Garudaxpose.com | Bondowoso — di balik penampilan mencolok dengan rambut pirang dan gaya bicara ceplas-ceplos, Erna Yuni atau akrab disapa Bun Kellap menyimpan sisi lain. Jurnalis media online di Bondowoso ini dikenal tidak tegaan dan aktif di kegiatan sosial.
Sosok perempuan asal Lamongan yang kini menetap di Kota Tape itu sudah malang melintang di dunia jurnalistik. Selain menulis, ia juga dikenal sebagai pelaku UMKM. Dulunya sempat berjualan elektronik, namun beralih ke usaha beras dan sembako setelah banyak pelanggannya menunggak.
Bun Kellap memulai karier jurnalistiknya di salah satu media di Bondowoso. Baginya, profesi jurnalis bukan hanya soal meliput. Jurnalis adalah jembatan suara masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jurnalis itu wakil rakyat untuk menyampaikan kejadian di lapangan ke publik. Tapi tetap harus lewat proses editing biar beritanya berkualitas,” ujarnya.
Meski kesehariannya sibuk di redaksi dan usaha, Erna tetap menyempatkan diri turun ke kegiatan kemanusiaan. Ia kerap berada di barisan terdepan saat ada warga yang membutuhkan bantuan.
Penampilan dan logatnya yang blak-blakan membuat Erna sering dijuluki “CEO Menyamar dari Kampung Templek”. Namun ia tak ambil pusing.
“Buat apa dipamerkan. Hidup hanya sekali. Yang penting bermanfaat buat orang lain itu sudah cukup. Kalau mau bantu sesama jangan nunggu kaya dulu,” kata Erna saat ditemui di salah satu warung di Bondowoso, Sabtu (18/7).
Gaya hidup sederhananya kontras dengan julukan yang melekat padanya. Bagi Bun Kellap, membantu tidak butuh syarat.
Hingga kini, ia tetap aktif menulis dan menjalankan usaha sembako. Komitmennya menjaga dua dunia — dunia berita dan dunia sosial — menjadi ciri khas yang membuatnya dikenal di kalangan sesama jurnalis Bondowoso.
Pewarta: Slamet Raharjo














