Edisi : Dari Ikatan Emosional ke Gerakan Etis: Metamorfosa Perlawanan Alumni dari SALMU, FP USU, dan MAKU

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com l Medan (Sumut)—
Rentetan kabar dugaan korupsi di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) tidak lagi dapat diperlakukan sebagai sekadar isu hukum internal kampus. Ia telah menjelma menjadi alarm publik tentang runtuhnya etika pengelolaan perguruan tinggi negeri yang seharusnya menjadi benteng terakhir integritas. Ketika praktik penyalahgunaan kewenangan dibiarkan, kampus kehilangan fungsinya sebagai ruang pembentuk karakter dan nalar kritis, lalu berubah menjadi ladang rente yang menormalisasi kebusukan secara struktural.
Dalam konteks inilah, perlawanan alumni menemukan bentuk barunya. Solidaritas Alumni USU (SALMU) dan Forum Penyelamat USU (FP USU) lahir dari ikatan emosional terhadap almamater, tetapi bergerak melampaui romantisme nostalgia. Mereka menempatkan USU bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai aset publik yang harus dijaga dari pembusukan internal. Ketika mekanisme formal kampus gagal menjalankan fungsi korektif, suara alumni menjadi kanal etis untuk mengingatkan bahwa otonomi kampus tidak identik dengan impunitas.
Transformasi itu mencapai titik penting dengan hadirnya Masyarakat Anti Korupsi USU (MAKU). Berbeda dari gerakan yang berhenti pada lingkar alumni, MAKU secara sadar melibatkan masyarakat Sumatera Utara sebagai subjek gerakan. Langkah ini bukan tanpa dasar: USU berdiri dan berkembang berkat donasi, dukungan, dan kepercayaan publik Sumatera Utara. Karena itu, korupsi di USU bukan hanya pengkhianatan terhadap tata kelola negara, tetapi juga pengkhianatan terhadap partisipasi historis masyarakat yang ikut membangun kampus tersebut.
Gerakan ini menandai pergeseran penting: dari ikatan emosional menuju gerakan etis yang berlandaskan tanggung jawab publik. SALMU, FP USU, dan MAKU membaca persoalan korupsi bukan sebagai insiden personal, melainkan sebagai penyakit sistemik yang menggerogoti legitimasi institusi. Dengan tekanan moral, advokasi publik, dan keterlibatan masyarakat luas, mereka berupaya memutus rantai pembiaran yang selama ini membuat pelanggaran etika terasa biasa dan aman.
Pada akhirnya, perjuangan SALMU, FP USU, dan MAKU adalah pertaruhan atas masa depan USU itu sendiri. Menyelamatkan kampus dari praktik lancung bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan upaya mengembalikan universitas sebagai rahim kejujuran dan keberanian moral. Jika gerakan etis ini berhasil mengubah kesadaran kolektif, USU tidak hanya diselamatkan dari krisis integritas, tetapi juga dipulihkan sebagai mercusuar nilai—tempat di mana ilmu pengetahuan tumbuh seiring dengan keberanian melawan penyimpangan.
Demikian.
Penulis Adv. M. Taufik Umar Dani Harahap,SH., Merupakan Praktisi Hukum Dan Alumni  FH USU Angkatan ’92.
(M.SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TK Islam Tarbawi An Nahl Outbound di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang
Yayasan Sekolah Karya Ibu Secara Sah Berubah Nama, Berikut Beberapa Hal Disampaikan
Bantu Keuangan Negara, 568 Anggota Ormas APPM Ingin Berhenti Sebagai Penerima MBG
PERKUAT KINERJA DAN INTEGRITAS, KARUTAN PALEMBANG IKUTI PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI OLEH KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL
KEPALA RUTAN KELAS I PALEMBANG HADIRI KEGIATAN KENAL PAMIT KAKANWIL DITJENPAS SUMATERA SELATAN
Wujud Kepedulian Sosial, Pegadaian Sumbagsel Kembali Gelar Program Mengetuk Pintu Langit
Hasibuan Mampu Tak Pernah Kendor Jaga Kebersihan Jalan Masyarakat Harapkan Perhatian Pemerintah Dan DRPD 
Cegah Stunting, Ny. Seniasih Giri Prasta Kampanyekan Gemar Makan Ikan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:30 WIB

TK Islam Tarbawi An Nahl Outbound di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Yayasan Sekolah Karya Ibu Secara Sah Berubah Nama, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:25 WIB

Bantu Keuangan Negara, 568 Anggota Ormas APPM Ingin Berhenti Sebagai Penerima MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

PERKUAT KINERJA DAN INTEGRITAS, KARUTAN PALEMBANG IKUTI PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI OLEH KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:27 WIB

KEPALA RUTAN KELAS I PALEMBANG HADIRI KEGIATAN KENAL PAMIT KAKANWIL DITJENPAS SUMATERA SELATAN

Berita Terbaru