Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP Minta Pemerintah Pusat, Kementerian ESDM, Pertamina Segera Memberikan Penjelasan Penyebab Kelangkaan BBM Di Bali

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Garudaxpose.com | Bali – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali membawa dampak terhadap sektor pariwisata. Dampak tersebut yakni gangguan operasional transportasi wisata terhambatnya antar jemput tamu, perusahaan travel agent, penyedia mobil sewa atau car rental, hingga pengemudi dan tour guide kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk menjemput wisatawan dari bandara maupun hotel.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali, Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP kepada Garudaxpose mengatakan, antrean panjang kendaraan yang mengular dari SPBU memacetkan ruas – ruas jalan utama, memaksa pengemudi dan wisatawan berputar arah atau menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh. Dokumentasi antrean panjang ribuan meter di SPBU yang tersebar luas di media sosial memicu kekhawatiran, bahwa Bali dianggap kurang siap mengelola infrastruktur dasar, yang dapat mepengaruhi kepercayaan pasar internasional dan segmen wisatawan berkualitas (high-value/regenerative tourism).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelangkaan bahan bakar minyak di Bali sopir dan pelaku usaha kehilangan waktu berjam – jam untuk berburu BBM, yang secara langsung menggerus margin keuntungan usaha jasa pariwisata. “Kelangkaan BBM ini mengganggu distribusi logistik bahan makanan dan kebutuhan harian untuk hotel, restoran serta pedagang kecil di sekitar kawasan wisata,” kata Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP kelahiran Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali ini minta Pertamina untuk menjelaskan secara jujur dan transparan penyebab krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di Bali.

Lanjut Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP mengatakan, antrean mengular berjam – jam hingga meluber ke jalan raya menyebabkan kemacetan parah, sebagai etalase pariwisata internasional, kelangkaan BBM dinilai mengancam kenyamanan wisatawan dan merugikan produktivitas pelaku usaha lokal.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP mengatakan, pihaknya mengusulkan agar pembagian atau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) diberikan kepada Pertamini di kios bensin eceran guna mengurai kemacetan akibat antrean mengular di SPBU, hal ini tentunya sebagai jalan keluar untuk mengurai kemacetan, pengisian BBM di Pertamini khusus untuk kendaraan roda dua dengan harga sesuai dengan di SPBU.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP minta Dishub, TNI-Polri dan Pecalang membantu memberikan atensi khusus di titik – titik SPBU yang mengular, langkah ini dilakukan agar antrean kendaraan konsumen tidak sampai meluber ke badan jalan utama dan melumpuhkan arus lalu lintas.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP meminta otoritas Pertamina segera mengambil langkah cepat agar pasokan BBM tetap aman, pihaknya menyayangkan masyarakat harus membuang banyak waktu produktif di jalanan sekadar untuk mendapatkan bahan bakar harian mereka.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP mendesak Pertamina untuk menjaga stabilitas ketersediaan BBM, sangat miris melihat masyarakat yang seharusnya bisa leluasa menikmati sumber daya alam, justru harus berdesakan dan mengantre berjamjam, polemik antrean BBM tidak boleh dibiarkan berlarut – larut, selain melumpuhkan mobilitas dan produktivitas warga, kelangkaan bahan bakar di lapangan berpotensi memicu gesekan serta persoalan sosial apabila pasokan tidak segera dinormalkan.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP mendesak Pertamina untuk segera mengevaluasi ulang pola pasokan sekaligus memperketat pengawasan jalur distribusi BBM, kelancaran suplai BBM memegang peranan vital sebagai urat nadi pergerakan ekonomi rakyat, jika tata kelola pasokan kembali normal dan terdistribusi merata, ia meyakini fenomena antrean di SPBU akan sirna dengan sendirinya.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP menyatakan, masyarakat menaruh harapan besar agar Pertamina bekerja efektif, dengan begitu aktivitas perputaran ekonomi dan mobilitas warga Bali dapat kembali berjalan normal tanpa terus – terusan dihantui kendala kelangkaan BBM.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP mengatakan, pihaknya sangat prihatin dan kecewa terhadap penanganan krisis BBM yang dinilainya telah mengganggu aktivitas masyarakat dari pekerja, pelajar, petani hingga pengemudi ojek online. Kondisi ini berdampak terhadap kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata Bali di mata dunia internasional.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP minta pemerintah pusat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Pertamina segera memberikan penjelasan mengenai penyebab kelangkaan BBM di Bali. Pemerintah harus meluruskan informasi secara terbuka kepada masyarakat, jangan sampai muncul berbagai versi penjelasan yang justru menimbulkan kebingungan dan keresahan.

“Pemerintah dan pihak terkait perlu menyampaikan kondisi faktual di lapangan, termasuk mengenai pasokan, distribusi, ketersediaan stok serta kendala yang menyebabkan antrean panjang di SPBU,” kata Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP mengatakan, persoalan energi di Bali tidak semestinya dipandang hanya sebagai masalah distribusi biasa, pemerintah harus mempertimbangkan posisi strategis Bali sebagai destinasi wisata internasional yang setiap hari melayani mobilitas masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai negara. Gangguan pasokan BBM yang tidak segera ditangani dapat memunculkan kesan buruk terhadap kesiapan pemerintah dalam menjaga kelancaran aktivitas di daerah tujuan wisata.

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP minta pemerintah pusat dan kementerian terkait memberikan perhatian serius serta memastikan kebutuhan energi di Bali dapat terpenuhi secara memadai.

“Koordinasi antara Pemerintah Pusat, TNI-POLRI, Pemerintah Daerah, pengelola SPBU, Pertamina, dan instansi terkait menjadi penting dalam situasi darurat seperti ini, jangan sampai Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia justru mengalami persoalan energi yang berlarut – larut, hal ini membutuhkan perhatian khusus,” tegas Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP. @ (suriasih)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Respons Antrean BBM Di Bali, Kodam IX/Udayana Dukung Langkah Pengamanan Di SPBU
Kolaborasi Pemkab Banyuwangi, PMI, dan JFF, Operasi Katarak Gratis Telah Bantu 4.869 Warga  
Peduli Keselamatan, Satlantas Polres Bangli Bagikan Helm SNI Kepada Guru Dan Pelajar SMK Negeri 1 Tembuku
Wujud Polisi Bersama Masyarakat, Polres Bangli Bagikan Air Mineral Kepada Masyarakat Di SPBU
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 10 WNA, Dua Diantaranya Eks Narapidana
Polres Gianyar Bersama Jajaran Polsek Amankan Antrean BBM, Bagikan Air Mineral kepada Masyarakat
Info Denpasar Seputar Jamsos, Perda KTR dan Kontingen Pramuka
Gubernur Koster Tinjau Terminal BBM, Minta Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP Minta Pemerintah Pusat, Kementerian ESDM, Pertamina Segera Memberikan Penjelasan Penyebab Kelangkaan BBM Di Bali

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Respons Antrean BBM Di Bali, Kodam IX/Udayana Dukung Langkah Pengamanan Di SPBU

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Kolaborasi Pemkab Banyuwangi, PMI, dan JFF, Operasi Katarak Gratis Telah Bantu 4.869 Warga  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:40 WIB

Peduli Keselamatan, Satlantas Polres Bangli Bagikan Helm SNI Kepada Guru Dan Pelajar SMK Negeri 1 Tembuku

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Wujud Polisi Bersama Masyarakat, Polres Bangli Bagikan Air Mineral Kepada Masyarakat Di SPBU

Berita Terbaru