Bupati Kembang Dorong Lahirkan SDM Pariwisata Berdaya Saing Global

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


HUT SMK 5 Negara ke-13


Garudaxpose.com l Jembrana Bali – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 SMK 5 Pariwisata Negara berlangsung penuh semangat dan kebanggaan, Selasa (5/5), di Pekutatan. Momentum ini sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan Graduation siswa kelas XII.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya terhadap perkembangan sekolah yang dinilai semakin pesat.

“Selamat ulang tahun untuk SMK 5 Pariwisata. Semoga semakin maju, semakin keren, dan terus melahirkan generasi pariwisata yang siap bersaing, tidak hanya di Bali, tetapi juga di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.

Bupati Kembang juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan sekolah tersebut. Ia menuturkan bahwa SMK 5 Pariwisata berdiri saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Bupati Jembrana.

“Saya bisa dibilang ikut menyaksikan perjalanan sekolah ini dari awal. Dari kondisi yang masih sederhana, hingga kini berkembang dan menjadi kebanggaan kita bersama,” kenangnya.

Menurutnya, perkembangan SMK 5 Pariwisata saat ini menjadi bukti nyata dari kerja keras semua pihak, sekaligus kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang berkualitas.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada para siswa agar terus meningkatkan kapasitas diri di tengah dinamika dunia pariwisata yang kian kompetitif.

“Dunia pariwisata tidak hanya soal pelayanan, tetapi juga attitude, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Orang pintar banyak, tetapi yang berkarakter kuat, disiplin, dan mau terus belajar, itulah yang akan unggul,” tegasnya.

 

Ia juga mendorong para siswa untuk tidak cepat puas, terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta menguasai bahasa asing. Di sisi lain, pelestarian budaya lokal tetap menjadi hal utama yang harus dijaga.

“Keunggulan Bali, termasuk Jembrana, ada pada budayanya. Itu yang harus kita jaga bersama,” imbuhnya.

Tak lupa, apresiasi disampaikan kepada para guru yang dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

“Terima kasih kepada para guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan membentuk karakter siswa,” ucapnya.

Ke depan, Bupati Kembang berharap SMK 5 Pariwisata terus berinovasi dan memperkuat sinergi dengan dunia industri. Ia juga mendorong agar sekolah mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berwirausaha bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Jadikan SMK 5 Pariwisata sebagai sekolah yang benar-benar siap kerja, siap usaha, dan siap menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya. (Wis/Tra)


Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako 

Garudaxpose.com l Jembrana Bali –Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi.”

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara , salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura Mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. ( Wis/Tra).


Lepas 10 Calon Paskibraka ke Seleksi Nasional, Bupati Kembang Tekankan Seleksi Bersih dan Disiplin

Garudaxpose.com l Jembrana Bali – Sebanyak sepuluh putra-putri terbaik Kabupaten Jembrana siap berlaga mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Provinsi Bali. Mereka merupakan perwakilan siswa-siswi pilihan dari berbagai SMA/SMK se-Kabupaten Jembrana.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Senin (4/5). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan harapan besar agar Jembrana kembali menorehkan prestasi di kancah nasional.

“Dulu kita berturut-turut pernah mewakili ke tingkat nasional. Sekarang saya ingin mengembalikan kejayaan itu. Bahkan kita pernah menjadi kabupaten dengan jumlah terbanyak yang lolos ke tingkat nasional. Tunjukkan itu,” tegasnya.

Didampingi Dandim 1617/Jembrana dan Danyonif 741/Garuda, Bupati menekankan pentingnya proses seleksi yang bersih dan tanpa titipan. Ia mengaku telah mencermati langsung para peserta dan memastikan seluruhnya lolos melalui proses yang transparan.

“Saya berkomitmen seluruh kegiatan, apalagi yang menyangkut generasi muda, harus lebih baik. Jangan sampai ada titipan. Saya perhatikan satu per satu, dan ini betul-betul lahir dari proses yang clear. Ini membuktikan keseriusan kita bahwa semua punya kesempatan yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan agar kerja keras para peserta selama proses seleksi diimbangi dengan pembinaan dan apresiasi yang baik di lapangan. Ia berharap para calon Paskibraka mampu menjaga sikap rendah hati meskipun telah meraih prestasi.

“Jangan sombong baru jadi paskib. Tetap rendah hati dan tahu menempatkan diri. Yang paling penting, saat latihan nanti harus benar-benar serius. Saya ingin ada yang bisa lolos ke tingkat nasional,” pesannya.

Momentum pelepasan ini, menurut Bupati, bukan sekadar seremoni, melainkan penanda bahwa para peserta telah naik ke level yang lebih tinggi. Ia mengingatkan bahwa tidak semua pelajar memiliki kesempatan tersebut.
“Adik-adik ini adalah orang pilihan. Banyak yang ikut, tetapi tidak semua bisa lolos. Ini membuktikan komitmen yang kuat. Jaga disiplin dan jaga nama baik daerah,” imbuhnya.

Adapun sepuluh calon Paskibraka asal Jembrana yang mengikuti seleksi tingkat nasional terdiri dari lima putra dan lima putri. Untuk putra yakni Kadek Pandu Ari Capriano (SMAN 1 Melaya), Andito Galih Anugrah (MAN 1 Jembrana), I Nyoman Bagus Raditya Vaikuntha (SMAN 1 Negara), I Kade Ari Smedi Astawa (SMKN 4 Negara), dan I Putu Agus Wiguna Swiryatama (SMAN 1 Mendoyo).

