Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Wonoasih, Beras hingga Minyak Goreng Ludes Diburu

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Ratusan warga memadati kawasan Jalan Mastrip, tepatnya di depan Lapangan Wonoasih, Kota Probolinggo, Selasa (11/8) pagi. Mereka datang untuk memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kembali digelar Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP).

Sejak dibuka pukul 07.30 WIB, masyarakat terlihat antusias mengantre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pangan.

Dalam kegiatan tersebut, DKPPP menyediakan sejumlah komoditas strategis dengan stok yang cukup besar. Beras SPHP menjadi salah satu produk yang paling diminati. Sebanyak satu ton beras atau 200 sak kemasan lima kilogram dijual dengan harga Rp57 ribu per sak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain beras, masyarakat juga dapat membeli minyak goreng Minyakita dengan harga Rp15.500 per liter. Sebanyak 720 liter atau setara 60 karton disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Gula pasir turut tersedia dengan harga yang sama, yakni Rp15.500 per kilogram dengan total stok mencapai 200 kilogram.

Komoditas lain yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah antara lain telur ayam seharga Rp22 ribu per kilogram, bawang merah Rp23 ribu per unting, cabai rawit Rp5 ribu per 100 gram, serta telur puyuh Rp8 ribu per 250 gram.

Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah.

“Program ini akan terus kami laksanakan pada berbagai kesempatan dan lokasi berbeda. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pokok dengan harga yang lebih ringan,” ujarnya.

Fitriawati menambahkan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi. Karena itu, intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari tingginya jumlah pembeli yang datang sejak pagi. Salah satunya Susanti, warga Kelurahan Pakistaji, yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.

Ia mengaku sengaja datang lebih awal karena mengetahui harga sejumlah komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan di pasaran.

“Harga telur dan minyak goreng di sini lebih terjangkau. Lumayan bisa menghemat pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kota Probolinggo berharap masyarakat dapat memperoleh akses pangan yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran. Program tersebut juga menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan melindungi daya beli masyarakat.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Personel polres Jember prestasi juara 1awarding day apresiasi kreasi di Dharmawangsa Jakarta selatan  
Mediasi Buntu, Kasus Dugaan Penganiayaan Karyawati Dapur MBG Jayanti Resmi Dilaporkan ke Polresta Tangerang
Cegah KKN, Inspektorat Banyuwangi Sosialisasi Peraturan Gratifikasi
SDN 4 Segobang Disorot: Guru dan Murid Dikabarkan Mencari Pasir di Sungai, Ke Mana Arah Anggaran Rehabilitasi Rp,87 Juta?
Komunitas Bola Sundul Kecamatan Solear menggelar Open Turnamen Bola Sundul Sekecamatan Solear Tahun 2026 di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang
Pemkot Probolinggo Hapus Denda Tunggakan PBB Selama Agustus 2026, Warga Diminta Manfaatkan Kesempatan
Danrindam V/Brw Resmi Tutup Dikmaba TNI AD Gel.II Tahun 2026 di Secaba Jember
Antrean BBM Mengular, Aliansi Jayanti Soroti Maraknya Motor Gerandong di SPBU Sumur Bandung dan SPBU Jayanti

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Personel polres Jember prestasi juara 1awarding day apresiasi kreasi di Dharmawangsa Jakarta selatan  

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:14 WIB

Mediasi Buntu, Kasus Dugaan Penganiayaan Karyawati Dapur MBG Jayanti Resmi Dilaporkan ke Polresta Tangerang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:59 WIB

SDN 4 Segobang Disorot: Guru dan Murid Dikabarkan Mencari Pasir di Sungai, Ke Mana Arah Anggaran Rehabilitasi Rp,87 Juta?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:31 WIB

Komunitas Bola Sundul Kecamatan Solear menggelar Open Turnamen Bola Sundul Sekecamatan Solear Tahun 2026 di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:25 WIB

Pemkot Probolinggo Hapus Denda Tunggakan PBB Selama Agustus 2026, Warga Diminta Manfaatkan Kesempatan

Berita Terbaru