Gerindra Kabupaten Brebes, Lawan Narasi Budi Arie Soal Prabowo Tak Sampai 2029

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan: Ketua DPC Wurja: Itu Hasutan dan Melawan Konstitusi, Rakyat Butuh Kepastian Harga Pangan Bukan Ramalan Politik

BREBES, GarudaXpose.com – Kegaduhan politik yang dipicu pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi soal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak akan bertahan hingga 2029, mendapat perlawanan keras dari Brebes.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes, Wurja, SE, secara terbuka menyatakan menolak dan melawan narasi tersebut. Ia menilai pernyataan Budi Arie yang viral di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu bukan sekadar spekulasi, melainkan manuver berbahaya yang melukai konstitusi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sangat menyayangkan statemen Budi Arie yang viral di sebelah Pak Jokowi. Ini menimbulkan kegaduhan politik, karena secara konstitusional periode pemilu itu lima tahun. Itu sudah final,” tegas Wurja.

Seperti diketahui, dalam video yang beredar luas di TikTok, Budi Arie menyebut instingnya mengatakan pemerintahan Prabowo bisa tidak sampai 2029 dengan mengaitkan pada “patahan sejarah” seperti 1998 dan “percepatan sejarah”. Pernyataan itu langsung memicu kecaman dari relawan Prabowo hingga pengurus Gerindra di daerah.

Wurja menegaskan, masa jabatan presiden telah diatur tegas dalam UUD 1945. Membangun opini publik seolah akan ada percepatan pemilu atau pergantian kekuasaan di tengah jalan adalah bentuk pembangkangan terhadap konstitusi dan tidak etis.

“Kalau memang Pak Budi Arie ini berniat membangun narasi seolah pemerintahan Prabowo tidak bertahan hingga 2029, kami tolak keras, kami lawan. Dari sisi organisasi, Gerindra sebagai partai pendukung pemerintah, fokus kita melayani kepentingan masyarakat. Kami tolak orang seperti Budi Arie yang bikin gaduh konstitusi,” tandasnya.

Ia juga menyinggung ironi sikap Projo yang selama ini mengklaim akan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029, namun justru tokohnya sendiri yang menebar ketidakpastian.

“Fokus pemerintahan Prabowo adalah kerja untuk masyarakat, bukan fokus pemilu. Seharusnya semua elemen pendukung membantu menciptakan stabilitas, bukan sibuk dengan spekulasi politik yang tidak ada data dan indikatornya,” jelasnya.

Menurut Wurja, Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka baru memulai kerja besar menata ekonomi, mengejar swasembada pangan, dan menjaga stabilitas nasional. Dinamika politik boleh dinamis, tapi jangan sampai menggeser perhatian dari agenda pembangunan.

Di akhir pernyataannya, Wurja mengajak masyarakat Brebes dan Indonesia agar tidak mudah terprovokasi isu yang sengaja dibikin gaduh.

“Yang paling penting sekarang itu harga gabah, harga jagung, harga sapi, kambing, sandang, pangan. Itu yang dirasakan langsung oleh rakyat. Ayo masyarakat fokus, jangan terprovokasi hal yang tidak benar dan jangan ikutan,” pungkasnya.

Ia menegaskan DPC Gerindra Brebes akan berada di garda terdepan mengawal konstitusi dan memastikan program kerakyatan Presiden Prabowo sampai ke akar rumput.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Dekranas Kunjungi Desa Tenganan, Dorong Pelestarian Tenun Geringsing Bali
Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Sinergi Berdayakan Masyarakat
UU PERS BUKAN SEKEDAR ATURAN, MENGHALANGI TUGAS JURNALIS ADA KONSEKUENSINYA – VIRUS PUNGLI SUDAH MENJADI HAL BIASA
Ibu Tri Suswanti Tito Karnavian Apresiasi Registrasi Posyandu Bali
Dua Tahun Presiden Prabowo: 200 Fakta Gerak Nyata, Ekonomi Tumbuh 5,45% Tertinggi 13 Tahun, Kemiskinan Turun, BUMN Melonjak
Peduli Korban Karhutla Bromo, Kapolres Probolinggo Bersama Polwan Datangi Keluarga Korban
Samsat Lumajang Diserbu Wajib Pajak Selama Program Pemutihan, Petugas Imbau Warga Tak Menunggu Batas Akhir
Oknum Perilaku Anggota Polisi Viral di Medsos, IPDA Widy : Propam Dalami Informasi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:08 WIB

Ketua Dekranas Kunjungi Desa Tenganan, Dorong Pelestarian Tenun Geringsing Bali

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Sinergi Berdayakan Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:57 WIB

UU PERS BUKAN SEKEDAR ATURAN, MENGHALANGI TUGAS JURNALIS ADA KONSEKUENSINYA – VIRUS PUNGLI SUDAH MENJADI HAL BIASA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:28 WIB

Ibu Tri Suswanti Tito Karnavian Apresiasi Registrasi Posyandu Bali

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Dua Tahun Presiden Prabowo: 200 Fakta Gerak Nyata, Ekonomi Tumbuh 5,45% Tertinggi 13 Tahun, Kemiskinan Turun, BUMN Melonjak

Berita Terbaru