Masinton: Jangan Habiskan Energi untuk Konflik Politik, Rakyat Masih Hadapi Dampak Bencana

- Penulis

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com, Tapteng | Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menanggapi munculnya wacana pemakzulan terhadap dirinya yang disebut-sebut diusulkan sejumlah partai politik di DPRD Tapanuli Tengah.

Masinton menilai, munculnya wacana tersebut tidak terlepas dari dinamika politik yang masih terbawa dari kontestasi Pilkada sebelumnya. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menggunakan cara-cara politik lama yang dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi pemerintahan saat ini.

“Kalau kita masih menggunakan cara-cara politik lama, kapan Tapanuli Tengah ini mau maju? Kita harus menghormati aturan, etika dan norma dalam pemerintahan. Jangan karena kepentingan politik kemudian pembangunan dan kepentingan masyarakat kita korbankan,” tegas Masinton.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, dinamika politik di Tapanuli Tengah bukan hal yang baru. Bahkan sejak berakhirnya masa jabatan kepala daerah pada Mei 2022 dan daerah dipimpin oleh sejumlah Penjabat (Pj) Bupati, berbagai tekanan politik juga terjadi.

Masinton mencontohkan ada tiga Pj Saat itu menjabat di Tapteng semuanya diganggu, masa kepemimpinan Pj Bupati Yetty, Ellys dan Sugeng Riyanta yang menurutnya tetap menjalankan roda pemerintahan meskipun menghadapi berbagai persoalan dan tekanan, termasuk dalam pembahasan anggaran.

“Pj Bupati juga pernah mengalami tekanan-tekanan politik. Tetapi pemerintahan harus tetap berjalan. Kalau memang diperlukan untuk menjamin kesinambungan pembangunan, ada kewenangan kepala daerah untuk menerbitkan peraturan kepala daerah terkait APBD sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Masinton di rumdis. Minggu (6/09/2026)

Masinton juga menegaskan, dirinya bersama Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi Lubis, mendapatkan mandat langsung dari pilhan Rakyat melalui Pilkada.

“Yang memilih kami itu rakyat. Kami mendapatkan mandat dari rakyat melalui proses Pilkada. Jadi jangan karena ada kepentingan politik tertentu kemudian mandat rakyat itu diabaikan,” katanya.

Ia juga memastikan tidak akan mundur hanya karena adanya tekanan politik maupun wacana pemakzulan tersebut.

“Saya tidak akan mundur hanya karena tekanan politik. Kalau ada yang tidak menerima hasil Pilkada, mari kita hormati pilihan rakyat. Kalau ingin bertanding lagi, ada waktunya, ada Pilkada berikutnya. Silakan berkompetisi kembali secara demokratis,” tegasnya.

Masinton meminta seluruh pihak untuk tidak menjadikan persoalan politik sebagai sumber perpecahan di tengah masyarakat, terlebih Tapanuli Tengah masih dalam proses pemulihan pascabencana.

“Kita sedang menghadapi kondisi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian. Banyak saudara-saudara kita yang terdampak bencana dan masih membutuhkan pemulihan. Jangan energi kita habiskan untuk konflik politik yang justru bisa memecah masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk mengedepankan politik yang beretika dan berkeadaban.

“Berpolitik itu boleh, berbeda pandangan itu biasa. Tetapi jangan sampai perbedaan politik membuat kita bermusuhan. Mari kita bangun Tapanuli Tengah dengan politik yang beretika, berkeadaban dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkas Masinton.

Masinton juga mengajak masyarakat Tapanuli Tengah tetap menjaga persatuan, kebersamaan dan semangat gotong royong dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan pemulihan pascabencana.(ps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koster; Pelaksanaan Perayaan Rahina Tumpek Uye Dirayakan Serentak
ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA
Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait
Kurangi Sampah dari Sumbernya, Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Produk Guna Ulang
Helikopter Water Bombing Tiba di Ijen, Pemadaman Karhutla Dilakukan dari Udara
Dari Rekayasa Lalu Lintas hingga Tambahan Kapal, Penanganan Antrean Ketapang Dibahas Lintas Instansi
Semarak Maulid Nabi, Warga Dusun Sumberjati Desa Dasri Gelar Arak-Arakan Meriah
Warga Mangunharjo Sisihkan Waktu Minggu Pagi, Gorong-Gorong Jalan Patimura Dibersihkan Bersama

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 05:10 WIB

Masinton: Jangan Habiskan Energi untuk Konflik Politik, Rakyat Masih Hadapi Dampak Bencana

Senin, 7 September 2026 - 01:28 WIB

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA

Senin, 7 September 2026 - 01:21 WIB

Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait

Senin, 7 September 2026 - 00:35 WIB

Kurangi Sampah dari Sumbernya, Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Produk Guna Ulang

Senin, 7 September 2026 - 00:28 WIB

Helikopter Water Bombing Tiba di Ijen, Pemadaman Karhutla Dilakukan dari Udara

Berita Terbaru