Pasien Sekarat Diduga Diabaikan RSUD Sidikalang Selama Hampir Satu Jam, Jon Berutu Turun Tangan

- Penulis

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Sidikalang — Dugaan pengabaian terhadap pasien sekarat oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang menuai sorotan tajam setelah seorang pasien rujukan dari Puskesmas Tigalingga tidak mendapatkan penanganan selama hampir satu jam sejak tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Peristiwa tersebut bermula ketika seorang pasien yang dalam kondisi kritis dirujuk dari Puskesmas Tigalingga karena keterbatasan fasilitas medis. Namun setibanya di RSUD Sidikalang, pihak keluarga dan petugas puskesmas justru kebingungan karena salah satu dokter di IGD menyarankan agar pasien langsung dibawa ke Kabanjahe tanpa memberikan tindakan awal apa pun.

Hampir satu jam pasien tersebut tidak tersentuh penanganan medis. Salah seorang petugas Puskesmas Tigalingga akhirnya menghubungi tokoh masyarakat, Jonni Berutu, untuk meminta bantuan. Jon Berutu kemudian segera datang ke RSUD Sidikalang. Namun setibanya di lokasi, ia mendapati pasien masih belum mendapatkan tindakan medis, sehingga membuatnya marah dan menegur pihak rumah sakit. Setelah itu barulah pasien mulai ditangani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada awak media, Jonni Berutu mengaku ia tidak mengenal pasien tersebut. Namun ia merasa terpanggil setelah petugas puskesmas meminta bantuan. “Saya tidak kenal pasiennya, tetapi saya kasihan melihat kondisinya. Apalagi keluarga pasien tampak bingung dan pasrah karena mereka dari kampung pedalaman,” ujarnya.

Keluarga pasien, yang tidak memiliki kerabat di Sidikalang, tampak hanya bisa menunggu dengan cemas tanpa penjelasan yang jelas dari pihak rumah sakit.

Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Sidikalang, Dr. Mei Margareta Sitanggang, membantah adanya pembiaran. Ia menjelaskan bahwa pihak rumah sakit mengira pasien seharusnya langsung dirujuk ke Kabanjahe karena penanganan awal dilakukan di Puskesmas Tigalingga. “Ada miskomunikasi antara petugas puskesmas dan rumah sakit. Kami pikir pasien belum berangkat dan akan langsung diarahkan ke Kabanjahe,” jelasnya.

Namun keterangan tersebut dipertanyakan oleh awak media. Pasalnya, sopir ambulans dari Puskesmas Tigalingga menyatakan kecewa karena pasien dibiarkan tanpa tindakan padahal kondisinya sangat kritis. “Seharusnya pasien sekarat ditangani dulu, bukan dibiarkan. Kalau pun harus dirujuk, itu harus dilakukan setelah mendapatkan pertolongan awal,” tegasnya.

Penjelasan pihak rumah sakit juga dinilai berbelit-belit dan saling bertentangan antara satu petugas dengan lainnya.

Insiden ini memunculkan pertanyaan besar: siapa yang harus bertanggung jawab? Apakah Dinas Kesehatan, direktur rumah sakit, dokter yang bertugas, atau pimpinan daerah? Masyarakat meminta perhatian serius dari Menteri Kesehatan agar memberikan pembinaan kepada RSUD Sidikalang agar kejadian serupa tidak terulang.

Penulis : Jembri M. Padang

Editor : Saad Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Status Semeru Turun ke Siaga, Aktivitas Melemah dan Mitigasi Tetap Diperkuat
Lima Hari Pasca Banjir Bandang, Tiga Jenazah Ditemukan di Desa Pardamean Muara Batang Toru
Tingkat Aktivitas G. Semeru Diturunkan Dari Level IV (Awas) Menjadi Level III (Siaga).
Rutan Kelas IIB Kraksaan Gelar Screening Kesehatan WBP Deteksi Dini Cegah Penyakit
Banjir Lumpuhkan Kota Tebing Tinggi, Lazismu dan SPPG Bandar Sono Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Gizi
Jalan Rusak Berujung Petaka, Warga Jayanti Berduka
Kondisi Korban Luka Bakar Erupsi Semeru Terus Membaik, Dinkes Lumajang Pastikan Penanganan Optimal
Banjir & Longsor Melanda Tapanuli Selatan: 8 Warga Tewas, Ribuan Mengungsi, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 13:22 WIB

Status Semeru Turun ke Siaga, Aktivitas Melemah dan Mitigasi Tetap Diperkuat

Sabtu, 29 November 2025 - 15:43 WIB

Lima Hari Pasca Banjir Bandang, Tiga Jenazah Ditemukan di Desa Pardamean Muara Batang Toru

Sabtu, 29 November 2025 - 10:38 WIB

Tingkat Aktivitas G. Semeru Diturunkan Dari Level IV (Awas) Menjadi Level III (Siaga).

Sabtu, 29 November 2025 - 07:16 WIB

Rutan Kelas IIB Kraksaan Gelar Screening Kesehatan WBP Deteksi Dini Cegah Penyakit

Jumat, 28 November 2025 - 15:08 WIB

Banjir Lumpuhkan Kota Tebing Tinggi, Lazismu dan SPPG Bandar Sono Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Gizi

Berita Terbaru