Sementara itu, lima calon putri yakni Ni Kadek Alvina Calista Putri (SMAN 1 Negara), Muna Camelia Tunggadewi (MAN 1 Jembrana), Ni Putu Listiantari (SMKN 1 Negara), Ni Putu Yudia Astarani (SMAN 3 Negara), serta Ni Komang Cantika Putri Astiti (SMAN 2 Negara). (Wis/Tra)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lolos Verifikasi Arab Saudi, Seluruh Dokumen Jemaah Lumajang Siap 100 Persen
Pemkab Lumajang mendapat Penghargaan Bronze Award UB Halal Metric 2026, dalam Ajang IHES
Hadiri Lepas Sambut Kajari Tangerang, Sachrudin Tegaskan Kolaborasi Adalah Kunci
Ny. Putri Koster Tegaskan Pentingnya Pemahaman Bagi Para Kader Jalankan Fungsi Posyandu
Kunjungan Penuh Kolaborasi, KPH Banyuwangi Barat Bahas Program Lingkungan Bersama RKB
Sebanyak 1.634 Bidang Tanah Wakaf di Kabupaten Tangerang Belum Bersertifikat
UHC Capai 99,51 Persen, Pemkot Probolinggo Perkuat Validitas Data Jaminan Kesehatan
Seleksi Pimpinan BAZNAS Kota Probolinggo Masuki Tahap Wawancara, 10 Kandidat Disaring Jadi 5 Nama

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemda Madina di Persimpangan: Membela Rakyat atau Mengamini Kepentingan Korporasi? RILISAN: Mandailing Natal — Posisi Pemerintah Daerah Mandailing Natal (Pemda Madina) kini semakin terang diuji di tengah tarik-menarik kepentingan antara masyarakat dan perusahaan. Situasi ini bukan sekadar dinamika administratif, melainkan telah menjelma menjadi ujian moral dan keberpihakan kekuasaan. Di satu sisi, masyarakat menaruh harapan besar agar pemerintah hadir sebagai pelindung hak-hak mereka—terutama dalam persoalan sumber daya alam, lingkungan hidup, dan ruang hidup yang semakin terdesak. Namun di sisi lain, geliat kepentingan korporasi yang kian agresif justru menimbulkan pertanyaan serius: ke mana arah kebijakan Pemda Madina sebenarnya berpihak? Realitas di lapangan menunjukkan bahwa konflik kepentingan ini tidak lagi bersifat laten. Ia telah terbuka, terasa, dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ketika izin, kebijakan, dan pengawasan terkesan lebih condong mengakomodasi perusahaan, publik mulai mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap prinsip keadilan sosial. Pemda Madina tidak bisa lagi berdiri di wilayah abu-abu. Sikap tegas dan keberanian politik sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa kepentingan rakyat tidak dikorbankan demi investasi semata. Sebab, pembangunan tanpa keadilan hanya akan melahirkan ketimpangan dan konflik berkepanjangan. Momentum ini menjadi titik krusial: apakah pemerintah akan berdiri bersama masyarakat sebagai pemilik sah negeri ini, atau justru larut dalam arus kepentingan korporasi yang berorientasi keuntungan? Publik menunggu jawaban, bukan dalam bentuk retorika, melainkan melalui kebijakan nyata dan keberpihakan yang jelas.

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:15 WIB

Lolos Verifikasi Arab Saudi, Seluruh Dokumen Jemaah Lumajang Siap 100 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:31 WIB

Pemkab Lumajang mendapat Penghargaan Bronze Award UB Halal Metric 2026, dalam Ajang IHES

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:16 WIB

Hadiri Lepas Sambut Kajari Tangerang, Sachrudin Tegaskan Kolaborasi Adalah Kunci

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:18 WIB

Ny. Putri Koster Tegaskan Pentingnya Pemahaman Bagi Para Kader Jalankan Fungsi Posyandu

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:26 WIB

Kunjungan Penuh Kolaborasi, KPH Banyuwangi Barat Bahas Program Lingkungan Bersama RKB

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemda Madina di Persimpangan: Membela Rakyat atau Mengamini Kepentingan Korporasi? RILISAN: Mandailing Natal — Posisi Pemerintah Daerah Mandailing Natal (Pemda Madina) kini semakin terang diuji di tengah tarik-menarik kepentingan antara masyarakat dan perusahaan. Situasi ini bukan sekadar dinamika administratif, melainkan telah menjelma menjadi ujian moral dan keberpihakan kekuasaan. Di satu sisi, masyarakat menaruh harapan besar agar pemerintah hadir sebagai pelindung hak-hak mereka—terutama dalam persoalan sumber daya alam, lingkungan hidup, dan ruang hidup yang semakin terdesak. Namun di sisi lain, geliat kepentingan korporasi yang kian agresif justru menimbulkan pertanyaan serius: ke mana arah kebijakan Pemda Madina sebenarnya berpihak? Realitas di lapangan menunjukkan bahwa konflik kepentingan ini tidak lagi bersifat laten. Ia telah terbuka, terasa, dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ketika izin, kebijakan, dan pengawasan terkesan lebih condong mengakomodasi perusahaan, publik mulai mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap prinsip keadilan sosial. Pemda Madina tidak bisa lagi berdiri di wilayah abu-abu. Sikap tegas dan keberanian politik sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa kepentingan rakyat tidak dikorbankan demi investasi semata. Sebab, pembangunan tanpa keadilan hanya akan melahirkan ketimpangan dan konflik berkepanjangan. Momentum ini menjadi titik krusial: apakah pemerintah akan berdiri bersama masyarakat sebagai pemilik sah negeri ini, atau justru larut dalam arus kepentingan korporasi yang berorientasi keuntungan? Publik menunggu jawaban, bukan dalam bentuk retorika, melainkan melalui kebijakan nyata dan keberpihakan yang jelas.

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:54 WIB