah Nama, Berikut Beberapa Hal Disampaikan
Bantu Keuangan Negara, 568 Anggota Ormas APPM Ingin Berhenti Sebagai Penerima MBG
PERKUAT KINERJA DAN INTEGRITAS, KARUTAN PALEMBANG IKUTI PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI OLEH KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL
KEPALA RUTAN KELAS I PALEMBANG HADIRI KEGIATAN KENAL PAMIT KAKANWIL DITJENPAS SUMATERA SELATAN
Wujud Kepedulian Sosial, Pegadaian Sumbagsel Kembali Gelar Program Mengetuk Pintu Langit
Hasibuan Mampu Tak Pernah Kendor Jaga Kebersihan Jalan Masyarakat Harapkan Perhatian Pemerintah Dan DRPD 
Cegah Stunting, Ny. Seniasih Giri Prasta Kampanyekan Gemar Makan Ikan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:30 WIB

TK Islam Tarbawi An Nahl Outbound di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Yayasan Sekolah Karya Ibu Secara Sah Berubah Nama, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:25 WIB

Bantu Keuangan Negara, 568 Anggota Ormas APPM Ingin Berhenti Sebagai Penerima MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

PERKUAT KINERJA DAN INTEGRITAS, KARUTAN PALEMBANG IKUTI PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI OLEH KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:27 WIB

KEPALA RUTAN KELAS I PALEMBANG HADIRI KEGIATAN KENAL PAMIT KAKANWIL DITJENPAS SUMATERA SELATAN

Berita Terbaru