Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Lingkungan KSOP Kelas I Palembang Dilaporkan SIRA ke Kejati Sumsel

- Penulis

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Garudaxpose.com – Hari ini, Rabu (05/11/25), SIRA (Suara Informasi Rakyat Sriwijaya) mendatangi kantor Kejati Sumsel, dalam rangka melaporkan persoalan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi dilingkungan Kantor KSOP Kelas I Palembang.

Berdasarkan hasil survey investigasi kami dilapangan,’kami menemukan adanya dugaan kebocoran keuangan Negara dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) di sector pelabuhan / KSOP Kelas I Palembang dari tahun 2022 s.d 2025. Dalam satu tahun PNBP yang diterima oleh Negara melalui KSOP Kelas I Palembang berkisar Rp. 180 miliar/tahun dengan sebanyak ±36 juta ton batubara yang lewat diperairan sungai musi per tahun nya,’ujar Rahmat Sandi SH Direktur SIRA di
dampingi oleh Rahmat Hidayat Sekretaris SIRA.

“Yang menjadi pertanyaan adalah dengan aktivitas disekitar sungai musi dan diambang luar apakah hanya sebatas Rp. 180 miliar pertahun, sedangkan batubara saja sebanyak ±36juta ton per tahun yang lewat di perairan sungai musi, dengan PNBP (Rp. 180 miliar/tahun) berapa persenkah yang masuk ke daerah sebagai PAD karena tidak terlihat dari perbaikan-perbaikan yang ada di perairan sungai musi?,’jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi permasalahan ini, demi menyelidiki adanya potensi korupsi dan kebocoran PNBP di sector pelabuhan maka hari ini kami membuat laporan pengaduan secara resmi kepada pihak Kejati Sumsel, dengan sejumlah tuntutan diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Meminta Kejati Sumsel untuk menyelidiki dugaan keborocan keuangan Negara dari PNBP angkutan batubara sebanyak Rp. 180 miliar/tahun di KSOP Kelas I Palembang dari tahun 2022 s.d 2025 yang diduga sarat akan penyimpangan dalam pengelolaannya sehingga berpotensi merugikan keuangan Negara milyaran rupiah.

2. Meminta Kepala Kejati Sumsel untuk membentuk Tim Khusus Pencari Fakta dilapangan, guna menyelidiki dugaan penyimpangan pengeloaan PNBP dari hasil angkutan batubara di KSOP Kelas I Palembang dari tahun 2022 s.d 2025.

3. Meminta Kepala Kejati Sumsel melalui Aspidsus untuk memanggil dan memeriksa, serta untuk dimintai dkomuen-dokumen setoran PNBP yang disetorkan dari tahun 2022 s.d 2025 yakni Kepala KSOP Kelas I Palembang, oknum-oknum pejabat KSOP Kelas I Palembang lainnya, BUP (Badan Usaha Pelabuhan) dan sebanyak 105 TUKS dan Tersus di DLKp Palembang dll.

4. Kejati Sumsel harus menyelidiki persoalan ini sampai ke akar-akarnya sebab kami menduga adanya potensi kerugian Negara milyaran rupiah dari adanya dugaan kebocoran PNBP di KSOP Kelas I Palembang sejak tahun 2022 s.d 2025.

“Sebagai control social kami akan terus kawal laporan ini, sebab selama ini pengelolaan PNBP di sektor pelabuhan diduga tidak transfaran, serta dugaan kebocoran PNBP di KSOP Kelas I Palembang ini juga sudah berlangsung cukup lama dan belum pernah tersentuh oleh Aparat Penegak Hukum,”tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan
Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN
Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa
Noor Arief Prasetyo terpilih Aklamasi sebagai ketua umum KJJT indonesia  
KASAT RESKRIM POLRES PADANG LAWAS TABUH GENDERANG, BERANGKATKAN GERAKAN BERSIHKAN PASAR DARI SPEKULASI DAN KECURANGAN PANGAN
Pererat Sinergi, Kepala Rutan Kelas I Palembang Audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:11 WIB

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan

Rabu, 9 September 2026 - 14:06 WIB

Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Rabu, 9 September 2026 - 07:12 WIB

HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN

Rabu, 9 September 2026 - 02:05 WIB

Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa

Berita Terbaru