Lingga Bayu Lumpuh Total: Banjir, Longsor, dan Pemadaman Listrik Terjang Ribuan Warga Tanpa Akses Bantuan

- Penulis

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaexpose.com | Mandailing Natal — Lingga Bayu kini seperti wilayah tanpa penjaga. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti selama beberapa hari terakhir memicu banjir dan longsor di berbagai titik, membuat seluruh akses transportasi lumpuh total. Jalan-jalan tertutup lumpur, batu, dan luapan air bah, menyisakan wilayah ini benar-benar terisolasi.

Kondisi semakin mencekam ketika PLN padam total, menenggelamkan ribuan warga dalam gelap gulita. Jaringan komunikasi ikut terputus: tidak ada telepon, tidak ada internet, tidak ada cara bagi warga untuk meminta pertolongan. Yang tersisa hanya kecemasan, doa, dan suara derasnya hujan yang terus mengguyur tanpa ampun.

Lengkap sudah penderitaan kami,” keluh seorang warga yang terjebak di tengah isolasi.
Anak-anak menangis ketakutan, para lansia terperangkap di rumah masing-masing, sementara banyak kepala keluarga tak mampu keluar mencari bantuan karena akses benar-benar tertutup.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini bukan lagi sekadar peristiwa alam tahunan. Ini alarm keras betapa rapuhnya infrastruktur dan mitigasi bencana di Lingga Bayu. Tahun demi tahun bencana serupa terus berulang, namun solusi jangka panjang tak kunjung terlihat.

Warga kini menunggu langkah nyata. Pemerintah daerah dan instansi terkait didesak turun langsung ke lapangan, bukan sekadar mengeluarkan imbauan. Mereka harus memastikan jalan kembali terbuka, listrik dipulihkan, dan jaringan komunikasi dihidupkan agar bantuan dapat mengalir.

Hingga laporan ini diturunkan, kondisi di Lingga Bayu masih sangat kritis. Ribuan warga menunggu kehadiran negara dalam gelap—gelap tanpa cahaya, dan gelap tanpa kepastian.

Pernyataan ini disampaikan oleh seorang warga Lingga Bayu, Madi Harapah, kepada awak media pada Kamis (27/11/2025) sore sekitar pukul 16.25 WIB, di salah satu kede di Desa Lobung, Kecamatan Lingga Bayu.

Penulis : Muhammad Sudirmin Nasution

Editor : Saad Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Libatkan Komunitas Nelayan dan Pesisir dalam Pengelolaan Potensi Bahari, Banyuwangi Diapresiasi Delegasi ASEAN ID Blue
Ke Banyuwangi, Kepala Bakom RI Luncurkan Radio Koperasi Merah Putih
Bupati Tangerang Resmikan Renovasi SDN Lontar 2, Kolaborasi Pemkab dan PLTU Lontar
Warga Tukka Protes Keras, Pejabat Kementerian PU Dicegat Saat Tinjau Proyek Banjir
Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Kapolresta Tangerang: Sinergi Polri-Kejaksaan Kunci Tegaknya Hukum Berkeadilan
FPRB Jrebeng Kulon Resmi Terbentuk, Penutupan Destana Tandai Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat
Sinergi Rutan Kraksaan dan Posbakumadin, Hadirkan Penyuluhan Bantuan Hukum
Kemendagri Gelar Gerakan Indonesia Asri di Banyuwangi, Ribuan Peserta Gotong Royong Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:24 WIB

Libatkan Komunitas Nelayan dan Pesisir dalam Pengelolaan Potensi Bahari, Banyuwangi Diapresiasi Delegasi ASEAN ID Blue

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:09 WIB

Ke Banyuwangi, Kepala Bakom RI Luncurkan Radio Koperasi Merah Putih

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:13 WIB

Warga Tukka Protes Keras, Pejabat Kementerian PU Dicegat Saat Tinjau Proyek Banjir

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:39 WIB

Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Kapolresta Tangerang: Sinergi Polri-Kejaksaan Kunci Tegaknya Hukum Berkeadilan

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:03 WIB

FPRB Jrebeng Kulon Resmi Terbentuk, Penutupan Destana Tandai Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat

Berita Terbaru