Hari Anti Korupsi Sedunia PB. Frabam Sumsel Gelar Aksi di KPK RI Serta Melaporkan 3 OPD di Kabupaten Lahat Terkait Dugaan KKN

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Garudaxpose.com – Dalam rangka Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Pada Tanggal 9 Desember 2025. Pengurus Besar Front Anak Bangsa Menggugat Sumatera Selatan (PB.FRABAM Sumsel ) gelar aksi demontrasi dan melaporkan dugaan Indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) Serta Penyalahgunaan Wewenang Jabatan di berbagai OPD di Sumatera Selatan.

Hal tersebut di sampaikan oleh Jeki Andesva Ketua PB. Frabam Sumsel kepada awak media, Jakarta, Selasa (09/12/25).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Adapun yang kami (PB. Frabam) Laporkan OPD di Sumatera Selatan, Khususnya Tiga (3) OPD di Kabupaten Lahat Ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),”ujarnya.

Berdasarkan Data Temuan Kami serta Hasil Audit BPK Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan Tahun 2024, Ada Dugaan indikasi korupsi kolusi dan nepotisme KKN di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Lahat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Lahat, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kab.Lahat.

A. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab.LAHAT, Sumber Dana APBD Tahun Aggaran 2024, Dalam Kegiatan Proyek: Peningkatan Jalan Nanjungan Trans Lematang Jaya – Cempaka Wangi Kec. Merapi Timur, Yang dikerjakan Oleh PT.HA, Dengan Nominal Kontrak Sebesar Rp.19.220.119.366,15,.

– Peningkatan Jalan Nanjungan – Trans Lematang Jaya Cempaka Wangi Kec. Merapi Timur, Yang dikerjakan Oleh PT.HA, Diduga Tidak Sesuai dengan RAB dengan Modus mengurangi Volume Serta Kekurangan Spesifikasi Kualitas Beton Yaitu (Beton mutu sedang Fc 20 Mpa Untuk Jalan, Lapis Permukaan Agregat Tanpa Penutup Aspal, Penurunan Faktor Pembayaran Akibat Kurang Kekuatan Beton Fc 20 Mpa, Sehingga Total Merugikan Keuangan Negara Sebesar Rp.2.016.297.796,39,. (Dua Milyar Rupiah Lebih).

B. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kab.Lahat, Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2024, Yaitu:

– Belanja barang selain belanja perjalanan dinas melalui UP/GU Tidak didukung bukti pertanggungjawaban Sebesar Rp.227.763.000,00,.

– Belanja barang selain belanja perjalanan dinas melalui LS Bendahara tidak didukung bukti pertanggungjawaban Sebesar Rp.414.820.036,00,.

– Belanja Perjalanan Dinas tidak didukung bukti pertanggungjawaban, Sebesar Rp.2.000.154.000,00,.

– Bukti pertanggungjawaban belanja tidak dapat ditelusuri ke buku besar dan BKU, Sebesar Rp.175.927.810,00,.

C Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lahat, Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2024, Yaitu: Belanja makanan dan minuman Rapat, Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lavangan, Belanja Sewa Bangunan Gedung tempat kerja Lainnya dan Belanja sewa hotel berupa pemafaatan Fasilitas Hotel, Direalisasikan dan dipertanggungjawabkan tidak sesuai ketentuan, Sebesar Rp.3.888.509.442,00,.

Oleh karena itu, Kami dari Pengurus Besar Front Anak Bangsa Menggugat (PB. FRABAM) Sumatera Selatan, Meminta dan Mendesak di Hari Anti Korupsi Se Dunia ini Agar Kiranya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memproses dan menindaklanjuti laporan kami ini serta meminta sbb ;

1.Meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agar Segera Memanggil dan Memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. LAHAT, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kab. Lahat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lahat, PPK,PPTK dan Pelaksana, Untuk Dimintai Keterangan dan Klarifikasi.

2.Meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agar segera membuat team khusus lavangan Untuk Mengusut Tuntas dugaan indikasi korupsi kolusi dan nepotisme KKN di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. LAHAT, Sumber Dana APBD Tahun Aggaran 2024, Dalam Kegiatan Proyek: Peningkatan Jalan Nanjungan – Trans

Lematang Jaya – Cempaka Wangi Kec. Merapi Timur, Yang dikerjakan Oleh PT.HA, Dengan Nominal Kontrak Sebesar Rp.19.220.119.366,15, Peningkatan Jalan Nanjungan – Trans Lematang Jaya – Cempaka Wangi Kec. Merapi Timur, Yang dikerjakan Oleh PT.HA, Diduga Tidak Sesuai dengan RAB dengan Modus mengurangi Volume Serta Kekurangan Spesifikasi Kualitas Beton Yaitu (Beton mutu sedang Fc 20 Mpa Untuk Jalan, Lapis Permukaan Agregat Tanpa Penutup Aspal, Penurunan Faktor Pembayaran Akibat Kurang Kekuatan Beton Fc 20 Mpa, Sehingga Total Merugikan Keuangan Negara Sebesar Rp.2.016.297.796,39, (Dua Milyar Rupiah Lebih), Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kab. Lahat, Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2024, Yaitu: Belanja barang selain belanja perjalanan dinas melalui UP/GU Tidak didukung bukti pertanggungjawaban Sebesar Rp.227.763.000,00,. Belanja barang selain belanja perjalanan dinas melalui LS Bendahara tidak didukung bukti pertanggungjawaban Sebesar Rp.414.820.036,00,. Belanja Perjalanan Dinas tidak didukung bukti pertanggungjawaban, Sebesar Rp.2.000.154.000,00, Bukti pertanggungjawaban belanja tidak dapat ditelusuri ke buku besar dan BKU, Sebesar Rp. 175.927.810,00,. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lahat, Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2024, Yaitu: Belanja makanan dan minuman Rapat, Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lavangan, Belanja Sewa Bangunan Gedung tempat kerja Lainnya dan Belanja sewa hotel berupa pemafaatan Fasilitas Hotel, Direalisasikan dan dipertanggungjawabkan tidak sesuai ketentuan, Sebesar Rp.3.888.509.442,00,.

Setelah melakukan aksi damai di KPK RI PB. Frabam Sumsel melaporkan dugaan KKN tersebut ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) KPK RI yang di terima oleh Vany serta kami berharap nantinya Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia ( KPK RI) mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya tanpa pandang bulu,’pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan
Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN
Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa
Noor Arief Prasetyo terpilih Aklamasi sebagai ketua umum KJJT indonesia  
KASAT RESKRIM POLRES PADANG LAWAS TABUH GENDERANG, BERANGKATKAN GERAKAN BERSIHKAN PASAR DARI SPEKULASI DAN KECURANGAN PANGAN
Pererat Sinergi, Kepala Rutan Kelas I Palembang Audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:11 WIB

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan

Rabu, 9 September 2026 - 14:06 WIB

Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Rabu, 9 September 2026 - 07:12 WIB

HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN

Rabu, 9 September 2026 - 02:05 WIB

Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa

Berita Terbaru