Garudaxpose.com | Probolinggo – Sabtu (06/06/2026) menjadi hari yang cukup sibuk bagi personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo. Setelah berjibaku memadamkan kebakaran lahan di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bujuk Macan Laut, petugas kembali menerima panggilan darurat yang membutuhkan penanganan segera.
Bukan kebakaran, kali ini ancaman datang dari tumpahan solar yang menggenangi sebagian badan jalan di sekitar Bundaran Gladak Serang (Glaser), Kota Probolinggo.
Meski terlihat sepele, tumpahan bahan bakar di jalan raya dapat menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas dengan kecepatan tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan mengenai kondisi tersebut masuk melalui layanan Call Centre 112 sekitar pukul 17.30 WIB. Informasi itu langsung diteruskan kepada petugas Damkar yang saat itu baru saja menyelesaikan operasi pemadaman kebakaran.
Tanpa menunggu lama, Regu 2 Damkar Kota Probolinggo segera berangkat menuju lokasi untuk melakukan tindakan penyelamatan dan pencegahan risiko kecelakaan.
Setibanya di Bundaran Glaser, petugas menemukan permukaan jalan dalam kondisi licin akibat solar yang tercecer. Sejumlah pengguna jalan tampak memperlambat laju kendaraan mereka saat melintasi area tersebut.
Komandan Regu 2 Damkar Kota Probolinggo, Arif, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat melalui Call Centre 112.
“Kami menerima laporan dari Call Centre 112 sekitar pukul 17.30 WIB terkait adanya tumpahan solar di sekitar Bundaran Gladak Serang. Setelah menerima laporan itu, kami langsung menuju lokasi dengan menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan pembersihan,” ujar Arif.
Menurutnya, langkah cepat diperlukan karena kondisi jalan yang terkena solar sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan.
Petugas kemudian melakukan penyemprotan dan pembersihan pada titik-titik yang terdampak tumpahan solar hingga permukaan jalan kembali aman dilalui kendaraan.
Proses penanganan berlangsung cukup singkat. Dalam waktu sekitar 30 menit, area yang semula licin berhasil dibersihkan dan situasi kembali normal.
“Kurang lebih 30 menit setelah penanganan dilakukan, kondisi jalan berhasil kami kondisikan. Tumpahan solar sudah dibersihkan sehingga risiko bagi pengguna jalan dapat diminimalkan,” jelasnya.
Namun sebelum seluruh area berhasil diamankan, satu pengendara dilaporkan sempat terjatuh akibat kehilangan kendali saat melintas di lokasi yang licin.
Beruntung insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban serius. Petugas pun mempercepat proses pembersihan untuk mencegah kejadian serupa menimpa pengendara lainnya.
Arif mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh keberadaan tumpahan solar maupun oli di jalan raya. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara. Jika menemukan tumpahan solar atau oli di jalan, segera laporkan ke Call Centre 112 agar petugas rescue dapat segera melakukan penanganan dan mencegah terjadinya kecelakaan yang lebih besar,” pungkasnya. (Septyan)










