Cegah Luka Psikologis Mendalam pada Siswa Akibat Bullying, Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Senjata Baru Madrasah se-Kabupaten Brebes

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo doc:Agus

BREBES,GarudaXpose.com//–Fenomena bullying di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan. Tindakan saling mengejek, perundungan fisik, hingga kekerasan verbal yang kerap dianggap bercanda, nyatanya dapat meninggalkan luka psikologis mendalam bagi anak.

Sebagai ikhtiar mencegah bullying di lingkungan sekolah, Kementerian Agama Kabupaten Brebes bersama Pondok Pesantren Al Hasaniyyah Kedawon Kecamatan Larangan menggelar Seminar Nasional Pendidikan dan Penguatan Motivasi Kinerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah negeri maupun swasta se-Kabupaten Brebes, Sabtu (23/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seminar nasional yang digelar di aula Ponpes Al Hasaniyyah Kedawon ini menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan dan agama, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes KH. M. Aqsho, Kabid Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Amin Handoyo, motivator nasional Dr. H. Nanang Qosim Yusuf, serta Pengasuh Ponpes Al Hasaniyyah Kedawon Dr. KH. Nuridin Syamsudin.

M. Aqsho menegaskan, sekolah tidak cukup menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang aman yang menumbuhkan rasa kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap sesama melalui Kurikulum Berbasis Cinta. Konsep ini menempatkan nilai kasih sayang, penghormatan, kepedulian, dan kemanusiaan sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.

“Kami di Kementerian Agama dalam kondisi sekarang ada penguatan dan penekananan dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Kurikulum berbasis cinta bukan berarti mengurangi kedisiplinan, melainkan menghadirkan pola pendidikan yang lebih humanis dan menyentuh sisi emosional peserta didik. Anak harus merasa nyaman dulu di madrasah, baru ilmu bisa masuk,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Hasaniyyah Kedawon Dr. KH. Nuridin Syamsudin memberikan catatan terkait pola kepemimpinan di madrasah yang harus dibenahi. Menurut dia, kepala dan guru madrasah memiliki peran utama sebagai teladan. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat. Ketika lingkungan sekolah dipenuhi sikap saling menghormati, maka potensi munculnya tindakan bullying dapat ditekan secara perlahan.

“Yang perlu kita benahi itu pola kepemimpinan. Sebuah pendidikan akan maju jika dipimpin kepala madrasah dengan pola kepemimpinan yang tidak jauh dari pola pendidikan di pesantren. Madrasah harus yang sopan, aman nyaman, dan tidak ada kekerasan,” tegasnya.

Dia menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam membangun generasi bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas.

“Madrasah bukan sekadar tempat belajar, tetapi pusat pembentukan karakter, adab, dan peradaban Islam. Kalau gurunya cinta pada murid, muridnya hormat pada guru, insyaallah bullying tidak akan tumbuh,” pungkasnya.***

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Koster Didampingi Walikota Traktir Siswa SMPN 13 Denpasar Nasi Jinggo
UT Denpasar Resmi Kembalikan Lahan Milik Pemprov Bali Seluas 1.975 M Persegi
PWI Pusat Gelar Pembekalan Pra-UKW Angkatan 28, Mantapkan Kompetensi Wartawan Menuju Ujian Resmi
PWI Kabupaten Serang Dorong Peserta Maksimalkan Pra-UKW untuk Hasil Maksimal
Pemerintah Larang Guru Rangkap Jabatan Bendahara BOS Mulai 2026, Tugas Dialihkan ke Tenaga Kependidikan
Pentingnya Kesadaran Hukum, Polres Lumajang Edukasi Pelajar Cegah Perundungan di Sekolah
Khasiat Ajaib Si Biru Bunga Telang: Solusi Alami Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh
Polisi Kerahkan untuk Pengamanan Peringatan Maulid Nabi di SMA Negeri 1 Tempeh, Lalu Lintas Diatur

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 04:03 WIB

Gubernur Koster Didampingi Walikota Traktir Siswa SMPN 13 Denpasar Nasi Jinggo

Kamis, 17 September 2026 - 13:58 WIB

UT Denpasar Resmi Kembalikan Lahan Milik Pemprov Bali Seluas 1.975 M Persegi

Selasa, 15 September 2026 - 11:09 WIB

PWI Pusat Gelar Pembekalan Pra-UKW Angkatan 28, Mantapkan Kompetensi Wartawan Menuju Ujian Resmi

Selasa, 15 September 2026 - 10:13 WIB

PWI Kabupaten Serang Dorong Peserta Maksimalkan Pra-UKW untuk Hasil Maksimal

Senin, 14 September 2026 - 04:04 WIB

Pemerintah Larang Guru Rangkap Jabatan Bendahara BOS Mulai 2026, Tugas Dialihkan ke Tenaga Kependidikan

Berita Terbaru