Diaspora Banyuwangi Solid, Spirit Tandang Bareng Kunci Pembangunan

- Penulis

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com |BANYUWANGI – Diaspora Banyuwangi kembali digelar di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Senin (23/3/2026). Acara tahunan yang jadi ajang pertemuan para perantau tersebut berlangsung penuh keakraban. Diiringi musik kendang kempul dan aneka kuliner lokal, juga jadi ajang membangun solidaritas para perantau Banyuwangi yang hadir dari Sumatera, Sulawesi, Papua, hingga Jerman dan Amerika Serikat.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Solidaritas tersebut terpancar pada spirit tandang bareng yang jadi komitmen para diaspora Banyuwangi. Tandang bareng merupakan aksioma bahasa Osing yang menggambarkan spirit kebersamaan, gotong royong, dan kerjasama.

“Semangat tandang bareng ini adalah modal yang terus kita jaga. Tak bisa kita berjalan sendiri-sendiri. Tapi, harus kompak dan saling membantu,” terang Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka kegiatan tersebut.

Bupati Ipuk mengajak seluruh diaspora Banyuwangi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Berkat kerjasama kita semua, saat ini Banyuwangi terus menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Beberapa capaian Banyuwangi, beber Ipuk, adalah tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil. Pertumbuhan Ekonomi kita pada tahun 2025 mencapai 5,65 persen. Lebih tinggi dari rata-rata Nasional (5,11 persen) dan Provinsi Jawa Timur (5,33 persen). Pendapatan Perkapita juga naik menjadi Rp67,08 juta pada 2025. Tertinggi di kawasan Sekarkijang (Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang).

Kemiskinan juga semakin menurun. Saat ini tinggal 6,13 persen (turun 0,41 persen dari tahun sebelumnya). Lebih rendah dari kemiskinan tingkat Nasional dan Provinsi Jawa Timur. Gini Rasio juga tersisa 0,29 persen dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) hanya 3,94 persen.

“Capaian ini, bukan semata kerja kami. Tapi, atas doa, dukungan dan tandang bareng semua pihak. Termasuk juga para diaspora yang terus mengharumkan Banyuwangi,” ungkap Ipuk.

Spirit Tandang bareng tak hanya semata dari luar ke dalam. Namun, juga berlaku sebaliknya. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Nur Hidayat dari Ikawangi Sumatera Utara. Ia menceritakan kontribusi masyarakat Banyuwangi yang turut membantu warga Sumatera Utara pasca bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Atas bantuan dari warga Banyuwangi, kami bisa membuka puluhan sumur bor untuk akses air bersih bagi warga yang tinggal di Sibolga dan Aceh,” ungkap Nur Hidayat.

Spirit yang sama juga ditunjukkan oleh Wulan, seorang diaspora asal Kalibaru yang tinggal di Osaka, Jepang. Ia yang bekerja untuk kedutaan Indonesia di negeri Sakura tersebut, siap memfasilitasi warga Banyuwangi yang akan mengadu nasib di sana.

“Kami siap membantu, jika ada warga Banyuwangi yang ingin bekerja di Jepang. Melalui program G to G (kerjasama antar pemerintah), sedang dibutuhkan banyak nakes (tenaga kesehatan) di Jepang,” ajak perempuan yang telah tinggal 30 tahun lamanya di Jepang.

Penasehat Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Pusat Arief Yahya menyampaikan bahwa seluruh diaspora dapat berkontribusi untuk membangun kampung halamannya dengan cara terbaik masing-masing. Untuk itu, perlu diketahui core utama prospek ekonomi Banyuwangi guna menjadi acuan dan wawasan para diaspora.

“Ada tiga core utama ekonomi Banyuwangi. Yang pertama, pariwisata. Semuanya bisa turut mempromosikan wisata Banyuwangi di tempat perantauan masing-masing. Jadilah duta terbaik Banyuwangi,” ungkap Menteri Pariwisata Republik Indonesia 2014-2019.

Selain itu, potensi ekonomi Banyuwangi lainnya adalah blue economy dan hub penghubung antara Indonesia bagian barat dengan timur. “Seiring dengan koneksitas tol Prosiwangi yang tidak dalam waktu lama akan tersambung sampai Banyuwangi, ini akan jadi hub ekonomi baru. Banyuwangi jadi gerbang masuk barang ke Indonesia Timur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Daerah Cermati RUU Ketenagakerjaan untuk Menjaga Keseimbangan Hubungan Industrial
MADAS Lumajang Gelar Pasukan di 21 Kecamatan, Ahmad Huzaini: Jaga Rumah Besar Kita
Dari Lereng Puspo, MADAS Pasuruan Raya Tebar Kepedulian Bantu Wujudkan Masjid Baitul Falah
Mayangan Punya Panggung Baru, Warga Satukan Seni, Tradisi dan Identitas Pesisir
Probolinggo Siapkan Pola Baru Perencanaan Pembangunan, Data dan Digitalisasi Jadi Penopang
PERANG BINTANG DI UJUNG TIMUR JATENG: Tarian Senegal di Rumput Agus Salim
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara
Dari Polda ke Sibolga, AKBP Budi Prasetyo Bawa Harapan Baru

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 14:20 WIB

Pemerintah Daerah Cermati RUU Ketenagakerjaan untuk Menjaga Keseimbangan Hubungan Industrial

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

MADAS Lumajang Gelar Pasukan di 21 Kecamatan, Ahmad Huzaini: Jaga Rumah Besar Kita

Minggu, 20 September 2026 - 13:08 WIB

Dari Lereng Puspo, MADAS Pasuruan Raya Tebar Kepedulian Bantu Wujudkan Masjid Baitul Falah

Sabtu, 19 September 2026 - 18:01 WIB

Probolinggo Siapkan Pola Baru Perencanaan Pembangunan, Data dan Digitalisasi Jadi Penopang

Sabtu, 19 September 2026 - 16:45 WIB

PERANG BINTANG DI UJUNG TIMUR JATENG: Tarian Senegal di Rumput Agus Salim

Berita Terbaru